Keutamaan Surah-Surah Al-Qur’an Berdasarkan Hadis Sahih dan Dhaif

Keutamaan Surah-Surah Al-Qur’an Berdasarkan Hadis Sahih dan Dhaif
Bagian Pertama: Kitab-Kitab tentang Keutamaan Al-Qur’an
Para ulama telah menyusun berbagai karya tulis tentang keutamaan Al-Qur’an. Di antara yang terpenting adalah:
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Al-Qasim bin Sallam.
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Abu Al-Fadhl Ar-Razi.
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Adh-Dhiya’ Al-Maqdisi.
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Al-Firyabi.
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Ibnu Adh-Dhurais.
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Al-Mustaghfiri.
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Muhammad bin Abdul Wahhab.
Kitab-kitab tersebut memuat hadis sahih dan hadis dhaif. Sebagian di antaranya memiliki riwayat yang lebih sahih dibandingkan yang lain.
Di antara karya yang paling sahih tentang keutamaan Al-Qur’an adalah:
* Faḍā’il al-Qur’ān, karya Al-Hafizh Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi.
* Ash-Shaḥīḥ wa as-Saqīm fī Faḍā’il al-Qur’ān al-Karīm, karya Jam’iyyah Al-Hadits Asy-Syarif.
* Ash-Shaḥīḥ al-Musnad min Faḍā’il as-Suwar, karya Hassan bin Abdurrahim.
* Shaḥīḥ Faḍā’il al-Qur’ān, karya Mu’ayyad Abdul Fattah Hamdan.
Bagian Kedua: Peringatan terhadap Hadis Palsu tentang Keutamaan Surah-Surah Al-Qur’an
Pertama: Pentingnya Memahami Persoalan Hadis tentang Keutamaan Surah
Sebelum menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu perlu dijelaskan satu persoalan penting yang berkaitan dengan keutamaan surah-surah Al-Qur’an.
Sesungguhnya telah dibuat berbagai hadis palsu yang dinisbatkan kepada Rasulullah ﷺ mengenai keutamaan surah-surah Al-Qur’an.
Di antara tokoh yang paling dikenal melakukan pemalsuan hadis tersebut adalah:
1\. Nuh bin Abi Maryam Al-Jami’
Tentang dirinya pernah dikatakan:
جَمَعَ كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا الصِّدْقَ.
“Ia telah mengumpulkan segala sesuatu, kecuali kejujuran.”
Menurut anggapannya sendiri, ia membolehkan berdusta dalam meriwayatkan hadis demi kepentingan agama.
Karena itu, ia membuat hadis-hadis dari dirinya sendiri, kemudian menisbatkannya kepada Rasulullah ﷺ mengenai keutamaan surah-surah Al-Qur’an, satu per satu.
Abu Ammar Al-Husain bin Huraits Al-Marwazi berkata:
قِيلَ لِأَبِي عِصْمَةَ: «مِنْ أَيْنَ لَكَ عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي فَضَائِلِ الْقُرْآنِ سُورَةً سُورَةً، وَلَيْسَ عِنْدَ أَصْحَابِ عِكْرِمَةَ هَذَا؟»
فَقَالَ: «إِنِّي رَأَيْتُ النَّاسَ قَدْ أَعْرَضُوا عَنِ الْقُرْآنِ، وَاشْتَغَلُوا بِفِقْهِ أَبِي حَنِيفَةَ وَمَغَازِي مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، فَوَضَعْتُ هَذَا الْحَدِيثَ حِسْبَةً».
Pernah ditanyakan kepada Abu Ishmah—yaitu Nuh bin Abi Maryam:
“Dari mana engkau memperoleh hadis yang diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, mengenai keutamaan Al-Qur’an surah demi surah, padahal hadis tersebut tidak terdapat pada murid-murid Ikrimah yang lain?”
Ia menjawab:
“Aku melihat manusia telah berpaling dari Al-Qur’an dan lebih menyibukkan diri dengan fikih Abu Hanifah serta kisah-kisah peperangan yang ditulis Muhammad bin Ishaq. Karena itulah aku membuat hadis ini dengan mengharapkan pahala dari Allah.”
Rujukan: Diriwayatkan Al-Hakim dalam Al-Madkhal, hlm. 54, dan Ibnu Al-Jauzi dalam Al-Maudhu’at, hlm. 16. Sanad riwayat tentang pengakuan tersebut dinyatakan sahih dalam naskah asal.
2\. Maisarah bin Abdi Rabbihi Al-Farisi
Ibnu Hibban berkata tentang dirinya dalam Al-Majruhin:
وَهُوَ صَاحِبُ حَدِيثِ فَضَائِلِ الْقُرْآنِ الطَّوِيلِ: «مَنْ قَرَأَ كَذَا فَلَهُ كَذَا».
“Dialah orang yang meriwayatkan hadis panjang tentang keutamaan Al-Qur’an, yang berbunyi: ‘Barang siapa membaca surah tertentu, maka ia akan mendapatkan pahala tertentu.'”
Rujukan: Ibnu Hibban, Al-Majruhin, 2/345, biografi nomor 1038.
Al-Hafizh Ibnu Hajar juga menyebutkan dalam Lisan Al-Mizan:
وَرَوَى ابْنُ حِبَّانَ فِي «الضُّعَفَاءِ» عَنِ ابْنِ مَهْدِيٍّ قَالَ: قُلْتُ لِمَيْسَرَةَ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ: «مِنْ أَيْنَ جِئْتَ بِهَذِهِ الْأَحَادِيثِ: مَنْ قَرَأَ كَذَا فَلَهُ كَذَا؟» قَالَ: «وَضَعْتُهَا أُرَغِّبُ النَّاسَ فِيهَا».
Ibnu Hibban meriwayatkan dalam kitab Adh-Dhu’afa’, dari Ibnu Mahdi, bahwa ia berkata:
“Aku bertanya kepada Maisarah bin Abdi Rabbihi: ‘Dari mana engkau memperoleh hadis-hadis yang berbunyi: Barang siapa membaca surah tertentu, maka ia mendapatkan pahala tertentu?'”
Ia menjawab:
“Aku sendiri yang membuat hadis-hadis itu agar manusia terdorong untuk membaca Al-Qur’an.”
Rujukan: Ibnu Hajar, Lisan Al-Mizan, 7/198.
Kedua kisah ini merupakan contoh orang-orang yang berani berdusta atas nama Rasulullah ﷺ demi suatu kepentingan yang mereka anggap baik, padahal sebenarnya mereka telah tertipu oleh setan.
3\. Peringatan Ulama tentang Hadis Palsu mengenai Keutamaan Seluruh Surah
Para ulama telah mengingatkan bahwa hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan seluruh surah Al-Qur’an secara berurutan, dari surah pertama hingga terakhir, tidak memiliki dasar yang sahih.
Di antara ulama yang menjelaskan persoalan tersebut adalah Al-Maushili dalam kitab Al-Mughni ‘an Al-Hifzh wa Al-Kitab.
