Tatsqif

Deskripsi Ummu Ma‘bad al-Khuza‘iyyah radhiyallahu ‘anha tentang Nabi ﷺ

Deskripsi Ummu Ma‘bad al-Khuza‘iyyah radhiyallahu ‘anha tentang Nabi ﷺ

Ummu Ma‘bad radhiyallahu ‘anha berkata:

“Aku melihat seorang laki-laki yang tampak:

1. Tampak jelas kebersihan dan kewibawaannya.

2. Wajahnya bercahaya.

3. Rupanya elok.

4. Akhlaknya indah.

5. Tubuhnya tidak tercela oleh perut yang besar.

6. Kepalanya tidak kecil.

7. Ia tampan, bersih, dan seimbang.

8. Matanya hitam pekat.

9. Bulu matanya panjang.

10. Suaranya berwibawa.

11. Lehernya panjang dan bercahaya.

12. Janggutnya lebat.

13. Alisnya panjang dan menyatu.

14. Apabila diam, tampak penuh kewibawaan.

15. Apabila berbicara, tampak anggun dan memesona.

16. Dari kejauhan, ia manusia yang paling tampan.

17. Dari dekat, ia yang paling indah danpaling elok.

18. Ucapannya manis.

19. Ucapannya jelas.

20. Tidak berlebihan.

21. Tidak pula terlalu singkat.

22. Ucapannya bagaikan untaian mutiara yang teratur.

23. Postur tubuhnya sedang.

24. Tidak terlalu tinggi sehingga mencolok.

25. Tidak pula terlalu pendek sehingga terhina.

26. Bagaikan cabang di antara dua cabang.

27. Dialah yang paling indah dipandang.

28. Paling agung nilainya.

29. Memiliki para sahabat yang mengelilinginya.

30. Jika ia berbicara, mereka menyimak ucapannya.

31. Jika ia memerintah, mereka berlomba melaksanakan perintahnya.

32. Sosok yang diagungkan dan ditaati.

33. Bukan orang yang bermuka masam.

34. Bukan pula orang yang suka meremehkan.

Di antara yang meriwayatkannya secara lengkap adalah ath-Thabarani dalam al-Mu‘jam al-Kabir dan al-Hakim dalam al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain. Al-Hakim berkata: “Hadis ini sahih sanadnya, namun keduanya (al-Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya.” Adz-Dzahabi berkata dalam at-Talkhish: “Sahih.” Ibnu Katsir berkata dalam al-Bidayah wa an-Nihayah: “Hadis ini diriwayatkan melalui beberapa jalur yang saling menguatkan satu sama lain.” Al-Haitsami berkata: “Di dalam sanadnya terdapat ‘Abdul ‘Aziz bin Yahya al-Madini, yang dinisbatkan oleh al-Bukhari dan selainnya kepada kebohongan.

Namun al-Hakim mengatakan: ia صدوق (jujur). Di dalamnya juga terdapat beberapa perawi yang tidak dikenal.” Ibnu Taimiyah berkata dalam al-Jawab ash-Shahih: “Hadis ini masyhur.” Al-Albani berkata dalam Takhrij Misykat al-Mashabih: “Hadis ini lemah, namun dapat naik derajatnya menjadi hasan atau sahih dengan banyaknya jalur periwayatan.”

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button