Bagian 125: Tahun Kedatangan Rombongan
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 125
Tahun Kedatangan Rombongan
Setelah pembebasan Makkah dan kemenangan kaum muslimin dalam Perang Tabuk, kabilah-kabilah Arab bergegas memeluk Islam. Berbagai rombongan datang dari segala penjuru untuk berbaiat kepada Nabi ﷺ. Di antara rombongan yang paling menonjol adalah:
Rombongan Bani Tamim termasuk rombongan terpenting yang datang ke Madinah pada tahun itu, mengingat kedudukan mereka di antara kabilah Arab serta reputasi mereka dalam sastra, pidato, dan syair. Kedatangan mereka dipicu oleh ekspedisi ‘Uyainah bin Hishn yang menawan sebelas laki-laki dan sebelas perempuan dari mereka. Para pemimpin dan tokoh mereka datang untuk memohon pembebasan para tawanan. Mereka adalah rombongan yang memanggil Rasulullah ﷺ dari balik kamar-kamar beliau. Setelah itu terjadi adu syair dan adu pidato antara mereka dan kaum muslimin. Pada akhirnya, hal itu menjadi sebab mereka dan kaum mereka memeluk Islam.
Rombongan Abdul Qais: Munqidz bin Hayyan datang ke Madinah untuk berdagang. Setelah mendengar Nabi ﷺ, ia masuk Islam. Nabi ﷺ kemudian mengutusnya membawa surat kepada kaumnya untuk mengajak mereka kepada Islam. Mereka berdatangan pada tahun itu. Pemimpin mereka adalah Al-Asyajj, yang tentangnya Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah: kelembutan dan ketenangan.” Rombongan Najran: Rombongan kaum Nasrani Najran datang, tetapi tidak memeluk Islam. Mereka berdamai dengan Nabi ﷺ dengan ketentuan membayar kharaj.