Beliau menyebutkan:
قَدْ وَرَدَ: «مَنْ قَرَأَ كَذَا فَلَهُ أَجْرُ كَذَا…» مِنْ أَوَّلِ الْقُرْآنِ إِلَى آخِرِهِ.
قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ: «أَظُنُّ الزَّنَادِقَةَ وَضَعَتْهَا».
قَالَ الْمُصَنِّفُ: «فَلَمْ يَصِحَّ فِي هَذَا شَيْءٌ».
Telah beredar hadis-hadis yang berbunyi: “Barang siapa membaca surah tertentu, maka ia mendapatkan pahala tertentu,” yang menyebutkan seluruh surah Al-Qur’an dari awal hingga akhir.
Ibnu Al-Mubarak berkata:
“Aku menduga bahwa orang-orang zindiklah yang telah memalsukan hadis-hadis tersebut.”
Penulis kitab, yaitu Al-Maushili, berkata:
“Tidak ada satu pun hadis sahih mengenai rangkaian riwayat seperti ini.”
Rujukan: Al-Maushili, Al-Mughni ‘an Al-Hifzh wa Al-Kitab, 1/121.
Persoalan ini juga telah diperingatkan oleh Ibnu Al-Qayyim dalam Al-Manar Al-Munif, hlm. 113–144.
Demikian pula Syaikh Bakr Abu Zaid dalam At-Tahdits bima Qila: La Yashihhu Fihi Hadits, hlm. 122–123.
Beliau memberikan penjelasan penting:
تَنْبِيهٌ: فَضَائِلُ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَفَضَائِلُ بَعْضِ السُّوَرِ وَالْآيَاتِ مَعْلُومَةٌ بِنُصُوصٍ صَحِيحَةٍ مَرْفُوعَةٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمُرَادُ ابْنِ الْمُبَارَكِ وَمَنْ بَعْدَهُ هُوَ تِلْكُمُ الْأَحَادِيثُ الطِّوَالُ الَّتِي تَنْتَظِمُ سُوَرَ الْقُرْآنِ سُورَةً سُورَةً؛ كَالْحَدِيثِ الْمَنْسُوبِ إِلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَنَشَرَهُ بَعْضُ الْمُفَسِّرِينَ؛ مِثْلُ: الثَّعْلَبِيِّ، وَالْوَاحِدِيِّ، وَالزَّمَخْشَرِيِّ فِي تَفَاسِيرِهِمْ، فَهَذِهِ مَوْضُوعَةٌ، وَهِيَ الْمُرَادَةُ فِي كَلَامِ ابْنِ الْمُبَارَكِ وَغَيْرِهِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
Perhatian: Keutamaan Al-Qur’an dan keutamaan sebagian surah serta ayatnya telah dijelaskan melalui dalil-dalil sahih yang bersumber dari Nabi ﷺ.
Adapun yang dimaksud oleh Ibnu Al-Mubarak dan para ulama setelahnya adalah hadis-hadis panjang yang menyebutkan keutamaan seluruh surah Al-Qur’an secara berurutan, satu per satu.
Contohnya adalah hadis yang dinisbatkan kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, yang disebarluaskan oleh sebagian ahli tafsir, seperti Ats-Tsa’labi, Al-Wahidi, dan Az-Zamakhsyari dalam kitab-kitab tafsir mereka.
Hadis-hadis tersebut adalah palsu. Inilah yang dimaksud dalam perkataan Ibnu Al-Mubarak dan ulama lainnya. Wallahu a’lam.
Rujukan: Bakr Abu Zaid, At-Tahdits bima Qila: La Yashihhu Fihi Hadits, hlm. 122–123.
Bagian Ketiga: Keutamaan Surah-Surah Al-Qur’an Berdasarkan Penelitian Syaikh Al-Albani
Dalam rangka menyebarkan sunnah dan memberantas bidah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَا، وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ.
“Barang siapa memelopori suatu kebiasaan baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang mengamalkannya setelah dirinya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala mereka. Sebaliknya, barang siapa memelopori suatu kebiasaan buruk dalam Islam, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya setelah dirinya, tanpa mengurangi sedikit pun dosa mereka.”
Rujukan: HR. Muslim.
Belakangan ini telah tersebar berbagai buku dan selebaran yang memuat hadis-hadis dhaif dan palsu mengenai keutamaan sebagian surah Al-Qur’an.
Oleh karena itu, perlu diberikan peringatan kepada kaum muslimin mengenai riwayat-riwayat tidak benar yang terdapat dalam terbitan tersebut.
Di samping itu, perlu pula diperkenalkan hadis-hadis sahih yang telah diteliti oleh guru kami, Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani.
Semua itu dilakukan dalam rangka menyebarkan sunnah dan memberantas bidah.
Hanya Allah yang mengetahui tujuan dan niat kami.
1\. Surah Al-Fatihah
A. Hadis-hadis sahih tentang keutamaan Surah Al-Fatihah
Hadis pertama: Dua cahaya yang diberikan kepada Nabi ﷺ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ: «هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ، لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ»، فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ، فَقَالَ: «هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ، لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ»، فَسَلَّمَ وَقَالَ: «أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا، لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ».
Ketika Jibril sedang duduk bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba ia mendengar suara dari arah atas. Ia mengangkat kepalanya dan berkata:
“Ini adalah sebuah pintu langit yang dibuka pada hari ini. Pintu tersebut belum pernah dibuka sebelumnya.”
Kemudian turunlah seorang malaikat melalui pintu itu. Jibril berkata:
“Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan belum pernah turun sebelumnya.”
Malaikat tersebut mengucapkan salam, kemudian berkata:
“Bergembiralah dengan dua cahaya yang telah diberikan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, yaitu Surah Al-Fatihah dan ayat-ayat penutup Surah Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf pun dari keduanya, melainkan engkau akan diberikan apa yang terkandung di dalamnya.”
Rujukan: HR. Muslim; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1456.
Hadis kedua: Surah yang tidak ada tandingannya dalam kitab-kitab sebelumnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ، وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ، وَلَا فِي الزَّبُورِ، وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهَا، وَإِنَّهَا سَبْعٌ مِنَ الْمَثَانِي، وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُعْطِيتُهُ.
“Tidak pernah diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur, maupun Al-Qur’an suatu surah yang sebanding dengannya. Sesungguhnya ia adalah tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung yang telah diberikan kepadaku.”
Rujukan: Muttafaq ‘alaih, dengan perbedaan redaksi dalam sejumlah riwayat.
Hadis ketiga: Allah menjawab bacaan Al-Fatihah hamba-Nya
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman:
قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ.
فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: ﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾، قَالَ اللَّهُ: «حَمِدَنِي عَبْدِي».
وَإِذَا قَالَ: ﴿الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ﴾، قَالَ: «أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي».
وَإِذَا قَالَ: ﴿مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ﴾، قَالَ: «مَجَّدَنِي عَبْدِي».
وَإِذَا قَالَ: ﴿إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ﴾، قَالَ: «هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ».
