019. Bab IV · Bagian 04/15 — Muawiyah II bin Yazid
الْبَابُ الرَّابِعُ — الْفَصْلُ الثَّانِي: خُلَفَاءُ بَنِي أُمَيَّةَ
Muawiyah II bin Yazid
مُعَاوِيَةُ الثَّانِي بْنُ يَزِيدَ — ٦٤هـ / ٦٨٣م
تَوَلَّى بَعْدَ أَبِيهِ، وَلِمُدَّةِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَقَطْ، ثُمَّ تَنَازَلَ لِمَرَضِهِ وَضَعْفِهِ، وَاعْتَزَلَ فِي بَيْتِهِ حَتَّى مَاتَ بَعْدَ ثَلَاثَةِ أَشْهُرٍ.
Ia memegang kekuasaan setelah ayahnya selama empat puluh hari saja. Kemudian ia melepaskan jabatan karena sakit dan lemah, lalu mengasingkan diri di rumahnya hingga wafat tiga bulan kemudian.
Sumber: Ahmad Ma‘mur al-‘Asiri, مُوجَزُ التَّارِيخِ الْإِسْلَامِيِّ, halaman kitab 152 / PDF 154. Seluruh paragraf pada subjudul Muawiyah II bin Yazid. Berakhir sebelum pembahasan terputusnya kekhalifahan Umayyah untuk sementara dan kekhalifahan Abdullah bin Zubair. Harakat ditambahkan; kronologi mengikuti sumber.