Bagian 67: Ekspedisi Bani Nadhir
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 67
Ekspedisi Bani Nadhir
Pada bulan Rabiulawal tahun keempat Hijriah, Rasulullah ﷺ mendatangi permukiman Bani Nadhir untuk meminta bantuan mereka membayar diyat dua orang yang dibunuh ‘Amr bin Umayyah Adh-Dhamri di Bi’r Ma‘unah, sesuai perjanjian antara Rasulullah ﷺ dan mereka. Ketika beliau datang, mereka menunjukkan sikap menerima dan berbicara dengan lembut, tetapi sebenarnya menyimpan niat jahat dan pengkhianatan.
Rasulullah ﷺ duduk menunggu di dekat sebuah dinding. Bani Nadhir berusaha membunuh beliau dengan menjatuhkan batu besar dari atas dinding ketika beliau sedang duduk; ‘Amr bin Jahsy bertugas melakukannya. Namun, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi memberitahukan rencana mereka kepada Nabi-Nya ﷺ. Beliau pun pergi seolah-olah hendak menunaikan suatu keperluan, lalu kembali ke Madinah. Nabi ﷺ kemudian memberi Bani Nadhir waktu sepuluh hari untuk meninggalkan benteng dan kebun mereka. Mereka tidak melakukannya, sehingga beliau mengepung mereka sampai mereka menyerah kepada keputusan beliau.
Beliau mengusir mereka dari Madinah dengan ketentuan bahwa mereka boleh membawa harta dan barang-barang yang dapat diangkut unta, kecuali senjata. Orang-orang Yahudi mulai merobohkan rumah mereka sendiri agar pintu dan jendelanya dapat dibawa. Sebagian pergi ke Khaibar dan sebagian lainnya menuju Syam. Dua orang di antara mereka menyatakan masuk Islam, sehingga harta mereka tetap menjadi milik mereka dan mereka tidak ikut diusir.