Siapa Penghuni Surga dan Neraka yang Dilihat Nabi ﷺ Sebelum Hari Kiamat dan Yaumul Hisab?
Nomor Fatwa: 212
Siapa Penghuni Surga dan Neraka yang Dilihat Nabi ﷺ Sebelum Hari Kiamat dan Yaumul Hisab?
☷ Daftar Isi Artikel
Pertanyaan
Ahsanullahuilaikum.
Ustadz @Ust Berian Muntaqo Fatkhuri, ada titipan pertanyaan.
Terkait para nabi atau rasul yang Allah tunjukkan para penghuni surga dan penghuni neraka yang Allah siksa.
Terkait saat ini belum terjadi Kiamat dan Yaumul Hisab. Siapakah penghuninya saat ini yang Nabi melihat orang yang disiksa di neraka, seperti contoh saat Nabi Isra’ Mi’raj?
Jazakallahukhoiron.
Jawaban
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
Pertanyaan ini berkaitan dengan salah satu pembahasan penting dalam akidah Islam, yaitu apakah surga dan neraka sudah diciptakan sekarang, padahal hari Kiamat dan Yaumul Hisab belum terjadi? Lalu siapakah orang-orang yang dilihat Rasulullah ﷺ sedang menikmati kenikmatan surga atau mendapatkan azab neraka?
Untuk menjawabnya, perlu dibedakan antara keberadaan surga dan neraka, kehidupan alam barzakh, serta masuknya manusia ke surga dan neraka setelah hari kebangkitan dan hisab.
1. Surga dan Neraka Sudah Diciptakan dan Sekarang Telah Ada
Menurut akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, surga dan neraka merupakan dua makhluk Allah yang sudah diciptakan dan sekarang benar-benar ada, bukan baru akan diciptakan setelah hari Kiamat.
Dalil tentang Surga
Allah ﷻ berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang telah disediakan bagi orang-orang bertakwa.”
(QS. Ali Imran: 133)
Dalil tentang Neraka
Allah ﷻ berfirman:
فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
“Maka takutlah kalian kepada neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang telah disediakan bagi orang-orang kafir.”
(QS. Al-Baqarah: 24)
Kata أُعِدَّتْ (telah disediakan) menunjukkan bahwa surga dan neraka telah dipersiapkan oleh Allah.
Imam Ath-Thahawi رحمه الله mengatakan dalam Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah:
وَالْجَنَّةُ وَالنَّارُ مَخْلُوقَتَانِ، لَا تَفْنَيَانِ أَبَدًا وَلَا تَبِيدَانِ، وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى خَلَقَ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ قَبْلَ الْخَلْقِ، وَخَلَقَ لَهُمَا أَهْلًا.
“Surga dan neraka adalah dua makhluk yang telah diciptakan. Keduanya tidak akan binasa dan tidak akan musnah selama-lamanya. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan surga dan neraka sebelum menciptakan manusia, dan Dia telah menetapkan penghuni bagi keduanya.”
Ini merupakan salah satu pokok keyakinan Ahlus Sunnah.
2. Rasulullah ﷺ Pernah Diperlihatkan Surga dan Neraka
Dari Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ.
Dalam hadis yang sama, Rasulullah ﷺ menjelaskan:
إِنِّي رَأَيْتُ الْجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ عُنْقُودًا، وَلَوْ أَصَبْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا، وَأُرِيتُ النَّارَ، فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطُّ أَفْظَعَ.
“Sesungguhnya aku telah melihat surga, lalu aku berusaha mengambil setangkai buah anggur darinya. Seandainya aku berhasil mengambilnya, niscaya kalian dapat memakannya selama dunia masih ada. Aku juga diperlihatkan neraka, dan aku belum pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan daripada hari ini.”
Takhrij: HR. Al-Bukhari, no. 1052, dan Muslim, no. 907, dalam hadis tentang salat gerhana.