فَإِذَا قَالَ: ﴿اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ﴾، قَالَ: «هَذَا لِعَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ».
Allah Ta’ala berfirman:
“Aku membagi shalat antara Aku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan hamba-Ku akan memperoleh apa yang ia minta.”
Ketika seorang hamba mengucapkan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”
Ketika ia mengucapkan, “Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyanjung-Ku.”
Ketika ia mengucapkan, “Pemilik hari pembalasan,” Allah berfirman, “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.”
Ketika ia mengucapkan, “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan,” Allah berfirman, “Ini adalah antara Aku dan hamba-Ku, dan hamba-Ku akan memperoleh apa yang ia minta.”
Ketika ia mengucapkan, “Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat,” Allah berfirman, “Ini untuk hamba-Ku, dan hamba-Ku akan memperoleh apa yang ia minta.”
Rujukan: HR. Muslim; Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1455.
Hadis keempat: Al-Fatihah sebagai bacaan rukiah
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كُنَّا فِي مَسِيرٍ لَنَا فَنَزَلْنَا، فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ فَقَالَتْ: إِنَّ سَيِّدَ الْحَيِّ سَلِيمٌ، وَإِنَّ نَفَرَنَا غُيَّبٌ، فَهَلْ مِنْكُمْ رَاقٍ؟ فَقَامَ مَعَهَا رَجُلٌ مَا كُنَّا نَأْبُنُهُ بِرُقْيَةٍ، فَرَقَاهُ فَبَرَأَ، فَأَمَرَ لَهُ بِثَلَاثِينَ شَاةً، وَسَقَانَا لَبَنًا.
فَلَمَّا رَجَعَ قُلْنَا لَهُ: أَكُنْتَ تُحْسِنُ رُقْيَةً أَوْ كُنْتَ تَرْقِي؟ قَالَ: لَا، مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ.
قُلْنَا: لَا تُحْدِثُوا شَيْئًا حَتَّى نَأْتِيَ أَوْ نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ذَكَرْنَاهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «وَمَا كَانَ يُدْرِيهِ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ اقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ».
Kami sedang melakukan perjalanan, lalu singgah di suatu tempat. Seorang perempuan datang dan berkata:
“Pemimpin kaum kami sedang terkena sengatan, sementara orang-orang kami sedang tidak berada di tempat. Apakah di antara kalian ada yang dapat merukiah?”
Kemudian salah seorang dari kami pergi bersamanya, padahal sebelumnya kami tidak mengetahui bahwa ia mampu melakukan rukiah.
Ia pun merukiah orang tersebut hingga sembuh. Sebagai imbalannya, ia diberi tiga puluh ekor kambing dan kami diberi susu.
Ketika ia kembali, kami bertanya, “Apakah engkau memang mengetahui cara merukiah?”
Ia menjawab, “Tidak. Aku hanya merukiahnya dengan Ummul Kitab, yaitu Surah Al-Fatihah.”
Kami berkata, “Jangan melakukan apa pun sampai kita datang dan bertanya kepada Nabi ﷺ.”
Setelah tiba di Madinah, kami menceritakan kejadian tersebut kepada Nabi ﷺ. Beliau bersabda:
“Dari mana ia mengetahui bahwa Al-Fatihah dapat digunakan sebagai rukiah? Bagilah kambing-kambing tersebut dan berikan juga satu bagian untukku.”
Rujukan: HR. Al-Bukhari.
### B. Hadis-hadis dhaif tentang keutamaan Surah Al-Fatihah
1\. Riwayat pertama
فَاتِحَةُ الْكِتَابِ تُجْزِئُ مَا لَا يُجْزِئُ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ، وَلَوْ أَنَّ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ جُعِلَتْ فِي كِفَّةِ الْمِيزَانِ، وَجُعِلَ الْقُرْآنُ فِي الْكِفَّةِ الْأُخْرَى، لَفَضَلَتْ فَاتِحَةُ الْكِتَابِ عَلَى الْقُرْآنِ سَبْعَ مَرَّاتٍ.
“Surah Al-Fatihah dapat menggantikan sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh bagian Al-Qur’an lainnya. Seandainya Al-Fatihah diletakkan pada salah satu sisi timbangan dan seluruh Al-Qur’an pada sisi lainnya, niscaya Al-Fatihah akan lebih berat tujuh kali lipat daripada seluruh Al-Qur’an.”
Status: Sangat dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 3996.
2\. Riwayat kedua
فَاتِحَةُ الْكِتَابِ شِفَاءٌ مِنَ السُّمِّ.
“Surah Al-Fatihah merupakan obat penawar racun.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 3997.
3\. Riwayat ketiga
إِذَا وَضَعْتَ جَنْبَكَ عَلَى الْفِرَاشِ وَقَرَأْتَ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، فَقَدْ أَمِنْتَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلَّا الْمَوْتَ.
“Apabila engkau berbaring di tempat tidur, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan Al-Ikhlas, niscaya engkau akan terlindungi dari segala sesuatu selain kematian.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 347.
4\. Riwayat keempat
فَاتِحَةُ الْكِتَابِ وَآيَةُ الْكُرْسِيِّ لَا يَقْرَؤُهُمَا عَبْدٌ فِي دَارٍ فَيُصِيبَهُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ عَيْنُ إِنْسٍ وَجِنٍّ.
“Tidaklah seseorang membaca Surah Al-Fatihah dan Ayat Kursi di sebuah rumah, melainkan pada hari itu penghuni rumah tersebut tidak akan terkena penyakit ain dari manusia maupun jin.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3952.
5\. Riwayat kelima
فَاتِحَةُ الْكِتَابِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ.
“Surah Al-Fatihah merupakan obat bagi setiap penyakit.”
Status: Dhaif menurut penilaian yang dikutip dalam naskah.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3951.
6\. Riwayat keenam
فَاتِحَةُ الْكِتَابِ تَعْدِلُ بِثُلُثَيِ الْقُرْآنِ.
“Surah Al-Fatihah setara dengan dua pertiga Al-Qur’an.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3949.
Peringatan penting dari penulis naskah:
“Saya tidak mencantumkan hadis-hadis dhaif tersebut agar diamalkan. Saya mencantumkannya semata-mata agar masyarakat mengetahui bahwa hadis-hadis tersebut dhaif!”
2\. Surah Al-Baqarah
A. Hadis-hadis sahih tentang keutamaan Surah Al-Baqarah
Hadis pertama: Setan menjauh dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ.
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya.”
Rujukan: HR. Muslim.
Hadis kedua: Keutamaan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ.
“Barang siapa membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah pada suatu malam, maka kedua ayat tersebut akan mencukupinya.”
Rujukan: HR. Al-Bukhari.
Hadis ketiga: Keutamaan membaca Ayat Kursi setelah shalat wajib
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ، لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ.
“Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga selain kematian.”
Rujukan: HR. An-Nasa’i; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 6464.
