Durūs min as-Sīrah

Bagian 98: Umrah Pengganti

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 98

عُمْرَةُ الْقَضَاءِ

Umrah Pengganti

بَعْدَ مُرُورِ عَامٍ مِنْ صُلْحِ الْحُدَيْبِيَةِ، وَفِي ذِي الْقَعْدَةِ مِنَ السَّنَةِ السَّابِعَةِ، خَرَجَ الرَّسُولُ ﷺ بِأَصْحَابِهِ إِلَى مَكَّةَ لِأَدَاءِ الْعُمْرَةِ. وَفِي الطَّرِيقِ أَحْرَمَ الرَّسُولُ ﷺ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ، وَلَبَّى بِالْعُمْرَةِ، وَسَاقَ مَعَهُ الْهَدْيَ، وَلَبَّى مَعَهُ أَصْحَابُهُ.

Setahun setelah Perjanjian Hudaibiyah, pada bulan Dzulqa‘dah tahun ketujuh Hijriah, Rasulullah ﷺ berangkat bersama para sahabat menuju Makkah untuk menunaikan umrah. Dalam perjalanan, beliau berihram dari Dzulhulaifah, mengucapkan talbiyah untuk umrah, dan membawa hewan kurban. Para sahabat pun bertalbiyah bersama beliau.

وَخَرَجَ مُسْتَعِدًّا بِالسِّلَاحِ وَالْمُقَاتِلَةِ خَشْيَةَ أَنْ يَقَعَ مِنْ قُرَيْشٍ غَدْرٌ. فَلَمَّا بَلَغَ يَأْجُجَ ـ مَوْضِعًا قَرِيبًا مِنْ مَكَّةَ ـ تَرَكَ السِّلَاحَ، وَخَلَّفَ عَلَيْهِ أَوْسَ بْنَ خَوْلِيٍّ الْأَنْصَارِيَّ فِي مِئَتَيْ رَجُلٍ، وَدَخَلَ بِسِلَاحِ الرَّاكِبِ: السُّيُوفِ فِي الْقُرُبِ.

Rasulullah ﷺ berangkat dengan persiapan senjata dan pasukan, karena khawatir Quraisy berkhianat. Ketika tiba di Ya’jaj, sebuah tempat dekat Makkah, beliau meninggalkan senjata dan menugaskan Aus bin Khauli Al-Anshari bersama dua ratus orang untuk menjaganya. Beliau memasuki Makkah hanya dengan senjata yang biasa dibawa seorang musafir, yaitu pedang yang tersimpan dalam sarung.

وَدَخَلَ الرَّسُولُ ﷺ مَكَّةَ، وَأَمَرَ أَصْحَابَهُ بِالِاضْطِبَاعِ وَالرَّمَلِ فِي الْأَشْوَاطِ الثَّلَاثَةِ. فَلَمَّا رَآهُمُ الْمُشْرِكُونَ قَالُوا: «هَؤُلَاءِ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّ حُمَّى يَثْرِبَ قَدْ أَوْهَنَتْهُمْ». وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ قَدْ أَشَاعُوا أَنَّ الْمُسْلِمِينَ قَدْ أَنْهَكَتْهُمُ الْحُمَّى، فَأَرَادَ النَّبِيُّ ﷺ أَنْ يُرْهِبَهُمْ وَيُرِيَهُمْ قُوَّةَ الْمُسْلِمِينَ.

Rasulullah ﷺ memasuki Makkah dan memerintahkan para sahabat melakukan idhtiba‘ serta berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama tawaf. Ketika melihat mereka, kaum musyrik berkata, “Mereka yang kalian sangka telah dilemahkan oleh demam Yatsrib.” Kaum musyrik sebelumnya menyebarkan kabar bahwa demam telah menguras kekuatan kaum muslimin. Nabi ﷺ ingin membuat mereka gentar dan memperlihatkan kekuatan kaum muslimin.

وَلَمَّا فَرَغَ الرَّسُولُ ﷺ مِنَ الطَّوَافِ سَعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ، ثُمَّ نَحَرَ الْهَدْيَ عِنْدَ الْمَرْوَةِ وَحَلَقَ، وَكَذَلِكَ فَعَلَ الْمُسْلِمُونَ. ثُمَّ بَعَثَ نَاسًا إِلَى يَأْجُجَ لِيُقِيمُوا عَلَى السِّلَاحِ، وَيَأْتِيَ الْآخَرُونَ فَيَقْضُوا نُسُكَهُمْ، فَفَعَلُوا. وَخَرَجَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ مَكَّةَ بَعْدَ أَنْ طَلَبَتْ قُرَيْشٌ إِلَيْهِمْ ذَلِكَ، حَيْثُ قَضَوْا فِيهَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، وَهِيَ الْمُدَّةُ الْمُتَّفَقُ عَلَيْهَا.

Setelah selesai tawaf, Rasulullah ﷺ melakukan sa‘i antara Shafa dan Marwah. Beliau lalu menyembelih hewan kurban di Marwah dan mencukur rambut. Kaum muslimin melakukan hal yang sama. Kemudian beliau mengirim sebagian orang ke Ya’jaj untuk menjaga senjata, sementara kelompok lainnya datang untuk menyelesaikan manasik mereka. Kaum muslimin meninggalkan Makkah setelah Quraisy meminta mereka pergi. Mereka telah tinggal di sana selama tiga hari, sesuai kesepakatan.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Umrah Pengganti (عُمْرَةُ الْقَضَاءِ), halaman 115 kitab (halaman 116 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button