Akidah

Sekularisme

Materi Tanya Jawab

Mengenal Sekularisme:
Sejarah, Pemikiran, Pengaruh, dan Kritiknya

Enam pertanyaan dan jawaban mengenai sekularisme, perkembangannya, serta tinjauannya menurut manhaj Ahlusunah waljamaah.

Materi berikut memaparkan pengertian sekularisme, sejarah kemunculannya di Barat, penyebarannya ke dunia Islam, landasan pemikirannya, pengaruhnya, argumentasi yang digunakannya, serta cara mengkajinya secara kritis berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Penjelasan disajikan secara terstruktur untuk memudahkan pembelajaran dan pengulangan materi.

Apa yang dimaksud dengan sekularisme? Bagaimana sekularisme muncul dan berkembang dalam konteks sejarah Barat?

Jawaban

Sekularisme adalah suatu aliran pemikiran dan politik yang berpandangan bahwa agama dipisahkan dari urusan negara, perundang-undangan, dan kehidupan publik, dengan tingkat pemisahan yang berbeda-beda.

Sekularisme muncul di Eropa akibat berbagai faktor, di antaranya konflik antara gereja dan kekuasaan politik, dominasi gereja pada beberapa periode, perubahan dalam bidang ilmu pengetahuan dan pemikiran, serta gerakan reformasi agama.

Selanjutnya, sekularisme berkembang pada masa Renaisans dan Pencerahan, kemudian semakin menonjol setelah Revolusi Prancis. Pemikiran ini pun menyebar ke berbagai sistem politik Barat, meskipun penerapannya berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Bagaimana sekularisme masuk ke dunia Islam, dan apa saja jalur utama penyebarannya?

Jawaban

Sekularisme masuk ke dunia Islam melalui beberapa cara, di antaranya:

  1. Penjajahan Barat dan pengaruhnya terhadap sistem politik dan hukum.
  2. Pengiriman pelajar untuk menempuh pendidikan di negara-negara Eropa.
  3. Westernisasi dan keterpengaruhan oleh berbagai pemikiran serta filsafat Barat.
  4. Pendirian lembaga pendidikan yang dipengaruhi oleh kurikulum Barat.
  5. Media massa, kebudayaan, dan sastra sebagai sarana penyebaran gagasan.
  6. Penerapan undang-undang dan sistem hukum positif oleh sebagian pemerintahan sebagai pengganti hukum syariat Islam.

Tingkat penyebaran dan pengaruh sekularisme di negara-negara Islam berbeda-beda sesuai dengan kondisi politik dan sosial masing-masing negara.

Apa saja landasan dan konsep pemikiran yang menjadi dasar sekularisme?

Jawaban

Di antara landasan dan konsep utama yang menjadi dasar sekularisme adalah:

  1. Pemisahan agama dari negara: Tidak menjadikan agama sebagai rujukan yang mengatur kekuasaan politik dan pembuatan undang-undang.
  2. Rasionalisme: Mengandalkan akal manusia dalam mengatur urusan publik.
  3. Manusia sebagai sumber rujukan dalam pembuatan hukum: Menjadikan hukum-hukum kenegaraan bersumber dari kehendak manusia dan lembaga-lembaga sipil.
  4. Kebebasan individu: Menekankan kebebasan berkeyakinan, berpikir, dan mengemukakan pendapat.
  5. Humanisme: Memberikan perhatian kepada manusia dan kepentingan-kepentingan duniawinya.
  6. Netralitas negara dalam urusan agama: Dalam sebagian model sekularisme, negara tidak menganut atau mengutamakan agama tertentu.

Tidak semua bentuk sekularisme dengan sendirinya mengingkari keberadaan Allah atau menolak agama, meskipun sebagian alirannya menganut ateisme atau materialisme.

Bagaimana sekularisme memengaruhi akidah, pemikiran, perundang-undangan, nilai-nilai, dan masyarakat Islam?