Hadis keempat: Dua ayat penutup Surah Al-Baqarah
Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِأَلْفَيْ عَامٍ، أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، وَلَا يُقْرَآنِ فِي دَارٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ.
“Sesungguhnya Allah telah menuliskan sebuah kitab dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Dari kitab tersebut, Allah menurunkan dua ayat yang dijadikan sebagai penutup Surah Al-Baqarah. Tidaklah kedua ayat itu dibaca di sebuah rumah selama tiga malam, melainkan setan tidak akan mendekati rumah tersebut.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 1799.
### B. Hadis-hadis dhaif dan palsu tentang Surah Al-Baqarah
1\. Riwayat pertama
آيَتَانِ هُمَا قُرْآنٌ، وَهُمَا يَشْفَعَانِ، وَهُمَا مِمَّا يُحِبُّهُمَا اللَّهُ، الْآيَتَانِ فِي آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ.
“Ada dua ayat Al-Qur’an yang dapat memberikan syafaat dan dicintai Allah, yaitu dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 154.
2\. Riwayat kedua
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ تُوِّجَ بِتَاجٍ فِي الْجَنَّةِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Baqarah, maka ia akan dikenakan mahkota di surga.”
Status: Palsu (maudhu’).
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 4633.
3\. Riwayat ketiga
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامًا، وَإِنَّ سَنَامَ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهَا فِي بَيْتِهِ لَيْلًا لَمْ يَدْخُلْهُ الشَّيْطَانُ ثَلَاثَ لَيَالٍ، وَمَنْ قَرَأَهَا فِي بَيْتِهِ نَهَارًا لَمْ يَدْخُلْهُ الشَّيْطَانُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ.
“Sesungguhnya segala sesuatu memiliki puncak, dan puncak Al-Qur’an adalah Surah Al-Baqarah. Barang siapa membacanya di rumah pada malam hari, maka setan tidak akan memasuki rumah tersebut selama tiga malam. Barang siapa membacanya pada siang hari, maka setan tidak akan memasukinya selama tiga hari.”
Status: Dicantumkan dalam kelompok hadis dhaif pada naskah asal. Nomor rujukannya tidak disebutkan.
3\. Surah Ali Imran
A. Hadis sahih tentang keutamaan Surah Ali Imran
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda”:
اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَؤُوا الزَّهْرَاوَيْنِ: الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَؤُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ.
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya pada hari Kiamat Al-Qur’an akan datang memberikan syafaat kepada orang-orang yang membacanya.
Bacalah dua surah yang bercahaya, yaitu Surah Al-Baqarah dan Ali Imran. Sesungguhnya keduanya akan datang pada hari Kiamat seakan-akan dua awan, dua naungan, atau dua kelompok burung yang membentangkan sayapnya, yang akan membela orang-orang yang membacanya.
Bacalah Surah Al-Baqarah, karena membacanya merupakan keberkahan, meninggalkannya merupakan penyesalan, dan para penyihir tidak akan mampu menghadapinya.”
Rujukan: HR. Muslim.
B. Hadis-hadis dhaif tentang Surah Ali Imran
1\. Riwayat pertama
مَنْ قَرَأَ السُّورَةَ الَّتِي يُذْكَرُ فِيهَا آلُ عِمْرَانَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَمَلَائِكَتُهُ حَتَّى تَجِبَ الشَّمْسُ.
“Barang siapa membaca Surah Ali Imran pada hari Jumat, maka Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat kepadanya hingga matahari terbenam.”
Status: Palsu.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 415.
2\. Riwayat kedua
اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ مِنْ آلِ عِمْرَانَ: ﴿قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ﴾ إِلَى آخِرِهِ.
“Nama Allah yang paling agung, yang apabila digunakan untuk berdoa niscaya Allah mengabulkannya, terdapat dalam ayat Surah Ali Imran: ‘Katakanlah (Muhammad), Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki,’ hingga akhir ayat.”
Status: Dhaif menurut rujukan naskah.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 2772.
3\. Riwayat ketiga
الشِّرْكُ أَخْفَى فِي أُمَّتِي مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ عَلَى الصَّفَا فِي اللَّيْلَةِ الظَّلْمَاءِ، وَأَدْنَاهُ أَنْ تُحِبَّ عَلَى شَيْءٍ مِنَ الْجَوْرِ أَوْ تُبْغِضَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ الْعَدْلِ، وَهَلِ الدِّينُ إِلَّا الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ؟ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ﴾.
“Kesyirikan di tengah umatku lebih tersembunyi daripada langkah semut di atas batu licin pada malam yang gelap gulita. Bentuknya yang paling ringan adalah engkau mencintai sesuatu yang mengandung kezaliman atau membenci sesuatu yang mengandung keadilan.
Bukankah agama itu mencintai karena Allah dan membenci karena Allah?
Allah Ta’ala berfirman: ‘Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu.’ (QS. Ali Imran: 31).”
Status: Dicantumkan sebagai dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 3755.
4\. Riwayat keempat
مَنْ قَرَأَ آخِرَ آلِ عِمْرَانَ فِي لَيْلَةٍ، كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ.
“Barang siapa membaca bagian akhir Surah Ali Imran pada suatu malam, maka dicatat baginya pahala shalat malam semalam penuh.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Misykat Al-Mashabih, no. 2112.
5\. Riwayat kelima
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ آلِ عِمْرَانَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ إِلَى اللَّيْلِ.
“Barang siapa membaca Surah Ali Imran pada hari Jumat, maka para malaikat akan bershalawat kepadanya hingga malam hari.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Misykat Al-Mashabih, no. 2113.
6\. Riwayat keenam
مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ عَلَى دَابَّةٍ صَعْبَةٍ فَيَقُولُ فِي أُذُنِهَا: ﴿أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ﴾ إِلَّا وَقَفَتْ بِإِذْنِ اللَّهِ تَعَالَى.
“Tidaklah seseorang menaiki hewan tunggangan yang sulit dikendalikan, lalu membacakan ke telinganya ayat: ‘Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal kepada-Nyalah berserah diri segala yang ada di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan’ (QS. Ali Imran: 83), melainkan hewan tersebut akan berhenti dengan izin Allah Ta’ala.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Kalim Ath-Thayyib, no. 177.
7\. Riwayat ketujuh
مَا خَيَّبَ اللَّهُ تَعَالَى عَبْدًا قَامَ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، فَافْتَتَحَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ، وَنِعْمَ كَنْزُ الْمَرْءِ الْبَقَرَةُ وَآلُ عِمْرَانَ.
“Allah tidak akan mengecewakan seorang hamba yang bangun pada tengah malam lalu membaca permulaan Surah Al-Baqarah dan Ali Imran. Sungguh, sebaik-baik simpanan seseorang adalah Surah Al-Baqarah dan Ali Imran.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 5063.
### 4\. Surah Hud
### A. Hadis-hadis yang dinilai sahih tentang Surah Hud
Hadis pertama
Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, sungguh rambutmu telah beruban.”
Beliau menjawab:
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَالْوَاقِعَةُ وَالْمُرْسَلَاتُ وَعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ.
