Dalam Perang Tabuk terjadi sejumlah mukjizat. Di antaranya, ketika pasukan sangat kehausan, Nabi ﷺ berdoa kepada Rabb-nya. Awan pun berkumpul dan hujan deras turun. Orang-orang minum, memberi minum hewan ternak, dan memenuhi wadah-wadah mereka. Ketika mereka meninggalkan tempat itu, ternyata awan tersebut tidak melampaui perkemahan mereka.
Unta Nabi ﷺ tersesat. Seorang munafik berkata, “Bukankah ia mengaku sebagai nabi dan memberi tahu kalian berita dari langit, padahal ia tidak tahu di mana untanya?” Ketika kabar itu sampai kepada beliau, beliau bersabda, “Demi Allah, aku hanya mengetahui apa yang Allah ajarkan kepadaku. Allah telah menunjukkan kepadaku tempatnya; unta itu berada di tempat ini dan itu.” Mereka pun pergi ke tempat tersebut dan menemukannya.
Kelaparan melanda pasukan. Nabi ﷺ memerintahkan mereka mengumpulkan sedikit makanan yang mereka miliki, lalu berdoa agar Allah memberkahinya. Makanan itu bertambah banyak. Mereka mengisi wadah-wadah mereka hingga tak ada satu pun wadah di perkemahan yang tersisa kosong. Mereka makan sampai kenyang, bahkan masih ada makanan yang tersisa.
Di Tabuk, Nabi ﷺ mengutus Khalid bin Walid ke Dumatul Jandal dan memberitahunya bahwa ia akan mendapati rajanya, Ukaydir bin Abdul Malik, sedang berburu sapi liar. Malam itu, Ukaydir melihat sapi-sapi mendekati istananya hingga tanduknya menyentuh istana. Ia turun dan keluar untuk berburu, lalu Khalid bin Walid menangkapnya dan membawanya kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ juga mengabarkan akan datang angin kencang; ketika malam tiba, angin pun bertiup. Beliau mengabarkan bahwa Abu Dzar akan meninggal seorang diri. Abu Dzar wafat pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan ketika dalam perjalanan menuju daerah Rabdzah. Kendaraan-kendaraan kaum muslimin kelelahan. Nabi ﷺ meniup punggungnya sehingga kembali bertenaga, bahkan para sahabat kesulitan mengendalikannya.