Bagian 74: Bani Quraizhah Melanggar Perjanjian
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 74
Bani Quraizhah Melanggar Perjanjian
Ketika pasukan sekutu mengepung Madinah, seorang Yahudi bernama Huyay bin Akhthab mendatangi Bani Quraizhah yang tinggal di sebelah tenggara Madinah. Ia menghasut mereka agar melanggar perjanjian dengan kaum muslimin dan bergabung dengan pasukan sekutu untuk memerangi mereka. Ia terus membujuk hingga mereka menyetujuinya dan membuka front baru untuk menyerang kaum muslimin dari belakang. Posisi mereka memungkinkan serangan dari arah belakang. Hal itu terasa berat bagi kaum muslimin dan mereka khawatir orang-orang Yahudi akan menyerang perempuan serta anak-anak mereka. Allah berfirman tentang keadaan itu, “(Ingatlah) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, ketika penglihatanmu terpana dan hatimu sampai ke tenggorokan, dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. Di situlah orang-orang mukmin diuji dan diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.” (QS. Al-Ahzab: 10–11).
Kemudian Allah mengabulkan doa Nabi-Nya dan mengizinkan kemenangan bagi kaum muslimin. Allah mengirimkan kepada Quraisy dan pasukan sekutu badai angin serta rasa takut yang mengguncang hati mereka, membalikkan periuk-periuk mereka, dan membuat mereka gelisah. Mereka tidak dapat menetap dan tenda-tenda mereka tidak dapat berdiri kokoh. Ketika keadaan semakin berat, mereka meninggalkan tempat itu pada malam hari. Setelah pasukan musyrik pergi, Rasulullah ﷺ memberi tahu para sahabat, “Sekarang kitalah yang akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang kita.” Beliau benar; perang itu menjadi serangan militer terakhir Quraisy. Pengepungan pasukan sekutu terhadap Madinah berlangsung selama satu bulan penuh.