Durūs min as-Sīrah

Bagian 151: Sesungguhnya Orang-Orang Beriman Bersaudara

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 151

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhnya Orang-Orang Beriman Bersaudara

أَكَّدَ النَّبِيُّ ﷺ كَثِيرًا عَلَى أَهَمِّيَّةِ الْأُخُوَّةِ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ وَوُجُوبِ التَّرَابُطِ بَيْنَهُمْ، وَنَهَى عَنِ الشَّحْنَاءِ وَالْبَغْضَاءِ وَالشِّقَاقِ وَالْخِلَافِ وَالْفُرْقَةِ، وَحَذَّرَ مِنْ جَمِيعِ الْخِصَالِ الَّتِي تُوجِبُ الْفُرْقَةَ وَالْبَغْضَاءَ وَالتَّبَاعُدَ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ. كَمَا رَغَّبَ فِي الْقِيَامِ بِحَاجَةِ الْمُسْلِمِ وَمُسَاعَدَتِهِ وَنُصْحِهِ وَإِعَانَتِهِ فِي جَمِيعِ أَحْوَالِهِ.

Nabi ﷺ sering menegaskan pentingnya persaudaraan dan keterikatan di antara kaum muslimin. Beliau melarang permusuhan, kebencian, pertikaian, perselisihan, dan perpecahan. Beliau memperingatkan semua sifat yang menimbulkan perpecahan, kebencian, dan jauhnya hubungan di antara kaum muslimin. Beliau juga menganjurkan agar kebutuhan seorang muslim dipenuhi, dibantu, dinasihati, dan ditolong dalam segala keadaan.

فَحِينَ نَتَأَمَّلُ أَقْوَالَ النَّبِيِّ ﷺ وَأَوَامِرَهُ وَأَفْعَالَهُ نَجِدُ فِي ذَلِكَ دَعْوَةً مَفْتُوحَةً لِنَشْرِ الْحُبِّ وَالْمَوَدَّةِ بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ. فَهَا هُوَ يُؤَكِّدُ أَنَّ الْحُبَّ الْإِيمَانِيَّ وَسِيلَةٌ وَطَرِيقٌ إِلَى الْجَنَّةِ، فَقَالَ ﷺ: «لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ».

Jika kita merenungkan sabda, perintah, dan tindakan Nabi ﷺ, kita akan menemukan ajakan terbuka untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang di antara orang-orang beriman. Beliau menegaskan bahwa cinta karena iman adalah jalan menuju surga. Beliau bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.”

وَيُخْبِرُنَا ﷺ كَذَلِكَ أَنَّ الْمُسْلِمَ مَتَى كَانَ حَرِيصًا عَلَى مَصْلَحَةِ أَخِيهِ، قَائِمًا بِحَاجَتِهِ، طَالِبًا لِمَرْضَاةِ رَبِّهِ وَنَفْعِ إِخْوَانِهِ الْمُسْلِمِينَ، فَلْيُبَشِّرْ بِحُسْنِ الثَّوَابِ وَعَظِيمِ الْجَزَاءِ؛ وَذَلِكَ بِأَنْ يَكُونَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، يَقْضِيهَا لَهُ وَيُيَسِّرُهَا وَيُسَهِّلُ أَمْرَهَا. لَيْسَ ذَلِكَ فَحَسْبُ، بَلْ إِنَّ الْإِيمَانَ ـ كَمَا يُبَيِّنُهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ـ مُقْتَرِنٌ بِحُبِّ الْآخَرِينَ وَحُبِّ الْخَيْرِ لَهُمْ. قَالَ ﷺ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ».

Nabi ﷺ juga mengabarkan bahwa seorang muslim yang mengutamakan kemaslahatan saudaranya, memenuhi kebutuhannya, dan berusaha mencari rida Rabb serta memberi manfaat kepada saudara-saudaranya sesama muslim, akan memperoleh balasan dan pahala yang besar. Allah akan memenuhi kebutuhannya, memudahkannya, dan melancarkan urusannya. Lebih dari itu, iman berkaitan dengan mencintai orang lain dan menginginkan kebaikan bagi mereka. Nabi ﷺ bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya sendiri.”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Sesungguhnya Orang-Orang Beriman Bersaudara (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ), halaman 168 kitab (halaman 169 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button