Bagian 100: Islamnya Khalid, Amr, dan Utsman
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 100
Islamnya Khalid, Amr, dan Utsman
Ketika Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu hendak berangkat ke Madinah untuk masuk Islam di hadapan Nabi ﷺ, ia bertemu Utsman bin Thalhah, penjaga Ka‘bah. Khalid menyampaikan niatnya dan mengajak Utsman ikut, lalu Utsman segera menyambut ajakan itu. Di daerah Al-Haddah, mereka bertemu Amr bin Ash. Khalid menuturkan, Amr bertanya, “Ke mana kalian akan pergi? Apa yang mendorong kalian?” Kami menjawab, “Masuk Islam dan mengikuti Muhammad.” Ia berkata, “Itulah juga tujuan kedatanganku.” Kami pun bersama-sama memasuki Madinah. Setelah menambatkan tunggangan di pinggir Harrah, Rasulullah ﷺ diberi kabar tentang kedatangan kami dan beliau gembira. Aku mengenakan pakaian terbaik, lalu menuju Rasulullah ﷺ. Beliau terus tersenyum kepadaku hingga aku berdiri di hadapan beliau. Aku mengucapkan salam kenabian kepadanya, dan beliau membalas salam dengan wajah berseri.
Aku berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan engkau adalah utusan Allah.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah memberimu petunjuk. Aku dahulu melihat kecerdasanmu dan berharap kecerdasan itu membawamu kepada kebaikan.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah melihat sikapku yang menentang kebenaran dalam berbagai pertempuran. Mohonkanlah kepada Allah agar Dia mengampuniku.” Rasulullah ﷺ bersabda, “Islam menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya.” Beliau lalu berdoa, “Ya Allah, ampunilah Khalid bin Walid atas segala upayanya menghalangi jalan Allah.” Khalid berkata, “Kemudian Utsman dan Amr maju dan berbaiat kepada Rasulullah ﷺ.” Kedatangan kami terjadi pada bulan Safar tahun kedelapan Hijriah.