“Surah Hud, Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, An-Naba’, dan At-Takwir telah membuat rambutku beruban.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 3723.
Hadis kedua
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا قَبْلَ الْمَشِيبِ.
“Surah Hud dan surah-surah yang semisal dengannya telah membuat rambutku beruban sebelum waktunya.”
Rujukan: Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3721.
Hadis ketiga
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا مِنَ الْمُفَصَّلِ.
“Surah Hud dan surah-surah semisal dengannya dari kelompok Al-Mufashshal telah membuat rambutku beruban.”
Rujukan: Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3722.
Hadis keempat
قَدْ شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا.
“Sungguh, Surah Hud dan surah-surah semisal dengannya telah membuat rambutku beruban.”
Rujukan: Shahih Asy-Syama’il Al-Muhammadiyyah, no. 35.
### B. Hadis-hadis dhaif tentang Surah Hud
1\. Riwayat pertama
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا، وَمَا فُعِلَ بِالْأُمَمِ قَبْلِي.
“Surah Hud dan surah-surah semisal dengannya, serta kisah tentang apa yang menimpa umat-umat sebelumku, telah membuat rambutku beruban.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3421.
2\. Riwayat kedua
اقْرَؤُوا سُورَةَ هُودٍ يَوْمَ الْجُمُعَةِ.
“Bacalah Surah Hud pada hari Jumat.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 1070.
3\. Riwayat ketiga
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا: الْوَاقِعَةُ وَالْحَاقَّةُ وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ.
“Surah Hud dan surah-surah semisal dengannya, yaitu Al-Waqi’ah, Al-Haqqah, dan At-Takwir, telah membuat rambutku beruban.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3419.
4\. Riwayat keempat
شَيَّبَتْنِي سُورَةُ هُودٍ وَأَخَوَاتُهَا: الْوَاقِعَةُ وَالْقَارِعَةُ وَالْحَاقَّةُ وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ وَسَأَلَ سَائِلٌ.
“Surah Hud dan surah-surah semisal dengannya, yaitu Al-Waqi’ah, Al-Qari’ah, Al-Haqqah, At-Takwir, dan Al-Ma’arij, telah membuat rambutku beruban.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3418.
5\. Riwayat kelima
شَيَّبَتْنِي هُودٌ وَأَخَوَاتُهَا: ذِكْرُ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَقَصَصُ الْأُمَمِ.
“Surah Hud dan surah-surah semisal dengannya telah membuat rambutku beruban karena kandungannya tentang hari Kiamat dan kisah umat-umat terdahulu.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3420.
5\. Surah Al-Isra’ dan Surah-Surah Al-Musabbihat
A. Hadis tentang Surah Al-Isra’
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الزُّمَرَ وَبَنِي إِسْرَائِيلَ.
“Nabi ﷺ tidak tidur hingga beliau membaca Surah Az-Zumar dan Bani Israil, yaitu Surah Al-Isra’.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 641.
B. Hadis tentang surah-surah Al-Musabbihat
Dari Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu:
كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الْمُسَبِّحَاتِ، وَيَقُولُ: «فِيهَا آيَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ آيَةٍ».
“Nabi ﷺ tidak tidur hingga membaca surah-surah Al-Musabbihat. Beliau bersabda, ‘Di dalamnya terdapat satu ayat yang lebih baik daripada seribu ayat.'”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani sebagaimana disebutkan dalam naskah, no. 2712.
Al-Musabbihat adalah surah-surah yang diawali dengan lafaz tasbih, seperti sabbaha atau yusabbihu.
Dalam naskah disebutkan Surah Al-Isra’, Al-Hadid, Al-Hasyr, Ash-Shaff, Al-Jumu’ah, At-Taghabun, dan Al-A’la.
6\. Surah Al-Kahfi
A. Hadis-hadis sahih tentang Surah Al-Kahfi
Hadis pertama: Perlindungan dari Dajjal
Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ.
وَفِي رِوَايَةٍ: مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْكَهْفِ.
“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.”
Dalam riwayat lain disebutkan sepuluh ayat terakhir Surah Al-Kahfi.
Rujukan: HR. Muslim.
Hadis kedua
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ.
“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.”
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 582.
Hadis ketiga: Cahaya pada hari Kiamat
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ كَمَا أُنْزِلَتْ كَانَتْ لَهُ نُورًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ مَقَامِهِ إِلَى مَكَّةَ، وَمَنْ قَرَأَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِهَا ثُمَّ خَرَجَ الدَّجَّالُ لَمْ يَضُرَّهُ، وَمَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كُتِبَ فِي رَقٍّ، ثُمَّ جُعِلَ فِي طَابَعٍ، فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi sebagaimana diturunkan, maka surah tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat, dari tempatnya berdiri hingga Makkah.
Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhirnya, kemudian Dajjal muncul, maka Dajjal tidak akan membahayakannya.
Barang siapa berwudhu kemudian membaca: ‘Mahasuci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu,’ maka bacaan tersebut akan ditulis pada lembaran, kemudian diberi segel yang tidak akan dibuka hingga hari Kiamat.”
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2651.
Hadis keempat: Membaca Al-Kahfi pada malam Jumat
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada malam Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya sejauh jarak antara dirinya dan Baitullah.”
Rujukan: Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 736, sebagaimana tercantum dalam naskah.
Hadis kelima: Membaca Al-Kahfi pada hari Jumat
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat.”
Rujukan: Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 736, menurut naskah asal.
B. Hadis-hadis dhaif tentang Surah Al-Kahfi
1\. Riwayat pertama
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِسُورَةٍ مَلَأَتْ عَظَمَتُهَا مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَلِقَارِئِهَا مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ ذَلِكَ، وَمَنْ قَرَأَهَا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ؟ قَالُوا: بَلَى. قَالَ: سُورَةُ الْكَهْفِ.
“Maukah kalian aku beritahukan tentang suatu surah yang keagungannya memenuhi ruang antara langit dan bumi, dan pembacanya memperoleh pahala sebesar itu? Barang siapa membacanya, maka dosa-dosanya diampuni hingga Jumat berikutnya ditambah tiga hari.”
Para sahabat menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda, “Surah Al-Kahfi.”
Status: Sangat dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 2160.
2\. Riwayat kedua
سُورَةُ الْكَهْفِ تُدْعَى فِي التَّوْرَاةِ الْحَائِلَةَ، تَحُولُ بَيْنَ قَارِئِهَا وَبَيْنَ النَّارِ.
“Surah Al-Kahfi disebut dalam Taurat dengan nama Al-Ha’ilah, karena menghalangi pembacanya dari api neraka.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 3259.
3\. Riwayat ketiga
مَنْ قَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ.
“Barang siapa membaca tiga ayat pertama Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Misykat Al-Mashabih, no. 2088.
7\. Surah Al-Fath
Hadis sahih tentang Surah Al-Fath
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Surah Al-Fath turun kepada Nabi ﷺ ketika beliau kembali dari Hudaibiyah.
