Sejarah Islam

053. Bab V · Bagian 23/61 — Negara Ziyadiyah di Zabid

BAB V · FASHL 5 · hlm. 219–220

الدَّوْلَةُ الزِّيَادِيَّةُ بِزَبِيدَ

Negara Ziyadiyah di Zabid

203–412 H / 818–1021 M

أَسَّسَهَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ (مِنْ وَلَدِ زِيَادِ بْنِ أَبِيهِ) ٢٠٣–٢٤٥هـ / ٨١٨–٨٥٩م. وَكَانَ الْخَلِيفَةُ الْمَأْمُونُ قَدْ أَرْسَلَهُ إِلَى تِلْكَ الْمَنْطِقَةِ كَيْ يَقْضِيَ عَلَى حَرَكَةٍ عَلَوِيَّةٍ، وَيُسَوِّيَ الْأُمُورَ فِيهَا، فَاسْتَوْلَى عَلَى الْمَنْطِقَةِ وَاسْتَقَلَّ بِهَا. وَكَانَ عَهْدُهُ عَهْدَ السُّلْطَةِ وَالنُّفُوذِ، وَهُوَ الَّذِي بَنَى مَدِينَةَ زَبِيدَ.

Negara ini didirikan oleh Muhammad bin Abdullah bin Ziyad, keturunan Ziyad bin Abihi, yang memerintah pada 203–245 H/818–859 M. Khalifah al-Ma’mun mengutusnya ke wilayah tersebut untuk menumpas sebuah gerakan Alawiyah dan menertibkan keadaan di sana. Ia kemudian menguasai wilayah itu dan memerintah secara mandiri. Masanya merupakan masa kekuasaan dan pengaruh yang kuat. Dialah yang membangun kota Zabid.

لَمَّا آلَتِ السُّلْطَةُ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ إِسْحَاقَ كَانَ هَذَا طِفْلًا، فَكَفَلَتْهُ أُخْتُهُ وَعَبْدٌ لِأَبِيهِمَا اسْمُهُ الْحُسَيْنُ بْنُ سَلَامَةَ النُّوبِيُّ. فَاسْتَبَدَّ هَذَا بِالْأَمْرِ وَقَبَضَ عَلَى الْأُمُورِ كُلِّهَا، فَقَضَى عَلَى كُلِّ التَّمَرُّدَاتِ وَالِاضْطِرَابَاتِ فِي الدَّوْلَةِ، وَأَخْضَعَ أَكْثَرَ الْيَمَنِ وَأَجْزَاءً مِنَ الْحِجَازِ. وَلَهُ إِصْلَاحَاتٌ كَثِيرَةٌ مَذْكُورَةٌ. وَبَعْدَ مَوْتِهِ، انْهَارَتْ دَوْلَةُ بَنِي زِيَادَةَ. وَتَنَازَعَ بَعْضُ عَبِيدِهِ عَلَى السُّلْطَةِ، فَاسْتَقَرَّتْ أَخِيرًا لِبَنِي نَجَاحٍ (وَهُمْ طَبَقَةٌ مِنَ الْعَبِيدِ).

Ketika kekuasaan beralih kepada Abdullah bin Ishaq, ia masih anak-anak. Ia diasuh oleh saudara perempuannya dan seorang budak milik ayah mereka bernama al-Husain bin Salamah an-Nubi. Orang ini kemudian memegang sendiri seluruh kendali pemerintahan. Ia menumpas semua pemberontakan dan kekacauan dalam negara, menundukkan sebagian besar Yaman serta beberapa wilayah Hijaz, dan melakukan banyak perbaikan yang tercatat. Setelah ia meninggal, negara Bani Ziyadah runtuh. Beberapa budaknya memperebutkan kekuasaan, hingga akhirnya kekuasaan jatuh kepada Bani Najah, yang berasal dari kalangan budak.

↑ Kembali ke atas

Related Articles

Back to top button