Durūs min as-Sīrah

Bagian 152: Sesungguhnya Orang-Orang Beriman Bersaudara (2)

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 152

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ (٢)

Sesungguhnya Orang-Orang Beriman Bersaudara (2)

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ دَائِمَ الْحِرْصِ عَلَى غَرْسِ الْمَحَبَّةِ وَنَشْرِ الرَّحْمَةِ وَالْمَوَدَّةِ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ، شَدِيدَ الْحِرْصِ عَلَى إِرْسَاءِ قَوَاعِدِ الْحُبِّ فِي قُلُوبِ النَّاسِ. وَقَدْ أَخْبَرَ أَنَّهُ كُلَّمَا زَادَ حُبُّنَا لِلْمُؤْمِنِينَ حُبًّا لِلَّهِ وَفِي اللَّهِ فُزْنَا بِحُبِّ اللَّهِ لَنَا. قَالَ ﷺ: «مَا تَحَابَّ رَجُلَانِ فِي اللَّهِ إِلَّا كَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَشَدَّهُمَا حُبًّا لِصَاحِبِهِ».

Nabi ﷺ senantiasa berusaha menanamkan cinta serta menyebarkan kasih sayang di antara kaum muslimin. Beliau sangat bersemangat menegakkan rasa cinta di hati manusia. Beliau mengabarkan bahwa semakin kita mencintai kaum mukmin karena dan di jalan Allah, semakin besar pula peluang kita memperoleh cinta Allah. Beliau ﷺ bersabda, “Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah, melainkan orang yang lebih besar cintanya kepada sahabatnya lebih dicintai Allah.”

وَفِي حَدِيثٍ رَوَاهُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «تَهَادَوْا تَحَابُّوا». وَيُعَلِّمُنَا ﷺ وَسَائِلَ وَأَسَالِيبَ مِنْ شَأْنِهَا أَنْ تُرَقِّقَ الْقُلُوبَ وَتَجْعَلَهَا أَلْيَنَ وَأَقْدَرَ عَلَى اسْتِيعَابِ مَشَاعِرِ الْحُبِّ مِنَ الْآخَرِينَ.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda, “Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian saling mencintai.” Beliau ﷺ mengajarkan berbagai cara yang dapat melembutkan hati dan membuatnya lebih terbuka serta mampu menerima ungkapan cinta dari orang lain.

وَكَانَ مِنْ أَوَّلِ الْأَعْمَالِ الَّتِي قَامَ بِهَا النَّبِيُّ ﷺ حِينَ قَدِمَ الْمَدِينَةَ أَنْ آخَى بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ، حِرْصًا عَلَى أَنْ يَسُودَ الْحُبُّ وَالْوِئَامُ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ، وَتَتَوَطَّدَ الْعَلَاقَةُ الْأَخَوِيَّةُ بَيْنَهُمْ، وَلَا رَابِطَ بَيْنَهُمْ فِي ذَلِكَ إِلَّا أُخُوَّةُ الْإِسْلَامِ.

Salah satu tindakan pertama Nabi ﷺ setelah tiba di Madinah adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar agar cinta dan kerukunan tumbuh di antara kaum muslimin, hubungan persaudaraan mereka semakin kuat, dan ikatan mereka berlandaskan persaudaraan Islam.

وَلِإِشَاعَةِ الْمَحَبَّةِ وَتَأْلِيفِ الْقُلُوبِ وَزِيَادَةِ الرَّوَابِطِ الْأُخُوَّةِ يُعَلِّمُنَا النَّبِيُّ ﷺ أَنَّهُ إِذَا أَحَبَّ أَحَدُنَا أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ. وَيُعَلِّمُنَا ﷺ أَيْضًا أَنَّ مِنْ حُقُوقِ الْأُخُوَّةِ وَالْمَحَبَّةِ تَجَنُّبَ إِسَاءَةِ الظَّنِّ بِالْمُسْلِمِينَ، وَالْحَذَرَ مِنَ التَّجَسُّسِ عَلَيْهِمْ وَتَتَبُّعِ عَوْرَاتِهِمْ وَالْبَحْثِ عَنْ زَلَّاتِهِمْ.

Untuk menyebarkan cinta, menyatukan hati, dan menguatkan ikatan persaudaraan, Nabi ﷺ mengajarkan bahwa jika seseorang mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahukan hal itu kepadanya. Beliau ﷺ juga mengajarkan bahwa hak persaudaraan dan cinta mencakup menjauhi prasangka buruk terhadap kaum muslimin, tidak memata-matai mereka, tidak mencari-cari aib, dan tidak mengorek kesalahan mereka.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Sesungguhnya Orang-Orang Beriman Bersaudara (2) (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ (٢)), halaman 169 kitab (halaman 170 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button