Durus Minas Sirah – Masuk Islamnya Thufail bin ‘Amr Ad-Dausi
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 28
Masuk Islamnya Thufail bin ‘Amr Ad-Dausi
Disebutkan dalam Shahih Muslim bahwa Thufail bin ‘Amr Ad-Dausi radhiyallahu ‘anhu datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau berkenan mendapatkan benteng yang kokoh dan perlindungan?” Yang dimaksud adalah benteng milik suku Daus pada masa Jahiliah. Namun, Nabi ﷺ menolak tawaran tersebut karena apa yang telah Allah persiapkan bagi kaum Anshar.
Ketika Nabi ﷺ berhijrah ke Madinah, Thufail bin ‘Amr turut berhijrah menemui beliau. Bersamanya ikut pula seorang laki-laki dari kaumnya. Namun, mereka merasa tidak cocok dengan keadaan Madinah. Laki-laki tersebut kemudian jatuh sakit dan tidak sanggup menahan penderitaannya. Ia mengambil sebuah anak panah lalu melukai ruas-ruas jarinya hingga darah mengalir dari kedua tangannya dan akhirnya ia meninggal dunia.
Thufail bin ‘Amr kemudian melihat laki-laki tersebut dalam mimpinya. Ia tampak dalam keadaan baik, tetapi kedua tangannya tertutup. Thufail bertanya, “Apa yang telah diperbuat Rabb-mu terhadapmu?” Ia menjawab, “Dia mengampuniku berkat hijrahku kepada Nabi-Nya ﷺ.” Thufail bertanya lagi, “Mengapa kulihat engkau menutupi kedua tanganmu?” Ia menjawab, “Dikatakan kepadaku, ‘Kami tidak akan memperbaiki bagian yang telah engkau rusak sendiri.’” Thufail lalu menceritakan mimpi itu kepada Rasulullah ﷺ. Beliau pun berdoa, “Ya Allah, ampunilah pula kedua tangannya.”
Thufail bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu terus mengajak kaumnya kepada Islam. Sebagian menerima Islam, sedangkan sebagian lainnya menolak. Kemudian ia datang kepada Rasulullah ﷺ. Ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, suku Daus masih dalam kekafiran dan menolak (dakwah Islam). Mohonkanlah kepada Allah keburukan atas mereka.” Orang-orang pun menyangka bahwa Daus akan binasa. Namun, Rasulullah ﷺ justru berdoa, “Ya Allah, berilah petunjuk kepada suku Daus dan datangkanlah mereka (dalam keadaan mendapat hidayah).”
Thufail pun kembali kepada kaumnya untuk mengajak mereka kepada Islam dengan sikap lembut. Setelah beberapa waktu, ia datang kembali dengan membawa delapan puluh keluarga. Mereka semua telah memeluk Islam dengan baik.