Bagian 81: Baiat Ridhwan
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 81
Baiat Ridhwan
Ketika Nabi ﷺ menetap di Hudaibiyah menunggu hasil perundingan dengan Quraisy dan izin memasuki Makkah, empat puluh pemuda Quraisy bersenjata menyusup dan mencoba menyerang perkemahan kaum muslimin. Mereka berharap dapat membunuh salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ. Kaum muslimin menangkap mereka semua dan membawa mereka kepada Rasulullah ﷺ. Beliau memaafkan dan membebaskan mereka.
Kemudian Rasulullah ﷺ mengutus ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu kepada para pemuka Quraisy untuk menjelaskan bahwa beliau tidak datang untuk berperang, melainkan mengunjungi Baitullah dan menghormati kesuciannya. Perundingan ‘Utsman dengan Quraisy mengalami jalan buntu. Quraisy menahan ‘Utsman dan tersebar kabar bahwa ia telah dibunuh. Ketika mendengar kabar itu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Kita tidak akan beranjak sampai menghadapi mereka.” Beliau mengajak para sahabat berbaiat. Baiat itu berlangsung di bawah sebuah pohon dan dikenal sebagai Baiat Ridhwan.
Rasulullah ﷺ membaiat para sahabat agar tetap bertahan dan memerangi kaum musyrik tanpa melarikan diri jika ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu mengalami sesuatu yang buruk. Beliau menepukkan salah satu tangannya ke tangan yang lain seraya bersabda, “Baiat ini untuk ‘Utsman.” Satu-satunya orang yang tidak ikut berbaiat dan tidak hadir adalah Al-Jadd bin Qais, yang bersembunyi di balik untanya. Tidak lama setelah baiat, Rasulullah ﷺ menerima kabar bahwa ‘Utsman baik-baik saja, tidak dibunuh dan tidak dicelakai.