Bagian 59: Para Syuhada Uhud
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 59
Para Syuhada Uhud
Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ menggabungkan dua jenazah korban Uhud dalam satu kain. Beliau bertanya, “Siapakah di antara mereka yang lebih banyak menghafal Al-Qur’an?” Jika ditunjukkan kepada beliau salah satunya, beliau mendahulukannya untuk diletakkan di liang lahad. Beliau memerintahkan agar mereka dimakamkan dengan darah mereka, tanpa disalatkan dan tanpa dimandikan. Dua atau tiga jenazah dimakamkan dalam satu kubur. Beliau juga memerintahkan agar mereka dimakamkan di tempat mereka gugur. Jenazah yang sempat dibawa untuk dimakamkan di dalam kota dikembalikan ke tempat semula. Setelah pemakaman, Rasulullah ﷺ membariskan para sahabat, memuji Allah dengan panjang, dan mendoakan mereka. Beliau bersabda tentang para syuhada itu, “Aku menjadi saksi atas mereka pada hari Kiamat.”
Tentang para syuhada tersebut, Allah menurunkan firman-Nya: “Jangan sekali-kali mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali ‘Imran: 169). Muslim meriwayatkan bahwa Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya tentang ayat ini. Ia menjawab, “Kami juga pernah menanyakannya. Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Ruh mereka berada dalam tubuh burung-burung hijau. Mereka memiliki pelita-pelita yang tergantung di bawah ‘Arasy. Mereka bebas terbang ke mana saja di surga yang mereka kehendaki, kemudian kembali ke pelita-pelita itu…’”
Rasulullah ﷺ biasa mengunjungi para syuhada Uhud dan mendoakan mereka. Beberapa hari sebelum wafat, beliau kembali mengunjungi mereka. Beliau berdiri di sisi kubur mereka, mengucapkan salam, dan mendoakan mereka.