Bagian 105: Quraisy Melanggar Perjanjian
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 105
Quraisy Melanggar Perjanjian
Salah satu isi Perjanjian Hudaibiyah menyatakan bahwa siapa yang ingin bergabung dengan persekutuan kaum muslimin dipersilakan, dan siapa yang ingin bergabung dengan Quraisy juga dipersilakan. Khuza‘ah bergabung dalam perjanjian Rasulullah ﷺ, sedangkan Bani Bakr bergabung dengan Quraisy. Kedua kabilah itu telah lama bermusuhan dan memiliki tuntutan balas dendam. Bani Bakr menyerang Khuza‘ah pada malam hari. Mereka bertempur dan menimbulkan korban. Quraisy membantu Bani Bakr dengan senjata dan pasukan. Amr bin Salim Al-Khuza‘i segera pergi ke Madinah dan memberitahu Nabi ﷺ tentang pengkhianatan Quraisy dan sekutunya. Beliau menjanjikan kemenangan dan dukungan.
Quraisy menyadari besarnya kesalahan mereka dan berusaha memperbaiki keadaan. Mereka mengutus Abu Sufyan ke Madinah untuk memperbarui perjanjian dengan kaum muslimin. Abu Sufyan menemui putrinya, Ummu Habibah—istri Rasulullah ﷺ—agar ia menjadi perantara baginya. Ketika Abu Sufyan hendak duduk, Ummu Habibah mengangkat alas duduk itu agar ayahnya tidak duduk di atasnya. Ia berkata, “Engkau seorang musyrik yang najis, dan aku tidak suka engkau duduk di atas alas Rasulullah ﷺ.” Abu Sufyan berkata, “Demi Allah, keburukan telah menimpamu setelah berpisah dariku.”
Abu Sufyan keluar menemui Rasulullah ﷺ dan berbicara kepada beliau, tetapi beliau tidak menjawab. Abu Sufyan kemudian menemui Abu Bakar, lalu Umar bin Khattab, dan setelah itu Ali bin Abi Thalib. Ali menasihatinya agar kembali ke Makkah karena tidak ada manfaat yang dapat diperoleh. Abu Sufyan pun kembali ke Makkah dengan tangan hampa.