Khutbah Jumat: Muraaqabatullah: Ketika Kesendirian Menjadi Ujian Keimanan Terbesar

Download PDFnya Klik
Muraaqabatullah: Ketika Kesendirian Menjadi Ujian Keimanan Terbesar
Penulis:
(Kandidat Magister Universitas Islam Madinah, KSA)
Ustaz Abdullah Azzam Bisri, Lc.
Khutbah pertama:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ﴾
﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالٗا كَثِيرٗا وَنِسَآءٗۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا﴾
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla.
Marilah kita senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita semua, baik itu nikmat iman, nikmat aman, nikmat kesehatan, dan berbagai macam nikmat yang patut untuk senantiasa kita syukuri. Shalawat beriring salam senantiasa tercurah kepada Sang pembawa risalah, Uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada Jamaah sekalian, marilah kita terus berupaya meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Azza wa Jalla. Caranya adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan takwa, kita akan memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan hakiki di dunia maupun di akhirat kelak.
Di era modern saat ini, kemajuan teknologi membuat segala gerak-gerik kita seolah mudah terekam oleh kamera pengawas/CCTV. Namun, sebagai seorang mukmin, kita meyakini bahwa ada “Sang Pengawas” yang jauh lebih teliti, lebih dekat, dan tidak pernah tidur, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Qaf ayat 16:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16).
Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun rahasia di dalam dada kita yang tersembunyi dari pengetahuan Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang kita perbuat, baik saat kita sendiri maupun saat kita bersama orang lain. Hendaknya kita sebagai seorang Mukmin untuk terus merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla dimanapun kita berada.
Hadirin Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Sikap selalu merasa diawasi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam syariat kita dikenal dengan sebutan Muraaqabah. Muraqabah adalah keyakinan yang mendalam bahwa Allah senantiasa melihat, mendengar, dan mengetahui segala perbuatan, perkataan, bahkan niat tersembunyi di dalam hati kita, baik di tengah keramaian maupun saat kita berada dalam kesendirian. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa merasa diawasi ketika berselancar di media sosial, ketika memegang handphone, kapanpun dan dimanapun kita berada.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 4:
﴿هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعۡرُجُ فِيهَاۖ وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ﴾ [الحـديد:4]
Artinya: “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendefinisikan ihsan dengan sangat indah dalam sebuah hadis shahih dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ketika Malaikat Jibril bertanya tentang ihsan:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (Muttafaqun ‘alaih).
Bayangkan betapa mulianya akhlak seseorang jika ia menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ia berada di tempat sunyi, jauh dari pandangan manusia, ia tidak berani berbuat maksiat karena ia tahu Allah sedang melihatnya. Ketika ia berada di ruang kerja atau tempat usahanya, ia tetap jujur dan amanah meskipun atasannya ataupun orang lain tidak sedang mengawasinya. Inilah sifat muslim sejati yang harus kita amalkan dalam kehidupan kita.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita renungkan firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-Mujadilah ayat 7:
﴿أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجۡوَىٰ ثَلَٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمۡ وَلَا خَمۡسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمۡ وَلَآ أَدۡنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمۡ أَيۡنَ مَا كَانُواْۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ﴾ [الـمجادلـة 7]
Artinya: ”Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Mujadilah: 7).
Ayat ini adalah pengingat yang sangat kuat buat kita semua, bahwa tidak ada tempat tersembunyi yang paling aman dari pengawasan Allah. Baik itu di kamar tertutup, di rumah yang sunyi, atau di balik layar Hp kita masing-masing, Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui apa yang kita perbuat dimanapun kita berada.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan kesadaran Muraqabatullah ini sebagai benteng pertahanan diri dari segala perbuatan tercela, dosa tersembunyi, maupun maksiat digital yang sering merusak hati di zaman modern saat ini. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melindungi kita dari maksiat saat sendiri, dari godaan syaithon, dan menjauhkan kita dari azab api neraka.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah kedua:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قال الله تعالى: ﴿یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ﴾
Hadirin Jamaah Jumat yang Dimuliakan Allah,
Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Kerjakanlah segala perintahNya! Dan jauhilah segala laranganNya! Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat, Allah Maha Mengawasi, dan sesungguhnya AzabNya sangatlah pedih.
Di akhir khutbah Jum’at ini, Mari kita jadikan detik demi detik ke depan sebagai momentum untuk berbenah. Ketika godaan untuk berbuat curang datang di ruang kerja yang sepi, ketika jemari ini hampir tergelincir melakukan dosa di balik layar HP, atau ketika hati mulai tergoda untuk berbuat maksiat, maka segera tanamkan kuat-kuat dalam diri kita bahwa “Allah sedang melihatku”. “Allah sedang Mengawasiku”, “Allah Mengetahui perbuatanku”.
Saat ini kita begitu khawatir jika rahasia kita terbongkar oleh manusia, atau cemas ketika gerak-gerik kita terekam oleh kamera CCTV. Mari alihkan kecemasan itu kepada kesadaran yang lebih agung yaitu Muraqabatullah (merasa selalu berada dalam pengawasan Allah). Ingatlah bahwa semua perbuatan kita akan diperhitungkan di hari kiamat nanti! Maka beruntunglah orang yang mendapatkan catatan amalnya penuh dengan kebaikan.
Sebagai penutup khutbah, mari kita perbanyak shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagaimana Allah ta’ala memerintahkan kita dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلَّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. نَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْنا، نَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيْنَا، وَنَبُوءُ بِذُنُوبِنَا فَاغْفِرْ لَنَا، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنّا.
اللَّهُمَّ أَعِنّا عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
+6285333345252



