Bagian 157: Mukjizat Nabi ﷺ (1)
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 157
Mukjizat Nabi ﷺ (1)
Mukjizat terbesar Nabi ﷺ adalah Al-Qur’an yang mulia, mukjizat yang tetap terjaga hingga hari kiamat. Al-Qur’an membuat para ahli bahasa tidak mampu menandinginya dan mengagumkan para ahli balaghah. Allah menantang seluruh makhluk untuk mendatangkan sepuluh surah yang serupa, atau satu surah, bahkan satu ayat yang sebanding dengannya. Orang-orang musyrik pun mengakui kemukjizatannya.
Di antara mukjizat beliau adalah ketika orang-orang musyrik suatu hari meminta beliau menunjukkan tanda. Dengan sikap menantang dan keras kepala, mereka bersikeras agar bulan dibelah menjadi dua bagian. Beliau pun berdoa kepada Rabb-nya, lalu bulan terbelah menjadi dua bagian.
Air memancar dari sela-sela jari beliau ﷺ berkali-kali. Pada berbagai kesempatan beliau berdoa kepada Allah agar memberi mereka minum, lalu Allah mengabulkannya. Peristiwa itu terjadi, misalnya, di Hudaibiyah dan Perang Tabuk ketika kaum muslimin kehausan dan tidak menemukan sesuatu untuk menghilangkan dahaga. Di antara mukjizat beliau adalah air memancar sementara sumur-sumur yang mereka datangi kering tanpa air.
Para sahabat mendengar kerikil bertasbih di telapak tangan beliau ﷺ. Beliau kemudian meletakkannya di telapak tangan Abu Bakar, lalu kerikil itu bertasbih; kemudian di telapak tangan Umar dan Utsman, dan kerikil itu tetap bertasbih. Mereka juga mendengar makanan bertasbih saat dimakan di dekat beliau, serta batu dan pepohonan mengucapkan salam kepada beliau. Daging bagian lengan kambing beracun yang diberikan perempuan Yahudi pada hari penaklukan Khaibar berbicara kepada beliau; perempuan itu bermaksud membunuh beliau dengan racun. Seorang Arab Badui meminta beliau menunjukkan tanda, lalu beliau memerintahkan sebuah pohon mendekat. Pohon itu datang, kemudian beliau memerintahkannya kembali ke tempat semula.