Durūs min as-Sīrah

Bagian 116: Perang Tabuk

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 116

غَزْوَةُ تَبُوكَ

Perang Tabuk

بَلَغَ النَّبِيَّ ﷺ أَنَّ الرُّومَ بَدَأَتْ تَحْشُدُ قُوَّاتِهَا لِغَزْوِ الْمُسْلِمِينَ، فَأَرَادَ أَنْ يُبَادِرَهُمْ بِالْخُرُوجِ إِلَيْهِمْ. وَاجْتَمَعَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ فِي هَذِهِ الْغَزْوَةِ عَدَدٌ مِنْ مَظَاهِرِ الشِّدَّةِ، مِنْهَا: حَرَارَةُ الْجَوِّ، وَنُدْرَةُ الْمَاءِ، وَبُعْدُ الْمَكَانِ، وَالْفَقْرُ وَضِيقُ الْحَالِ الَّتِي يَعِيشُ فِيهَا الْمُسْلِمُونَ. وَلِهَذَا صَرَّحَ النَّبِيُّ ﷺ بِجِهَةِ الْغَزْوِ عَلَى غَيْرِ عَادَتِهِ، تَقْدِيرًا لِتِلْكَ الْعَوَائِقِ، وَلِعِلْمِهِ بِبُعْدِ الْمَسَافَةِ وَطَبِيعَةِ الْعَدُوِّ وَعَدَدِهِ وَعُدَّتِهِ، وَلِيُعْطِيَ جَيْشَهُ الْفُرْصَةَ لِإِعْدَادِ مَا يَلْزَمُ لِهَذَا السَّفَرِ الطَّوِيلِ وَالْمُهِمَّةِ الصَّعْبَةِ.

Nabi ﷺ menerima kabar bahwa pasukan Romawi mulai menghimpun kekuatan untuk menyerang kaum muslimin. Beliau ingin berinisiatif bergerak menghadapi mereka. Dalam ekspedisi ini kaum muslimin menghadapi banyak kesulitan: cuaca panas, air yang langka, jarak yang jauh, serta kemiskinan dan kesempitan hidup. Karena itu, tidak seperti biasanya, Nabi ﷺ menyebutkan tujuan perjalanan secara terbuka. Beliau mempertimbangkan berbagai hambatan, jauhnya jarak, keadaan dan jumlah musuh beserta perlengkapannya, serta memberi pasukan kesempatan mempersiapkan perjalanan yang panjang dan tugas yang berat.

وَاجْتَمَعَ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ ثَلَاثُونَ أَلْفَ مُقَاتِلٍ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَغَيْرِهِمْ مِنْ أَبْنَاءِ الْقَبَائِلِ الْعَرَبِيَّةِ. وَأَعْطَى اللِّوَاءَ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ، وَقَسَّمَ الْجَيْشَ إِلَى عِدَّةِ أَلْوِيَةٍ، وَعَيَّنَ عَلَى كُلِّ لِوَاءٍ قَائِدًا. ثُمَّ اسْتَخْلَفَ عَلَى الْمَدِينَةِ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِيَقُومَ بِرِعَايَةِ أَهْلِهِ. فَشَقَّ عَلَيْهِ أَنْ تَفُوتَهُ هَذِهِ الْغَزْوَةُ، فَاسْتَأْذَنَ النَّبِيَّ ﷺ فِي الْخُرُوجِ، فَقَالَ لَهُ: «أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى، غَيْرَ أَنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي؟» [رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ].

Tiga puluh ribu pasukan dari kalangan Muhajirin, Anshar, dan kabilah-kabilah Arab bergabung dengan Nabi ﷺ. Beliau menyerahkan panji kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq, membagi pasukan menjadi beberapa kelompok, dan menunjuk pemimpin untuk setiap kelompok. Beliau menunjuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu untuk menggantikannya di Madinah dan mengurus keluarga beliau. Ali merasa berat karena tidak dapat ikut dalam ekspedisi itu, lalu meminta izin kepada Nabi ﷺ untuk berangkat. Beliau bersabda, “Tidakkah engkau rela kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku?” (HR. Bukhari).

أَمَّا الْمُنَافِقُونَ فَقَدْ تَخَلَّفَ مُعْظَمُهُمْ عَنْ هَذِهِ الْغَزْوَةِ، وَادَّعَوُا الْأَعْذَارَ الْكَاذِبَةَ؛ فَمِنْهُمْ مَنْ اعْتَذَرَ بِعَدَمِ الْقُدْرَةِ عَلَى السَّفَرِ، وَمِنْهُمْ مَنْ تَعَلَّلَ بِقِلَّةِ الْمَتَاعِ، وَمِنْهُمْ مَنْ تَعَلَّلَ بِشِدَّةِ الْحَرِّ، وَمِنْهُمْ مَنْ تَعَلَّلَ بِالْخَوْفِ مِنَ الِافْتِتَانِ بِنِسَاءِ الرُّومِ.

Sebagian besar kaum munafik tidak ikut dalam ekspedisi ini dan mengemukakan berbagai alasan palsu. Sebagian mengaku tidak mampu melakukan perjalanan, sebagian berdalih kekurangan bekal, sebagian menjadikan panas yang menyengat sebagai alasan, dan sebagian lain mengaku takut tergoda oleh perempuan Romawi.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Perang Tabuk (غَزْوَةُ تَبُوكَ), halaman 133 kitab (halaman 134 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button