Tadabbur Surat Al Mulk Ayat ke-12
Tadabbur Surat Al Mulk Ayat ke-12
☷ Daftar Isi Artikel
قال الله تعالى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ﴾ [سورة الملك: 12].
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al Mulk: 12)
Janji Allah tentang Ampunan dan Pahala Besar
Ketika Dzat yang Maha Besar telah berjanji untuk memberikan pemberian yang besar, maka ketahuilah bahwa amalan itu sangatlah agung, dan balasannya sangatlah melimpah.
Kalau seandainya seorang raja berjanji kepadamu untuk memberimu hadiah yang besar, maka pastilah engkau akan gembira dengannya, karena engkau tahu, bahwa seorang raja yang mempunyai kebesaran akan memberi hadiah yang tentunya sesuai dengan kedudukannya. Tentu akan berbeda perasaanmu kalau janji itu diberikan oleh orang yang tidak mempunyai kedudukan dan tidak mempunyai harta.
Baiklah … lalu bagaimana pendapatmu kalau janji ini diberikan oleh penguasa alam semesta, yang ditanganNya ada segala sesuatu, sedang Dia Maha Besar dan Maha Tinggi. Lalu bagaimana pendapatmu kalau Ia menjanjikan suatu amalan yang bila dikerjakan maka pelakunya akan mendapatkan ganjaran yang besar, maka sudah dapat dipastikan bahwa pemberiannya akan sangat besar, dan lebih besar dari semua itu adalah sebuah ampunan dari dosa-dosa.
Ganjaran itu akan didapatkan seseorang ketika ia dapat mengamalkan sebuah amalan yang disebutkan di dalam ayat diatas :
﴿يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ﴾
“Rasa takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka”
Takut kepada Allah dalam Kesendirian
Mereka berhak mendapatkan pahala ini, karena mereka mempunyai rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika pandangan manusia tidak melihat mereka, ketika dalam kegelapan, dalam kesendirian, di negeri yang jauh yang tidak ada pandangan manusia, tidak terdengar oleh pendengaran mereka …
Disanalah “khosyatullah” rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai kedudukan yang tinggi, karena disana seseorang tidak merasa diawasi kecuali oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak takut kecuali hanya kepada-Nya subhanahu wa ta’ala, oleh karena itu berhaklah mereka mendapatkan pahala yang besar.
Pelajaran dari Kisah Orang yang Terjebak di Gua
Amalan apa yang telah menyelamatkan seseorang yang terkunci di sebuah gua, sedangkan ia hanya mengurungkan niatnya untuk melakukan zina, sedang ia telah berusaha untuk mencapainya, bahkan telah mengeluarkan hartanya untuk itu? Semua itu ia tinggalkan karena “khosyatullah” rasa takut kepada Allah dan takut terjatuh kepada perbuatan dosa walaupun kemudahan melakukan perbuatan keji itu telah ada didepan matanya.
Keteladanan Nabi Yusuf ‘Alaihi Salam
Amalan apa yang telah menyelamatkan Yusuf ‘alaihi salam dari godaan seorang wanita, ketika ia mencoba kabur dan lari keluar menuju pintu? Tidaklah ia tinggalkan wanita itu, melainkan karena ia mempunyai “khosyatullah” rasa takut kepada Allah, sedang ia berkata:
﴿مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ﴾
“Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik” (QS. Yusuf: 23)
Menjaga Diri ketika Datang Fitnah
Oleh karenanya wahai saudaraku yang diberkahi, ketika datang kepadamu fitnah, disaat dimudahkan kepadamu jalan-jalan kemaksiatan, bahkan mungkin ia akan lebih dekat kepadamu dari suara sandalmu …
Disaat engkau tidak terlihat oleh seorangpun, disaat engkau dalam kesendirian jauh dari pandangan manusia …
Disaat itulah engkau harus ingat bahwa berapa banyak pahala yang akan hilang darimu, ketika engkau jatuh dalam kemaksiatan sedang engkau dalam keadaan tidak takut kepada Allah.
Disaat seperti itu …. ingatlah bahwa :
﴿إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar”
Doa dan Penutup
Ya Allah anugerahkanlah kepada kami rasa takut kepadaMu disaat kami sendirian atau dalam keramaian.
هذا، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمين …
Catatan Sumber dan Penulis
*Diterjemahkan dari rekaman ceramah singkat Syeikh Dr. Mansyur Ash Syu’qub -hafidhohullah- yang dikirim oleh team dauroh tafsir Ramadhan tahun 2020 kepada kami.
Buraidah-Qassim-KSA
22 Rabiul Awwal 1442H/8 November 2020M
Agus Rinaldi Afrizal, Lc