Durus Minas Sirah – Quraisy Mengancam Kaum Muslimin di Madinah
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 42
Quraisy Mengancam Kaum Muslimin di Madinah
Kaum muslimin dari Makkah berdatangan ke Madinah. Setiap orang yang mampu berhijrah pun berhijrah. Mereka meninggalkan harta, berpisah dari tempat tinggal dan keluarga demi memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya serta mengharapkan janji Allah. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi kaum Muhajirin. Allah berfirman, “Orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian terbunuh atau mati, pasti akan diberi rezeki yang baik oleh Allah. Sesungguhnya Allah benar-benar sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Al-Hajj: 58).
Kaum Muhajirin menetap di Madinah setelah menghadapi banyak kesulitan dan kepayahan dalam perjalanan hijrah. Namun, Quraisy tidak berhenti memerangi kaum muslimin, bahkan setelah mereka berhijrah ke Madinah. Quraisy memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi Madinah dan berusaha memanfaatkan mereka untuk menimbulkan kekacauan serta perpecahan di antara kaum muslimin. Quraisy juga mengancam dan berjanji akan membinasakan kaum muslimin. Bahaya pun mengepung kaum muslimin dari dalam dan luar, hingga para sahabat tidur dengan senjata di sisi mereka.
Dalam keadaan yang berat ini, Allah menurunkan izin untuk berperang. Rasulullah ﷺ mulai mengatur ekspedisi militer untuk memantau pergerakan musuh dan menghadang kafilah dagang mereka. Hal itu dilakukan untuk membuat mereka gentar dan menyadari kekuatan kaum muslimin, agar mereka berdamai serta membiarkan kaum muslimin bebas menyebarkan dan mengamalkan Islam. Nabi ﷺ juga menjalin perjanjian dan aliansi dengan sejumlah kabilah.