Saat itu para sahabat diliputi kesedihan dan kegelisahan karena mereka dihalangi memasuki Makkah dan telah menyembelih hewan kurban di Hudaibiyah.
Kemudian turun firman Allah:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا.
Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. (QS. Al-Fath: 1).
Hingga firman-Nya:
وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا.
Dan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. (QS. Al-Fath: 2).
Rasulullah ﷺ kemudian bersabda:
لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَتَانِ هُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا.
“Sungguh, telah diturunkan kepadaku dua ayat yang lebih aku cintai daripada seluruh dunia beserta isinya.”
Rujukan: HR. Ahmad; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 5121.
8\. Surah Al-Mulk
Hadis-hadis sahih tentang Surah Al-Mulk
Hadis pertama: Surah yang memberikan syafaat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ سُورَةً مِنَ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ، وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ.
“Sesungguhnya ada satu surah dalam Al-Qur’an yang terdiri atas tiga puluh ayat. Surah tersebut memberikan syafaat kepada seseorang hingga ia mendapatkan ampunan. Surah itu adalah Tabarakalladzi Biyadihil Mulk, yaitu Surah Al-Mulk.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani, no. 2315 sebagaimana disebutkan dalam naskah.
Hadis kedua: Bacaan sebelum tidur
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ ﴿الم تَنْزِيلُ﴾ السَّجْدَةَ، وَ﴿تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ﴾.
“Rasulullah ﷺ tidak tidur hingga membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani, no. 2316 sebagaimana disebutkan dalam naskah.
9\. Surah Al-Kafirun
Hadis-hadis sahih tentang Surah Al-Kafirun
Hadis pertama: Berlepas diri dari kesyirikan
Dari Farwah bin Naufal radhiyallahu ‘anhu, ia datang kepada Nabi ﷺ dan berkata:
“Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dapat aku baca ketika hendak tidur.”
Beliau bersabda:
اقْرَأْ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ.
“Bacalah Surah Al-Kafirun, karena sesungguhnya surah tersebut merupakan pernyataan berlepas diri dari kesyirikan.”
Syu’bah berkata bahwa terkadang dalam riwayat disebutkan perintah membacanya satu kali, dan terkadang tidak disebutkan.
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani, no. 2709 sebagaimana disebutkan dalam naskah.
Hadis kedua: Setara dengan seperempat Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ bersabda:
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ تَعْدِلُ رُبُعَ الْقُرْآنِ.
“Surah Al-Kafirun setara dengan seperempat Al-Qur’an.”
Rujukan: Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 586.
10\. Surah Yasin
Hadis-hadis dhaif dan palsu tentang Surah Yasin
1\. Riwayat pertama
إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَرَأَ طه وَيس قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ آدَمَ بِأَلْفَيْ عَامٍ، فَلَمَّا سَمِعَتِ الْمَلَائِكَةُ الْقُرْآنَ قَالُوا: طُوبَى لِأُمَّةٍ يَنْزِلُ هَذَا عَلَيْهِمْ، وَطُوبَى لِأَلْسِنَةٍ تَتَكَلَّمُ بِهَذَا، وَطُوبَى لِأَجْوَافٍ تَحْمِلُ هَذَا.
“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah membaca Surah Thaha dan Yasin dua ribu tahun sebelum menciptakan Adam. Ketika para malaikat mendengar Al-Qur’an, mereka berkata, ‘Beruntunglah umat yang mendapatkan wahyu ini, beruntunglah lisan-lisan yang membacanya, dan beruntunglah dada-dada yang menghafalnya.'”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 1248.
2\. Riwayat kedua
مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُورَةَ يس خُفِّفَ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ، وَكَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيهَا حَسَنَاتٌ.
“Barang siapa memasuki pemakaman lalu membaca Surah Yasin, maka pada hari itu azab penghuni kubur akan diringankan, dan ia memperoleh pahala kebaikan sebanyak jumlah penghuni kubur tersebut.”
Status: Palsu.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 1246.
3\. Riwayat ketiga
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس، وَمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ.
“Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati, dan hati Al-Qur’an adalah Surah Yasin. Barang siapa membaca Surah Yasin, maka Allah mencatat baginya pahala membaca seluruh Al-Qur’an sebanyak sepuluh kali.”
Status: Palsu.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 885.
4\. Riwayat keempat
مَنْ قَرَأَ يس ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ، غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، فَاقْرَؤُوهَا عِنْدَ مَوْتَاكُمْ.
“Barang siapa membaca Surah Yasin dengan mengharapkan wajah Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Karena itu, bacakanlah Surah Yasin kepada orang-orang yang sedang menghadapi kematian di antara kalian.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 5785.
5\. Riwayat kelima
مَنْ قَرَأَ يس فِي صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ.
“Barang siapa membaca Surah Yasin pada permulaan siang, maka segala kebutuhannya akan dipenuhi.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Misykat Al-Mashabih, no. 2118.
Peringatan dari penulis naskah:
Semua riwayat yang disebutkan mengenai keutamaan khusus Surah Yasin dinilai dhaif atau palsu oleh Syaikh Al-Albani dalam karya-karyanya. Pernyataan ini berkaitan dengan penilaian beliau terhadap riwayat-riwayat tersebut.
11\. Surah Ad-Dukhan
Hadis-hadis dhaif tentang Surah Ad-Dukhan
1\. Riwayat pertama
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الدُّخَانِ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ غُفِرَ لَهُ.
“Barang siapa membaca Surah Ad-Dukhan pada malam Jumat, maka dosanya akan diampuni.”
Status: Sangat dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 4632.
2\. Riwayat kedua
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الدُّخَانِ فِي لَيْلَةٍ أَصْبَحَ يَسْتَغْفِرُ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ.
“Barang siapa membaca Surah Ad-Dukhan pada suatu malam, maka pada pagi harinya tujuh puluh ribu malaikat akan memohonkan ampun untuknya.”
Status: Palsu.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 978.
3\. Riwayat ketiga
مَنْ صَلَّى بِسُورَةِ الدُّخَانِ فِي لَيْلَةٍ بَاتَ يَسْتَغْفِرُ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ.
“Barang siapa membaca Surah Ad-Dukhan dalam shalat malam, maka tujuh puluh ribu malaikat akan memohonkan ampun untuknya sepanjang malam.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 448.
4\. Riwayat keempat
مَنْ قَرَأَ حم الدُّخَانَ فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ أَوْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، بَنَى اللَّهُ لَهُ بِهَا بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.
“Barang siapa membaca Surah Ad-Dukhan pada malam Jumat atau hari Jumat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”
Status: Sangat dhaif.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 449.
5\. Riwayat kelima
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ يس فِي لَيْلَةٍ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ، وَمَنْ قَرَأَ الدُّخَانَ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَصْبَحَ مَغْفُورًا لَهُ.
“Barang siapa membaca Surah Yasin pada suatu malam, maka pada pagi harinya ia telah mendapatkan ampunan. Barang siapa membaca Surah Ad-Dukhan pada malam Jumat, maka pada pagi harinya ia telah mendapatkan ampunan.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 978.
