Bagian 128: Haji Abu Bakar Ash-Shiddiq
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 128
Haji Abu Bakar Ash-Shiddiq
Pada tahun kesembilan Hijriah, Rasulullah ﷺ memerintahkan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memimpin haji kaum muslimin. Ia berangkat pada bulan Dzulhijjah bersama sekitar tiga ratus orang dan dua puluh unta kurban. Setelah Abu Bakar berangkat, turunlah Surah Bara’ah (At-Taubah). Rasulullah ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu membawa bagian awal surah itu untuk disampaikan kepada orang-orang pada hari Nahar, seraya bersabda, “Tidak ada yang menyampaikannya dariku kecuali seorang laki-laki dari keluargaku.” Ketika Ali tiba menemui Abu Bakar, Abu Bakar bertanya, “Apakah engkau pemimpin atau utusan?” Ali menjawab, “Aku hanya utusan.” Keduanya pun melanjutkan perjalanan: Abu Bakar sebagai pemimpin jamaah dan Ali menyampaikan bagian awal Surah Bara’ah.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menyampaikan bagian awal surah tersebut kepada orang-orang. Sejumlah sahabat, termasuk Abu Hurairah dan Ath-Thufail bin Amr Ad-Dausi, membantunya menyerukan pengumuman kepada mereka. Di antara empat ketentuan yang disampaikan Ali adalah: “Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang beriman; tidak seorang pun boleh tawaf di Ka‘bah dalam keadaan telanjang; setelah tahun ini orang musyrik tidak boleh berhaji ke Baitullah; dan siapa yang memiliki perjanjian dengan Rasulullah ﷺ, maka perjanjian itu berlaku hingga masa yang telah ditentukan.”