Durūs min as-Sīrah

Bagian 84: Abu Jandal Dikembalikan kepada Kaum Musyrik

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 84

أَبُو جَنْدَلٍ يَعُودُ لِلْمُشْرِكِينَ

Abu Jandal Dikembalikan kepada Kaum Musyrik

بَيْنَمَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَكْتُبُ كِتَابَ الصُّلْحِ هُوَ وَسُهَيْلُ بْنُ عَمْرٍو، إِذْ جَاءَ أَبُو جَنْدَلٍ، ابْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَمْرٍو، يَرْسُفُ فِي الْحَدِيدِ، قَدْ هَرَبَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ. فَلَمَّا رَأَى سُهَيْلٌ ابْنَهُ قَامَ إِلَيْهِ فَضَرَبَ وَجْهَهُ، وَأَخَذَ بِتَلَابِيبِهِ، ثُمَّ قَالَ: «يَا مُحَمَّدُ، قَدْ تَمَّتِ الْقَضِيَّةُ بَيْنِي وَبَيْنَكَ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكَ هَذَا». قَالَ: «صَدَقْتَ». فَجَعَلَ يَنْتَرِعُهُ بِتَلَابِيبِهِ وَيَجُرُّهُ لِيَرُدَّهُ إِلَى قُرَيْشٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أَجِرْهُ لِي». فَرَفَضَ سُهَيْلٌ أَنْ يَتْرُكَهُ، وَجَعَلَ أَبُو جَنْدَلٍ يَصْرُخُ بِأَعْلَى صَوْتِهِ: «يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ، أَأُرَدُّ إِلَى الْمُشْرِكِينَ يَفْتِنُونَنِي فِي دِينِي؟» فَزَادَ ذَلِكَ النَّاسَ إِلَى مَا بِهِمْ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «يَا أَبَا جَنْدَلٍ، اصْبِرْ وَاحْتَسِبْ، فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ لَكَ وَلِمَنْ مَعَكَ مِنَ الْمُسْتَضْعَفِينَ فَرَجًا وَمَخْرَجًا. إِنَّا قَدْ عَقَدْنَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ صُلْحًا، وَأَعْطَيْنَاهُمْ عَهْدَ اللَّهِ، وَإِنَّا لَا نَغْدِرُ بِهِمْ». فَوَثَبَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ مَعَ أَبِي جَنْدَلٍ يَمْشِي إِلَى جَانِبِهِ وَيَقُولُ: «اصْبِرْ يَا أَبَا جَنْدَلٍ، فَإِنَّمَا هُمْ الْمُشْرِكُونَ، وَإِنَّمَا دَمُ أَحَدِهِمْ دَمُ كَلْبٍ»، وَيُدْنِي عُمَرُ قَائِمَ السَّيْفِ مِنْهُ. يَقُولُ عُمَرُ: «رَجَوْتُ أَنْ يَأْخُذَ السَّيْفَ فَيَضْرِبَ بِهِ أَبَاهُ، فَضَنَّ الرَّجُلُ بِأَبِيهِ، وَتَمَّتِ الْقَضِيَّةُ».

Ketika Rasulullah ﷺ sedang menulis perjanjian bersama Suhail bin Amr, datanglah Abu Jandal, putra Suhail bin Amr, dalam keadaan terbelenggu besi. Ia telah melarikan diri dari kaum musyrik menuju Rasulullah ﷺ. Saat melihat putranya, Suhail bangkit, memukul wajahnya, mencengkeram kerah bajunya, lalu berkata, “Wahai Muhammad, kesepakatan antara aku dan engkau telah selesai sebelum orang ini datang kepadamu.” Beliau menjawab, “Engkau benar.” Suhail menyeret Abu Jandal untuk dikembalikan kepada Quraisy. Rasulullah ﷺ berkata, “Lindungilah dia untukku,” tetapi Suhail menolak melepaskannya. Abu Jandal berteriak sekeras-kerasnya, “Wahai kaum muslimin, apakah aku akan dikembalikan kepada kaum musyrik untuk mereka memalingkanku dari agamaku?” Hal itu semakin menambah kesedihan kaum muslimin. Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai Abu Jandal, bersabarlah dan berharaplah pahala. Sesungguhnya Allah akan memberikan jalan keluar bagimu dan bagi orang-orang lemah yang bersamamu. Kita telah membuat perjanjian dengan kaum itu dan memberikan kepada mereka janji atas nama Allah. Kita tidak akan mengkhianati mereka.” Umar bin Khattab lalu berjalan di samping Abu Jandal sambil berkata, “Bersabarlah, wahai Abu Jandal. Mereka hanyalah kaum musyrik, dan darah salah seorang dari mereka tak lebih dari darah anjing.” Umar mendekatkan gagang pedangnya kepadanya. Umar berkata, “Aku berharap ia mengambil pedang itu lalu memukulkannya kepada ayahnya. Namun, orang itu enggan membunuh ayahnya, dan kesepakatan pun terlaksana.”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Abu Jandal Dikembalikan kepada Kaum Musyrik (أَبُو جَنْدَلٍ يَعُودُ لِلْمُشْرِكِينَ), halaman 101 kitab (halaman 102 PDF). Harakat dan tanda baca ditambahkan untuk membantu pembacaan. Pembagian pasangan paragraf bersifat editorial; urutan isi mengikuti naskah asli.

Related Articles

Back to top button