12\. Surah Ghafir
Hadis dhaif tentang Surah Ghafir
مَنْ قَرَأَ الدُّخَانَ كُلَّهَا، وَأَوَّلَ حم غَافِرٍ إِلَى ﴿وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ﴾، وَآيَةَ الْكُرْسِيِّ حِينَ يُمْسِي، حُفِظَ بِهَا حَتَّى يُصْبِحَ، وَمَنْ قَرَأَهَا حِينَ يُصْبِحُ حُفِظَ بِهَا حَتَّى يُمْسِي.
“Barang siapa membaca seluruh Surah Ad-Dukhan, bagian awal Surah Ghafir hingga ayat ‘Dan kepada-Nyalah tempat kembali’, serta Ayat Kursi pada sore hari, maka ia akan dijaga hingga pagi. Barang siapa membacanya pada pagi hari, maka ia akan dijaga hingga sore.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 390.
13\. Surah Al-Hasyr
Hadis-hadis dhaif tentang Surah Al-Hasyr
1\. Riwayat pertama
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، وَقَرَأَ ثَلَاثَ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ، وَكَّلَ اللَّهُ بِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ مَاتَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ مَاتَ شَهِيدًا، وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُمْسِي كَانَ بِتِلْكَ الْمَنْزِلَةِ.
“Barang siapa pada pagi hari membaca tiga kali, ‘Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk,’ kemudian membaca tiga ayat terakhir Surah Al-Hasyr, maka Allah akan menugaskan tujuh puluh ribu malaikat untuk mendoakannya hingga sore.
Apabila ia meninggal pada hari tersebut, maka ia meninggal sebagai syahid. Barang siapa membacanya pada sore hari, maka ia mendapatkan kedudukan yang sama.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 5732.
2\. Riwayat kedua
مَنْ قَرَأَ خَوَاتِيمَ الْحَشْرِ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ، فَقُبِضَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ أَوِ اللَّيْلَةِ، فَقَدْ أَوْجَبَ الْجَنَّةَ.
“Barang siapa membaca ayat-ayat terakhir Surah Al-Hasyr pada malam atau siang hari, kemudian meninggal pada waktu tersebut, maka surga menjadi pasti baginya.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 5770.
3\. Riwayat ketiga
اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ فِي سِتِّ آيَاتٍ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْحَشْرِ.
“Nama Allah yang paling agung terdapat dalam enam ayat terakhir Surah Al-Hasyr.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 853.
4\. Riwayat keempat
إِذَا أَخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَاقْرَأْ سُورَةَ الْحَشْرِ، إِنْ مُتَّ مُتَّ شَهِيدًا.
“Apabila engkau hendak tidur, bacalah Surah Al-Hasyr. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal sebagai syahid.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 307.
14\. Surah Ar-Rahman
Hadis dhaif tentang Surah Ar-Rahman
لِكُلِّ شَيْءٍ عَرُوسٌ، وَعَرُوسُ الْقُرْآنِ الرَّحْمَنُ.
“Segala sesuatu memiliki pengantin, dan pengantin Al-Qur’an adalah Surah Ar-Rahman.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 4729.
15\. Surah Al-Waqi’ah
Hadis-hadis dhaif tentang Surah Al-Waqi’ah
1\. Riwayat pertama
عَلِّمُوا نِسَاءَكُمْ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ، فَإِنَّهَا سُورَةُ الْغِنَى.
“Ajarkanlah Surah Al-Waqi’ah kepada kaum perempuan kalian, karena sesungguhnya surah tersebut merupakan surah kekayaan.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 3730.
2\. Riwayat kedua
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ وَتَعَلَّمَهَا، لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَلَمْ يَفْتَقِرْ هُوَ وَأَهْلُ بَيْتِهِ.
“Barang siapa membaca dan mempelajari Surah Al-Waqi’ah, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai, dan dirinya beserta keluarganya tidak akan mengalami kemiskinan.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 291.
3\. Riwayat ketiga
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْوَاقِعَةِ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ، لَمْ تُصِبْهُ فَاقَةٌ أَبَدًا.
“Barang siapa membaca Surah Al-Waqi’ah setiap malam, maka ia tidak akan pernah mengalami kemiskinan.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 5773.
16\. Surah Az-Zalzalah
Hadis dhaif tentang Surah Az-Zalzalah
إِذَا زُلْزِلَتْ تَعْدِلُ نِصْفَ الْقُرْآنِ.
“Surah Az-Zalzalah setara dengan setengah Al-Qur’an.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Dha’if At-Targhib wa At-Tarhib, no. 889.
17\. Surah Asy-Syarh dan Al-Fil
Riwayat yang tidak memiliki dasar
مَنْ قَرَأَ فِي الْفَجْرِ بِـ ﴿أَلَمْ نَشْرَحْ﴾ وَ﴿أَلَمْ تَرَ كَيْفَ﴾ لَمْ يَرْمَدْ.
“Barang siapa membaca Surah Asy-Syarh dan Al-Fil dalam shalat Subuh, maka ia tidak akan terkena penyakit mata.”
Status: Tidak memiliki dasar hadis.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 67.
18\. Surah Al-Qadr
Hadis-hadis dhaif tentang Surah Al-Qadr
1\. Riwayat pertama
قِرَاءَةُ سُورَةِ إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ عَقِبَ الْوُضُوءِ.
“Membaca Surah Al-Qadr setelah berwudhu.”
Status: Tidak memiliki dasar sahih menurut rujukan naskah.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 68.
2\. Riwayat kedua
مَنْ قَرَأَ فِي إِثْرِ وُضُوئِهِ: ﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴾ مَرَّةً وَاحِدَةً كَانَ مِنَ الصِّدِّيقِينَ، وَمَنْ قَرَأَهَا مَرَّتَيْنِ كُتِبَ فِي دِيوَانِ الشُّهَدَاءِ، وَمَنْ قَرَأَهَا ثَلَاثًا حَشَرَهُ اللَّهُ مَحْشَرَ الْأَنْبِيَاءِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Qadr sekali setelah berwudhu, maka ia termasuk golongan orang-orang yang sangat jujur (ash-shiddiqun). Barang siapa membacanya dua kali, maka ia dicatat dalam golongan para syuhada. Barang siapa membacanya tiga kali, maka Allah akan mengumpulkannya bersama para nabi pada hari Kiamat.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 1449.
19\. Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain
A. Hadis-hadis sahih tentang keutamaannya
Hadis pertama: Surah Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur’an
Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقْرَأَ فِي لَيْلَةٍ ثُلُثَ الْقُرْآنِ؟
قَالُوا: وَكَيْفَ يَقْرَأُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ؟
قَالَ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ.
“Apakah salah seorang di antara kalian tidak mampu membaca sepertiga Al-Qur’an dalam satu malam?”
Para sahabat bertanya, “Bagaimana mungkin seseorang membaca sepertiga Al-Qur’an?”
