Bagian 51: ‘Umair bin Wahb Mengumumkan Keislamannya
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 51
‘Umair bin Wahb Mengumumkan Keislamannya
Ketika melihat ‘Umair bin Wahb menuju masjid Rasulullah ﷺ, ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu masuk menemui beliau dan berkata, “Wahai Nabi Allah, ini ‘Umair bin Wahb, musuh Allah, datang dengan pedang tersandang.” Nabi ﷺ berkata, “Bawalah ia masuk menemuiku.” ‘Umar pun membawanya menghadap Rasulullah ﷺ. Saat melihat ‘Umair dan ‘Umar yang memegangnya, beliau bersabda, “Lepaskan dia, wahai ‘Umar. Mendekatlah, wahai ‘Umair.” ‘Umair mendekat. Beliau bertanya, “Apa yang membawamu kemari, wahai ‘Umair?” Ia menjawab, “Aku datang untuk membicarakan tawanan yang berada di tangan kalian. Perlakukanlah ia dengan baik.”
Nabi ﷺ bertanya, “Lalu, mengapa pedang tersandang di lehermu?” ‘Umair menjawab, “Semoga Allah memburukkan pedang-pedang ini. Apa gunanya pedang-pedang itu bagi kami?” Beliau bersabda, “Katakan dengan jujur, apa tujuan kedatanganmu?” Ia menjawab, “Aku datang hanya untuk itu.” Beliau bersabda, “Tidak. Engkau dan Shafwan bin Umayyah pernah duduk bersama membicarakan orang-orang Quraisy yang terbunuh di Badar. Lalu engkau berkata, ‘Seandainya aku tidak memiliki utang dan keluarga yang harus kuurus, niscaya aku akan pergi untuk membunuh Muhammad.’ Kemudian Shafwan menanggung utang dan keluargamu dengan syarat engkau membunuhku. Namun, Allah menghalangimu dari hal itu.”
‘Umair berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Dahulu, wahai Rasulullah, kami mendustakan berita langit yang engkau sampaikan dan wahyu yang diturunkan kepadamu. Namun, peristiwa ini hanya diketahui olehku dan Shafwan. Demi Allah, aku tahu bahwa tidak ada yang memberitahukannya kepadamu selain Allah. Segala puji bagi Allah yang telah memberiku petunjuk kepada Islam dan membawaku ke tempat ini.” Kemudian ia mengucapkan syahadat.