Konsultasi

Kalimat Tauhid di Ujung Usia

Nomor Fatwa: 147 Kalimat Tauhid di Ujung Usia: Takdir Allah atau Perjalanan Hidup dalam Islam?

☷ Daftar Isi Artikel
Pengaturan kenyamanan membaca
Progres membaca
0%

Pertanyaan

Ustaz, kalimat tauhid di ujung usia kita apakah merupakan takdir kita atau sesuai dengan perjalanan hidup kita dalam Islam?

Jawaban

Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Mengucapkan kalimat tauhid di akhir hayat adalah bagian dari takdir Allah, sekaligus merupakan taufik dan hidayah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Dan di antara sebab memperoleh taufik tersebut adalah perjalanan hidup seseorang dalam iman dan ketaatan.

Allah berfirman:

﴿يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ﴾

“Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang zalim. Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.”

(QS. Ibrahim: 27)

Ayat ini sangat tepat untuk masalah tersebut. الثبات pada saat-saat menentukan bukan semata-mata karena kemampuan manusia, tetapi karena Allah yang meneguhkan:

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا

Karena itu, seseorang tidak boleh merasa, “Saya sudah tahu tauhid, pasti nanti mampu mengucapkannya.” Mengetahui kalimat tauhid berbeda dengan diberi taufik untuk mengucapkannya ketika sakaratul maut.

Namun taufik Allah juga tidak berarti amal seseorang selama hidup tidak mempunyai hubungan dengan akhir kehidupannya. Allah berfirman:

﴿وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ﴾

“Orang-orang yang mendapatkan petunjuk, Allah menambahkan petunjuk kepada mereka dan memberikan ketakwaan kepada mereka.”

(QS. Muhammad: 17)

Maka terdapat hubungan antara الهداية والتوفيق dengan usaha seorang hamba. Seseorang beriman, menjaga tauhid, salat, meninggalkan maksiat dan terus kembali kepada Allah; kemudian Allah memberikan tambahan hidayah dan keteguhan kepadanya.

Sebaliknya, pada orang yang berpaling dari kebenaran terdapat الإضلال والخذلان—Allah membiarkannya tersesat dan tidak memberinya taufik—dan hal itu terjadi dengan keadilan Allah, bukan kezaliman. Allah berfirman:

﴿فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ﴾

“Ketika mereka menyimpang, Allah pun menyimpangkan hati mereka.”

(QS. Ash-Shaff: 5)

Perhatikan urutannya:

فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ

“Ketika mereka menyimpang → Allah menyimpangkan hati mereka.”

Karena itu, jawaban yang lebih tepat adalah:

Husnul khatimah adalah takdir Allah dan taufik dari-Nya, tetapi Allah menjadikan iman, istiqamah dan amal saleh sebagai sebab untuk mendapatkan keteguhan tersebut. Sebaliknya, kekufuran, berpaling dari kebenaran dan terus-menerus dalam penyimpangan dapat menjadi sebab الخذلان dan سوء الخاتمة.

Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ»

“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah Lā ilāha illallāh, ia masuk surga.”

(HR. Abu Dawud)

Maka jangan hanya berdoa agar mati dengan kalimat tauhid, tetapi mintalah kepada Allah agar dihidupkan di atas tauhid. Sebab orang yang sepanjang hidupnya membiasakan hati dan lisannya dengan tauhid, iman dan ketaatan sedang menempuh sebab-sebab husnul khatimah, sementara keputusan akhirnya tetap berada di tangan Allah.

Doa yang sangat penting adalah:

﴿رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ﴾

“Wahai Rabb kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi kami petunjuk, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

(QS. Ali ‘Imran: 8)

Jadi, الهداية أولًا وآخرًا من الله—hidayah pada awal perjalanan dan keteguhan sampai akhir semuanya dari Allah. Tugas seorang hamba adalah mengambil sebab, istiqamah, takut terhadap الخذلان, dan terus memohon الثبات وحسن الخاتمة.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA. & Narasumber di https://chat.whatsapp.com/DdLUj6dLOnD9UlRoOiENpF?s=cl&p=a&mlu=4&ilr=4

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button