Bagian 52: Pengusiran Bani Qainuqa dari Madinah
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 52
Pengusiran Bani Qainuqa dari Madinah
Setelah kaum muslimin menang dalam Perang Badar, Rasulullah ﷺ mengumpulkan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa di pasar mereka. Beliau bersabda, “Wahai kaum Yahudi, masuk Islamlah sebelum Allah menimpakan kepada kalian sesuatu seperti yang menimpa Quraisy.” Mereka menjawab, “Wahai Muhammad, jangan tertipu oleh kemenanganmu atas beberapa orang Quraisy yang belum berpengalaman dan tidak mengenal perang. Demi Allah, jika engkau memerangi kami, engkau akan tahu bahwa kami benar-benar lawan yang tangguh dan engkau belum pernah menghadapi orang seperti kami.” Maka Allah menurunkan firman-Nya: “Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur, ‘Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal.’” (QS. Ali ‘Imran: 12).
Kemudian, seorang perempuan muslimah datang membawa perhiasan untuk dijual di pasar Bani Qainuqa. Setelah menjualnya, ia duduk di tempat seorang perajin perhiasan. Orang-orang Yahudi memaksanya membuka wajah, tetapi ia menolak. Perajin itu diam-diam mengikat ujung pakaiannya. Ketika perempuan itu berdiri, auratnya tersingkap. Ia berteriak meminta pertolongan. Seorang laki-laki muslim menyerang dan membunuh perajin tersebut. Orang-orang Yahudi lalu menyerbu dan membunuh laki-laki muslim itu. Keluarga korban meminta pertolongan kaum muslimin. Kaum muslimin pun marah dan pecahlah pertempuran antara mereka dan Bani Qainuqa.
Dengan tindakan itu, orang-orang Yahudi melanggar perjanjian. Nabi ﷺ mengepung mereka selama setengah bulan hingga mereka menyerah kepada keputusan beliau. Beliau kemudian mengusir mereka dari Madinah ke Adzri‘at di Syam. Peristiwa itu terjadi pada bulan Syawal tahun kedua Hijriah.