Bagian 113: Pengepungan Thaif
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 113
Pengepungan Thaif
Setelah pasukan Hawazin kalah, mereka berpencar di pegunungan dan lembah. Pemimpin mereka, Malik bin Auf, berlindung di Thaif, sedangkan kelompok lainnya berkemah di lembah Authas, antara Hunain dan Thaif. Rasulullah ﷺ mengutus Abu Amir Al-Asy‘ari menghadapi mereka. Abu Amir terkena panah dan gugur sebagai syahid setelah menunjuk Abu Musa Al-Asy‘ari sebagai pemimpin pasukan. Kaum musyrik kalah setelah pertempuran singkat dan melarikan diri.
Rasulullah ﷺ bergerak menuju Thaif dan mengepungnya. Penduduk Thaif berlindung di balik benteng-benteng mereka yang kokoh, setelah menyimpan persediaan yang cukup untuk setahun penuh. Ketika Rasulullah ﷺ tiba dan berkemah dekat benteng, Bani Tsaqif memanfaatkan kesempatan untuk menghujani perkemahan kaum muslimin dengan anak panah. Dua belas orang terkena panah, termasuk Abdullah bin Abi Bakr radhiyallahu ‘anhu yang kemudian gugur sebagai syahid.
Kaum muslimin mengepung Thaif selama beberapa hari setelah mundur sedikit dari benteng. Selama pengepungan terjadi banyak bentrokan kecil antara kaum muslimin dan kaum musyrik. Ketika pengepungan berlangsung lama dan sejumlah kaum muslimin terluka, Rasulullah ﷺ bermusyawarah dengan para sahabat. Mereka sepakat untuk menghentikan pengepungan. Dalam pengepungan tersebut kaum muslimin menggunakan beberapa alat perang, seperti manjaniq dan alat dari kayu berlapis kulit yang disebut dababah.