Bagian 115: Penghancuran Berhala Kaum Musyrik
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 115
Penghancuran Berhala Kaum Musyrik
Setelah pembebasan Makkah, Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu untuk menghancurkan berhala Al-‘Uzza. Khalid menghancurkannya. Ketika ia kembali, Rasulullah ﷺ bertanya, “Apakah engkau melihat sesuatu?” Khalid menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda, “Engkau belum menghancurkannya. Kembalilah dan hancurkanlah.” Khalid kembali. Seorang perempuan hitam telanjang dengan rambut terurai keluar menemuinya. Penjaga berhala itu berteriak kepadanya. Khalid memukul perempuan tersebut hingga membelahnya menjadi dua, kemudian kembali kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan peristiwa itu. Beliau berkata, “Ya, itulah Al-‘Uzza. Ia telah putus asa untuk disembah di negeri kalian selamanya.”
Rasulullah ﷺ juga mengutus Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu untuk menghancurkan Suwa‘, berhala milik Hudzail di Ruhath, sekitar 150 kilometer di sebelah timur laut Makkah. Ketika Amr tiba, penjaganya bertanya, “Apa yang kau inginkan?” Amr menjawab, “Rasulullah ﷺ memerintahkanku menghancurkannya.” Penjaga itu berkata, “Engkau tidak akan mampu.” Amr bertanya, “Mengapa?” Ia menjawab, “Engkau akan dihalangi.” Amr berkata, “Apakah sampai sekarang engkau masih berada di atas kebatilan? Celaka engkau, apakah berhala itu bisa mendengar atau melihat?” Kemudian ia mendekat dan menghancurkannya. Amr bertanya kepada penjaganya, “Bagaimana pendapatmu sekarang?” Penjaga itu menjawab, “Aku berserah diri kepada Allah.”
Ibnu Sa‘d menyebutkan—tanpa sanad—bahwa ketika Rasulullah ﷺ membebaskan Makkah, beliau mengutus Sa‘d bin Zaid Al-Asyhali untuk menghancurkan Manat, berhala milik Aus, Khazraj, dan Ghassan. Sa‘d berangkat bersama dua puluh penunggang kuda. Ketika tiba, penjaganya bertanya, “Apa yang kau inginkan?” Ia menjawab, “Menghancurkan Manat.” Penjaga itu berkata, “Silakan.” Sa‘d pun berjalan mendekatinya. Seorang perempuan hitam telanjang dengan rambut kusut keluar sambil menjerit dan memukul dadanya. Penjaga itu berkata, “Manat, keluarkanlah sebagian kemarahanmu!” Sa‘d bin Zaid memukul dan membunuh perempuan itu, lalu menghancurkan berhalanya. Adapun Al-Lat, Al-Mughirah bin Syu‘bah dan Sufyan bin Harb pergi menghancurkannya.