Bagian 149: Sikap Nabi ﷺ terhadap Kaum Munafik
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 149
Sikap Nabi ﷺ terhadap Kaum Munafik
Nabi ﷺ mengetahui kaum munafik beserta nama-nama mereka. Beliau mengetahui upaya mereka menebarkan semangat kekalahan di barisan kaum muslimin dan keinginan mereka memecah belah kaum muslimin. Meski demikian, beliau tetap bergaul, berinteraksi, mendengarkan, dan bersikap lembut kepada mereka dengan harapan mereka mendapat petunjuk. Walaupun mampu menghukum mereka, beliau tidak membunuh atau mencabut hak-hak mereka. Beliau membolehkan mereka menyampaikan pendapat dalam urusan masyarakat dan memberi mereka bagian dari kas negara.
Beliau memperlakukan mereka dengan lembut, membalas keburukan mereka dengan kebaikan, dan menilai mereka berdasarkan apa yang tampak tanpa mengorek rahasia batin mereka. Buktinya adalah sikap beliau terhadap pemimpin kaum munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul. Orang itu menyakiti kehormatan beliau, memimpin penyebaran fitnah, berusaha melemahkan pasukan muslimin pada Perang Uhud dengan menarik sepertiga pasukan, dan berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah, orang yang lebih mulia pasti akan mengusir orang yang lebih hina.” Ia juga melemahkan semangat kaum muslimin agar tidak ikut Perang Tabuk. Ia dan para pengikutnya berkali-kali berusaha mengkhianati dan membunuh Nabi ﷺ. Namun, ketika ia meninggal, beliau tetap menyalatkannya, memberikan baju beliau kepada putranya untuk mengafaninya, dan memohonkan ampunan baginya serta kaum munafik lainnya sampai Allah melarang beliau melakukan hal itu.