Jawaban

Pengaruh sekularisme di sebagian masyarakat Islam tampak dalam berbagai bidang, di antaranya:

  1. Dalam bidang akidah: Muncul dan tersebarnya sebagian syubhat tentang wahyu, kenabian, dan kedudukan agama dalam kehidupan.
  2. Dalam bidang pemikiran: Munculnya aliran-aliran yang menyerukan agar agama dijauhkan dari politik dan urusan publik.
  3. Dalam bidang perundang-undangan: Penggantian sebagian hukum syariat dengan hukum positif dalam berbagai bidang.
  4. Dalam bidang nilai dan akhlak: Munculnya pandangan yang menjadikan nilai-nilai dan akhlak terlepas dari rujukan agama.
  5. Dalam bidang kemasyarakatan: Perubahan sebagian konsep yang berkaitan dengan keluarga, perempuan, pendidikan, dan hubungan sosial.
  6. Dalam bidang pendidikan: Terpengaruhnya sebagian kurikulum oleh pemisahan antara pengetahuan agama dan urusan duniawi.

Pengaruh-pengaruh tersebut berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Karena itu, tidak tepat jika seluruh perubahan sosial dianggap semata-mata disebabkan oleh sekularisme.

Apa saja argumentasi dan pernyataan utama yang dijadikan dasar oleh pemikiran sekuler?

Jawaban

Di antara argumentasi dan pernyataan yang digunakan oleh pemikiran sekuler adalah:

  1. Anggapan bahwa agama merupakan hubungan pribadi antara manusia dengan Tuhannya sehingga tidak seharusnya mencampuri urusan politik.
  2. Anggapan bahwa pemisahan agama dari negara dapat melindungi kebebasan berkeyakinan.
  3. Penggunaan sejarah konflik agama di Eropa sebagai alasan perlunya pemisahan agama dari pemerintahan.
  4. Anggapan bahwa hukum buatan manusia lebih mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan tempat.
  5. Anggapan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban memerlukan kemandirian lembaga ilmiah dan politik dari kekuasaan agama.
  6. Anggapan bahwa negara seharusnya mengambil posisi yang sama terhadap seluruh agama.

Argumentasi-argumentasi ini perlu dikaji dan dikritisi dengan membedakan pengalaman sejarah gereja di Eropa dari karakteristik Islam dan syariatnya.

Bagaimana menganalisis sekularisme dan mengkritisi prinsip-prinsip serta pernyataannya berdasarkan manhaj Ahlusunah waljamaah?

Jawaban

Analisis dan kritik terhadap sekularisme berdasarkan manhaj Ahlusunah waljamaah dilakukan melalui beberapa hal berikut:

  1. Merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta memahami keduanya sesuai dengan manhaj salafus saleh.
  2. Menjelaskan bahwa Islam mencakup akidah, ibadah, akhlak, dan hukum. Islam tidak terbatas pada ibadah individual semata. Allah Ta’ala berfirman:

    ﴿إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ﴾

    Artinya: “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.” (QS. Yusuf: 40)

  3. Menegaskan kewajiban berhukum kepada syariat Allah. Allah Ta’ala berfirman:

    ﴿فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ﴾

    Artinya: “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan.” (QS. An-Nisa: 65)

  4. Menjelaskan kesempurnaan syariat Islam dan kelayakannya. Allah Ta’ala berfirman:

    ﴿الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا﴾

    Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

  5. Membedakan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dari sekularisme. Islam tidak menentang ilmu-ilmu empiris yang bermanfaat. Yang dikritisi adalah pemikiran sekuler dalam hal-hal yang bertentangan dengan prinsip dan ketentuan syariat.
  6. Membantah syubhat dengan dalil syar’i dan argumentasi rasional, disertai sikap adil, objektif, dan pemahaman yang tepat terhadap pendapat pihak yang berbeda.
  7. Membedakan antara pemikiran dan individu. Seseorang tidak boleh langsung dihukumi kafir hanya karena diberi label sekuler. Penetapan hukum terhadap individu tertentu harus memperhatikan ketentuan syariat, terpenuhinya syarat-syarat, dan tidak adanya penghalang.
Materi pembelajaran • Tanya Jawab Seputar Sekularisme

Sayyid Syadly, Lc

Mahasiswa S2, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button