Bagian 124: Masjid Dhirar
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 124
Masjid Dhirar
Abu Amir Ar-Rahib telah memeluk agama Nasrani pada masa jahiliah dan memiliki kedudukan terhormat di kalangan kaumnya, Khazraj. Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah dan kaum muslimin berkumpul di sekitar beliau, Abu Amir terang-terangan memusuhi beliau. Ia melarikan diri ke Makkah dan menghasut Quraisy untuk memerangi Rasulullah ﷺ. Quraisy kemudian bergabung dengan kabilah-kabilah Arab yang mendukung mereka dan datang pada Perang Uhud. Orang fasik ini telah menggali lubang-lubang di antara dua barisan pasukan, dan Rasulullah ﷺ terperosok ke salah satunya.
Setelah Perang Uhud berakhir dan Abu Amir melihat kedudukan Rasulullah ﷺ semakin kuat, ia pergi menemui Heraklius, raja Romawi, untuk meminta bantuan melawan Nabi ﷺ. Heraklius menjanjikan bantuan dan memberi harapan kepadanya. Abu Amir tinggal di sana dan menulis surat kepada sekelompok orang munafik dari kalangan Anshar. Ia berjanji akan datang membawa pasukan untuk memerangi Rasulullah ﷺ dan memerintahkan mereka membangun tempat perlindungan sebagai markas jika ia tiba. Mereka mulai membangun sebuah masjid di dekat Masjid Quba. Setelah selesai, mereka meminta Rasulullah ﷺ salat di masjid mereka agar dapat menjadikan salat beliau sebagai bukti. Mereka menyatakan bahwa masjid itu dibangun untuk orang-orang lemah dan sakit pada malam yang dingin. Beliau berjanji akan mendatangi mereka sekembalinya dari Perang Tabuk.
Ketika Rasulullah ﷺ pulang dari Tabuk menuju Madinah, Jibril menyampaikan kabar tentang Masjid Dhirar. Rasulullah ﷺ pun mengutus orang untuk menghancurkan masjid tersebut.