Konsultasi

Hukum Menjawab Panggilan Seseorang dengan Lafaz Labbaika wa Sa’daika

Nomor Fatwa: 216
Hukum Menjawab Panggilan Seseorang dengan Lafaz «لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ»

Apakah diperbolehkan menjawab panggilan seseorang dengan ucapan:

لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، أَمَّا بَعْدُ:

بارك الله فيكم، وزادكم الله علمًا وحرصًا على اتباع السنة.

Hukum menjawab panggilan seseorang dengan ucapan «لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ» adalah boleh. Lafaz tersebut tidak dikhususkan untuk menjawab panggilan Allah Ta‘ala, tetapi juga boleh digunakan untuk menjawab panggilan sesama manusia.

Hal ini berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan dari sahabat Mu‘adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu.

Beliau berkata:

«أَنَا رَدِيفُ النَّبِيِّ ﷺ، فَقَالَ: يَا مُعَاذُ، قُلْتُ: لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، ثُمَّ قَالَ: مِثْلَهُ ثَلَاثًا».

“Aku pernah dibonceng oleh Nabi ﷺ. Kemudian beliau memanggil, ‘Wahai Mu‘adz!’ Aku menjawab, ‘Labbaika wa sa‘daika.’ Beliau mengulangi panggilan tersebut sebanyak tiga kali.”

Takhrij: Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, hadis nomor 6267, Kitab al-Isti’dzan, Bab Man Ajaba bi Labbaika wa Sa‘daika. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, nomor 32, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Rujukan: [Shahih al-Bukhari (8/60)]

Menariknya, Imam al-Bukhari rahimahullah secara khusus membuat judul bab:

بَابُ مَنْ أَجَابَ بِلَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ

“Bab tentang orang yang menjawab panggilan dengan ucapan Labbaika wa Sa‘daika.”

Ini menunjukkan bahwa penggunaan lafaz tersebut sebagai jawaban atas panggilan seseorang memiliki landasan yang jelas dalam Sunnah. [Shahih al-Bukhari (8/60)].

Penjelasan ulama tentang maknanya

Imam Badruddin al-‘Aini rahimahullah menjelaskan:

«وَأَمَّا فِي إِجَابَةِ الْمَخْلُوقِ فَمَعْنَاهُ: أُسْعِدُكَ إِسْعَادًا بَعْدَ إِسْعَادٍ».

“Adapun ketika digunakan untuk menjawab panggilan makhluk, maknanya adalah aku akan membantumu dengan bantuan demi bantuan.”

Rujukan: ‘Umdat al-Qari, Kitab al-Isti’dzan, Bab Man Ajaba bi Labbaika wa Sa‘daika. islamweb.net

Dengan demikian, ungkapan tersebut mengandung makna kesiapan menyambut panggilan, memberikan perhatian, dan membantu orang yang memanggil.

Namun, apabila digunakan kepada manusia, maknanya tetap dibatasi oleh perkara yang diperbolehkan dalam syariat. Tidak boleh seseorang menaati manusia dalam kemaksiatan kepada Allah Ta‘ala. islamweb.net

Kesimpulan:

Ucapan «لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ» boleh digunakan untuk menjawab panggilan orang tua, guru, ustaz, suami, istri, sahabat, maupun orang lain. Lafaz ini bukan ucapan yang khusus diperuntukkan bagi Allah Ta‘ala.

Bahkan, penggunaannya memiliki dasar dari perbuatan sahabat Mu‘adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu di hadapan Rasulullah ﷺ.

Oleh karena itu, tidak tepat mengharamkan ungkapan tersebut hanya dengan alasan bahwa lafaz ini juga digunakan dalam talbiyah haji dan umrah.

وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ.

Semoga Allah Ta‘ala memberikan taufik kepada seluruh kaum muslimin untuk senantiasa menjaga lisan dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ.

↑ Kembali ke Atas

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA. & Narasumber di https://chat.whatsapp.com/DdLUj6dLOnD9UlRoOiENpF?s=cl&p=a&mlu=4&ilr=4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button