Beliau menjawab, “Surah Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur’an.”
Rujukan: HR. Muslim; Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, no. 1480.
Hadis kedua: Mencintai Surah Al-Ikhlas menjadi sebab masuk surga
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, seorang laki-laki berkata:
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai surah ini, yaitu Surah Al-Ikhlas.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ حُبَّكَ إِيَّاهَا يُدْخِلُكَ الْجَنَّةَ.
“Sesungguhnya kecintaanmu kepada surah tersebut akan memasukkanmu ke dalam surga.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani, no. 2323 sebagaimana disebutkan dalam naskah.
Hadis ketiga: Membaca Surah Al-Ikhlas sepuluh kali
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ، بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas hingga selesai sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.”
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 589.
Hadis keempat: Membaca tiga surah pelindung pada pagi dan sore hari
Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib, dari ayahnya, ia berkata:
“Kami keluar pada suatu malam ketika hujan turun dan suasana sangat gelap untuk mencari Rasulullah ﷺ agar beliau mengimami shalat kami.”
Setelah bertemu beliau, Rasulullah ﷺ bersabda, “Bacalah!”
Aku tidak mengatakan apa pun.
Beliau kembali bersabda, “Bacalah!”
Aku masih tidak mengatakan apa pun.
Kemudian beliau bersabda lagi, “Bacalah!”
Aku bertanya, “Apa yang harus aku baca?”
Beliau bersabda:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.
“Bacalah Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali pada pagi dan sore hari. Niscaya ketiganya akan mencukupimu dari segala sesuatu.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani, no. 2829 sebagaimana disebutkan dalam naskah.
Hadis kelima: Surah Al-Ikhlas menjadi sebab masuk surga
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Aku datang bersama Nabi ﷺ. Beliau mendengar seorang laki-laki membaca Surah Al-Ikhlas.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَجَبَتْ.
Aku bertanya, “Apa yang telah menjadi pasti?”
Beliau menjawab:
الْجَنَّةُ.
“Surga.”
Rujukan: HR. At-Tirmidzi; dinilai sahih oleh Al-Albani, no. 2320 sebagaimana disebutkan dalam naskah.
Hadis keenam: Keutamaan tiga surah pelindung
Rasulullah ﷺ bersabda kepada Uqbah:
يَا عُقْبَةُ، أَلَا أُعَلِّمُكَ سُوَرًا مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهُنَّ، لَا يَأْتِيَنَّ عَلَيْكَ إِلَّا قَرَأْتَهُنَّ فِيهَا: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ.
“Wahai Uqbah, maukah aku ajarkan kepadamu beberapa surah yang tidak pernah diturunkan sesuatu yang sebanding dengannya dalam Taurat, Zabur, Injil, maupun Al-Qur’an? Janganlah engkau melewati suatu malam tanpa membacanya, yaitu Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.”
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2861.
B. Hadis-hadis dhaif dan palsu tentang Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu’awwidzatain
1\. Riwayat pertama
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فِي مَرَضِهِ الَّذِي يَمُوتُ فِيهِ، لَمْ يُفْتَنْ فِي قَبْرِهِ، وَأَمِنَ مِنْ ضَغْطَةِ الْقَبْرِ، وَحَمَلَتْهُ الْمَلَائِكَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَكُفِّهَا حَتَّى تُجِيزَهُ مِنَ الصِّرَاطِ إِلَى الْجَنَّةِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas ketika sakit yang menyebabkan kematiannya, maka ia tidak akan mendapatkan fitnah kubur, terlindungi dari himpitan kubur, dan pada hari Kiamat para malaikat akan mengangkatnya dengan telapak tangan mereka hingga membawanya melewati shirath menuju surga.”
Status: Palsu.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 301.
2\. Riwayat kedua
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ عِشْرِينَ مَرَّةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak dua puluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana di surga.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 1351.
3\. Riwayat ketiga
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ مِائَتَيْ مَرَّةٍ غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُ مِائَتَيْ سَنَةٍ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak dua ratus kali, maka dosa-dosanya selama dua ratus tahun akan diampuni.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 295.
4\. Riwayat keempat
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ مِائَتَيْ مَرَّةٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفًا وَخَمْسَمِائَةِ حَسَنَةٍ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ عَلَيْهِ دَيْنٌ.
“Barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak dua ratus kali, maka Allah mencatat baginya seribu lima ratus kebaikan, kecuali apabila ia memiliki utang.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 300.
5\. Riwayat kelima
مَنْ مَرَّ بِالْمَقَابِرِ فَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ إِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ وَهَبَ أَجْرَهُ لِلْأَمْوَاتِ، أُعْطِيَ مِنَ الْأَجْرِ بِعَدَدِ الْأَمْوَاتِ.
“Barang siapa melewati pemakaman lalu membaca Surah Al-Ikhlas sebelas kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah meninggal, maka ia akan memperoleh pahala sebanyak jumlah orang yang meninggal tersebut.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 1290.
6\. Riwayat keenam
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ ثُمَّ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ مِائَةَ مَرَّةٍ قَبْلَ أَنْ يَتَكَلَّمَ، فَكُلَّمَا قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ غُفِرَ لَهُ ذَنْبُ سَنَةٍ.
“Barang siapa melaksanakan shalat Subuh, kemudian membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak seratus kali sebelum berbicara, maka setiap kali membacanya, dosa-dosanya selama satu tahun akan diampuni.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 405.
7\. Riwayat ketujuh
مَنْ مَرَّ عَلَى الْمَقَابِرِ فَقَرَأَ فِيهَا إِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، ثُمَّ وَهَبَ أَجْرَهُ لِلْأَمْوَاتِ، أُعْطِيَ مِنَ الْأَجْرِ بِعَدَدِ الْأَمْوَاتِ.
“Barang siapa melewati pemakaman lalu membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak sebelas kali dan menghadiahkan pahalanya kepada orang-orang yang telah meninggal, maka ia akan memperoleh pahala sebanyak jumlah orang yang meninggal tersebut.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 3277.
8\. Riwayat kedelapan
مَنْ قَرَأَ بَعْدَ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ سَبْعَ مَرَّاتٍ، أَجَارَهُ اللَّهُ بِهَا مِنَ السُّوءِ إِلَى الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى.
“Barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tujuh kali setelah shalat Jumat, maka Allah akan melindunginya dari keburukan hingga Jumat berikutnya.”
Status: Dhaif.
Rujukan: Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah, no. 4129.
Penutup
Demikianlah pembahasan tentang keutamaan surah-surah Al-Qur’an, yang mencakup hadis-hadis sahih serta peringatan terhadap hadis-hadis dhaif dan palsu, mulai dari Surah Al-Baqarah hingga Surah An-Nas.
Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah agar menjadikan pembahasan ini bermanfaat.
Semoga Allah memberkahi kalian semua dan menjadikan kalian sebagai sebab tersebarnya kebaikan.


