Hal yang menumbuhkan cinta dan pengagungan kepada Nabi ﷺ di dalam hati kita adalah mengingat betapa besar perhatian, kelembutan, dan kasih sayang beliau kepada umatnya, serta berbagai gangguan dan kesulitan yang beliau alami demi menyampaikan kebenaran kepada kita.
Di antara bukti perhatian Nabi yang mulia kepada umatnya adalah beliau menyimpan doa yang pasti dikabulkan untuk hari kiamat agar dapat memberi syafaat kepada mereka. Beliau ﷺ bersabda, “Setiap nabi memiliki doa yang ia panjatkan dan dikabulkan. Aku menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada hari kiamat.” Beliau juga akan berdiri di dekat shirath pada hari kiamat, mendoakan umatnya saat mereka melewatinya dengan berkata, “Wahai Rabbku, selamatkanlah. Wahai Rabbku, selamatkanlah.”
Salah satu bukti besarnya cinta para sahabat kepada Nabi ﷺ adalah ketulusan mereka dalam menaati perintah beliau. Dari Abdurrahman bin Abi Laila, bahwa pada suatu hari Abdullah bin Rawahah datang ketika Nabi ﷺ sedang berkhutbah. Ia mendengar beliau berkata, “Duduklah kalian,” lalu ia duduk di luar masjid hingga Nabi ﷺ selesai berkhutbah. Ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu ditanya, “Bagaimana cinta kalian kepada Rasulullah ﷺ?” ia menjawab, “Demi Allah, beliau lebih kami cintai daripada harta, anak-anak, ayah, ibu, dan air dingin bagi orang yang kehausan.”
Dalam Perang Uhud, Thalhah Al-Anshari melindungi Rasulullah ﷺ dan menangkis anak panah serta pukulan musuh dengan tubuhnya, karena khawatir mengenai Rasulullah ﷺ. Ia berkata, “Jangan menampakkan diri agar engkau tidak terkena panah musuh. Leherku menjadi pelindung bagi lehermu.”