Bagian 167: Zuhud Beliau ﷺ
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 167
Zuhud Beliau ﷺ
Sifat zuhud yang sesungguhnya hanya tepat disematkan kepada orang yang memiliki kesempatan mendapatkan sesuatu, tetapi berpaling dan meninggalkannya karena tidak menginginkannya. Nabi kita ﷺ adalah orang yang paling zuhud terhadap dunia dan paling sedikit keinginannya terhadap dunia. Beliau mencukupkan diri dengan kebutuhan pokok dan menerima kehidupan sederhana, padahal dunia terbentang di hadapannya dan beliau adalah makhluk yang paling mulia di sisi Allah. Seandainya Allah menghendaki, tentu Dia dapat menganugerahkan kepada beliau harta dan kenikmatan apa pun.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan dalam tafsirnya, dari Khaitsamah, bahwa Nabi ﷺ pernah ditawari, “Jika engkau mau, kami akan memberimu perbendaharaan bumi dan kunci-kuncinya, sesuatu yang belum pernah diberikan kepada nabi sebelummu dan tidak akan diberikan kepada siapa pun sesudahmu. Hal itu tidak akan mengurangi sedikit pun kedudukanmu di sisi Allah.” Beliau ﷺ menjawab, “Kumpulkanlah semua itu untukku di akhirat.”
Kehidupan dan penghidupan beliau ﷺ sungguh menakjubkan. Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah berjalan bersama Nabi ﷺ di kawasan berbatu hitam di Madinah. Gunung Uhud terlihat di hadapan kami. Beliau bersabda, ‘Aku tidak suka jika aku memiliki emas sebesar gunung Uhud ini, lalu tiga hari berlalu sementara masih ada satu dinar darinya padaku, kecuali sesuatu yang kusiapkan untuk membayar utang. Aku akan membagikannya kepada hamba-hamba Allah begini, begini, dan begini,’ sambil menunjuk ke kanan, kiri, dan belakangnya.” Beliau juga bersabda, “Apa urusanku dengan dunia? Aku di dunia ini hanyalah seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”