Durūs min as-Sīrah

Bagian 82: Perjanjian Hudaibiyah

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 82

صُلْحُ الْحُدَيْبِيَةِ

Perjanjian Hudaibiyah

لَمَّا عَلِمَتْ قُرَيْشٌ بِمُبَايَعَةِ الْمُسْلِمِينَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ خَافَتْ، وَسَارَعَتْ فَبَعَثَتْ سُهَيْلَ بْنَ عَمْرٍو لِيَعْقِدَ مَعَ الرَّسُولِ ﷺ صُلْحًا عَلَى أَنْ يَرْجِعَ الْمُسْلِمُونَ هَذَا الْعَامَ، وَيَعُودُوا فِي الْعَامِ التَّالِي. وَتَمَّ الصُّلْحُ، وَقَبِلَ الرَّسُولُ ﷺ شُرُوطَهُ وَسَطَ دَهْشَةِ الصَّحَابَةِ وَغَضَبِهِمْ مِنْ هَذِهِ الشُّرُوطِ الَّتِي كَانَ ظَاهِرُهَا فِي مَصْلَحَةِ قُرَيْشٍ. فَقَدْ بَدَتْ لَهُمْ ظَالِمَةً، وَرَأَوْا فِيهَا هَضْمًا لِحَقِّ الْمُسْلِمِينَ.

Ketika mengetahui kaum muslimin berbaiat kepada Rasulullah ﷺ, Quraisy merasa khawatir. Mereka segera mengutus Suhail bin ‘Amr untuk mengadakan perjanjian damai dengan Rasulullah ﷺ, dengan ketentuan bahwa kaum muslimin kembali pada tahun itu dan datang lagi pada tahun berikutnya. Perjanjian pun disepakati. Rasulullah ﷺ menerima syarat-syaratnya, meskipun para sahabat terkejut dan marah karena secara lahiriah syarat-syarat itu tampak menguntungkan Quraisy. Mereka menilainya zalim dan menganggap hak kaum muslimin dirugikan.

إِلَّا أَنَّ الرَّسُولَ ﷺ كَانَ يُرِيدُ الصُّلْحَ؛ لِأَنَّهُ كَانَ يَعْلَمُ يَقِينًا أَنَّ الْهُدْنَةَ فِي مَصْلَحَةِ الْمُسْلِمِينَ، وَأَنَّ الْإِسْلَامَ إِذَا انْتَشَرَ فِي هُدُوءٍ وَسَلَامٍ دَخَلَ فِيهِ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ. وَهَذَا مَا حَصَلَ فِعْلًا؛ فَقَدِ انْتَشَرَ الْإِسْلَامُ بَيْنَ النَّاسِ انْتِشَارًا كَبِيرًا خِلَالَ فَتْرَةِ الْهُدْنَةِ.

Namun, Rasulullah ﷺ menginginkan perdamaian karena beliau yakin bahwa gencatan senjata menguntungkan kaum muslimin. Jika Islam berkembang dalam suasana tenang dan damai, banyak orang akan memeluknya. Hal itu benar-benar terjadi: Islam menyebar luas di tengah masyarakat selama masa gencatan senjata.

بَلْ كَانَتْ تِلْكَ الْهُدْنَةُ نَصْرًا كَبِيرًا لِلْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ، وَدَلِيلًا عَلَى أَنَّ الرَّسُولَ ﷺ كَانَ يَنْظُرُ بِنُورِ اللَّهِ، إِذْ قَبِلَ كُلَّ شَرْطٍ مِنْ تِلْكَ الشُّرُوطِ الَّتِي رَأَى بَعْضُ الصَّحَابَةِ ظَاهِرَهَا أَنَّهُ فِي مَصْلَحَةِ قُرَيْشٍ. وَلَمْ يَكُنْ يَدُورُ فِي خَلَدِ أَحَدٍ مِنْهُمْ أَنَّهُمْ سَيَعُودُونَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُؤَدُّوا الْعُمْرَةَ الَّتِي جَاءُوا مِنْ أَجْلِهَا.

Bahkan, gencatan senjata itu menjadi kemenangan besar bagi Islam dan kaum muslimin. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mendapat petunjuk Allah ketika menerima syarat-syarat yang oleh sebagian sahabat tampak menguntungkan Quraisy. Tidak seorang pun dari mereka membayangkan bahwa mereka akan pulang tanpa melaksanakan umrah yang menjadi tujuan kedatangan mereka.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Perjanjian Hudaibiyah (صُلْحُ الْحُدَيْبِيَةِ), halaman 99 kitab (halaman 100 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button