Bagian 126: Rombongan Bani Sa‘d bin Bakr
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 126
Rombongan Bani Sa‘d bin Bakr
Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ di masjid dan berkata, “Aku akan bertanya kepadamu dengan pertanyaan yang tegas, maka janganlah engkau tersinggung.” Beliau menjawab, “Tanyakanlah apa yang ingin engkau tanyakan.” Ia bertanya, “Aku bersumpah kepadamu dengan nama Rabb-mu dan Rabb orang-orang sebelum engkau: apakah Allah mengutusmu kepada seluruh manusia?” Beliau menjawab, “Ya, demi Allah.” Ia bertanya, “Aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah: apakah Allah memerintahkanmu agar kami mengerjakan lima salat dalam sehari semalam?” Beliau menjawab, “Ya, demi Allah.” Ia bertanya, “Aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah: apakah Allah memerintahkanmu agar kami berpuasa pada bulan ini setiap tahun?” Beliau menjawab, “Ya, demi Allah.” Ia bertanya, “Aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah: apakah Allah memerintahkanmu mengambil sedekah dari orang-orang kaya kami lalu membagikannya kepada orang-orang miskin kami?” Nabi ﷺ menjawab, “Ya, demi Allah.” Laki-laki itu berkata, “Aku beriman kepada ajaran yang engkau bawa. Aku adalah utusan kaumku yang tinggal di belakangku. Namaku Dhamam bin Tsa‘labah, saudara Bani Sa‘d bin Bakr.”
Ketika kembali kepada kaumnya, mereka berkumpul menemuinya. Hal pertama yang ia ucapkan adalah, “Alangkah buruknya Lata dan Uzza!” Mereka berkata, “Jangan begitu, wahai Dhamam. Takutlah kepada penyakit lepra, kusta, dan gila!” Ia menjawab, “Celaka kalian! Demi Allah, keduanya tidak dapat membahayakan dan tidak pula memberi manfaat. Allah telah mengutus seorang rasul dan menurunkan kepadanya sebuah kitab yang menyelamatkan kalian dari keadaan kalian dahulu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Aku datang dari sisi beliau membawa apa yang beliau perintahkan dan larang bagi kalian.” Sebelum hari itu berakhir, seluruh wilayah Bani Bakr telah masuk Islam. Ibnu Abbas berkata, “Kami tidak pernah mendengar ada utusan suatu kaum yang lebih baik daripada Dhamam bin Tsa‘labah.”