Hadis ini sangat jelas menunjukkan bahwa surga dan neraka sudah ada pada masa Rasulullah ﷺ, karena beliau benar-benar diperlihatkan keduanya.
3. Nabi ﷺ Melihat Orang-orang Tertentu Sedang Diazab
Di antara orang-orang yang diperlihatkan kepada Rasulullah ﷺ adalah sebagai berikut.
Pertama: Seorang Perempuan yang Menyiksa Seekor Kucing
Dari Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما, dalam hadis tentang salat gerhana, Rasulullah ﷺ bersabda:
وَرَأَيْتُ فِيهَا امْرَأَةً تُعَذَّبُ فِي هِرَّةٍ لَهَا، رَبَطَتْهَا، فَلَمْ تُطْعِمْهَا، وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ.
“Aku melihat di dalam neraka seorang perempuan yang diazab karena seekor kucing miliknya. Ia mengikat kucing itu, tidak memberinya makan, dan tidak membiarkannya mencari makanan dari binatang-binatang kecil di bumi.”
Takhrij: HR. Muslim, no. 904, dalam hadis tentang salat gerhana. Kisah perempuan yang menyiksa kucing juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim melalui jalur lainnya.
Ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar diperlihatkan seseorang yang mendapatkan azab.
Kedua: Amr bin Luhayy, Tokoh yang Menyebarkan Penyembahan Berhala
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ لُحَيٍّ الْخُزَاعِيَّ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ.
“Aku melihat Amr bin Luhayy Al-Khuza’i menyeret ususnya di dalam neraka.”
Takhrij: HR. Al-Bukhari, no. 3521, dan Muslim, no. 2856, dengan perbedaan redaksi.
Amr bin Luhayy merupakan tokoh yang berperan dalam menyebarkan penyembahan berhala di kalangan bangsa Arab.
Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa Nabi ﷺ diperlihatkan orang-orang tertentu yang mendapatkan azab, meskipun hari Kiamat belum terjadi.
4. Apakah Orang yang Meninggal Sudah Mendapatkan Nikmat atau Azab Sebelum Kiamat?
Jawabannya, ya. Orang yang telah meninggal memasuki alam barzakh, tempat mereka dapat memperoleh kenikmatan atau azab sesuai dengan ketetapan Allah, sebelum datangnya hari kebangkitan.
Allah ﷻ berfirman tentang keluarga Fir’aun:
النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
“Kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang. Dan pada hari terjadinya Kiamat (diperintahkan): Masukkanlah keluarga Fir’aun ke dalam azab yang paling keras.”
(QS. Ghafir: 46)
Perhatikan bahwa ayat ini menyebutkan dua tahapan:
- Sebelum Kiamat, keluarga Fir’aun diperlihatkan neraka pada pagi dan petang.
- Setelah Kiamat terjadi, mereka diperintahkan memasuki azab yang lebih keras.
Imam Ibnu Katsir رحمه الله mengatakan dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, ketika menjelaskan ayat ini:
وَهَذِهِ الْآيَةُ أَصْلٌ كَبِيرٌ فِي اسْتِدْلَالِ أَهْلِ السُّنَّةِ عَلَى عَذَابِ الْبَرْزَخِ فِي الْقُبُورِ.
“Ayat ini merupakan salah satu landasan besar yang digunakan Ahlus Sunnah untuk menetapkan adanya azab barzakh di dalam kubur.”
Dalil Hadis
Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian meninggal dunia, diperlihatkan kepadanya tempatnya pada pagi dan petang. Jika ia termasuk penghuni surga, maka diperlihatkan tempatnya di surga. Jika ia termasuk penghuni neraka, maka diperlihatkan tempatnya di neraka. Kemudian dikatakan kepadanya: Inilah tempatmu sampai Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat.”
Takhrij: HR. Al-Bukhari, no. 1379, dan Muslim, no. 2866. صحيح البخاري ([صحيح]) +1
Hadis ini menjelaskan adanya hubungan antara kehidupan barzakh dengan surga dan neraka, meskipun kebangkitan dan hisab secara umum belum terjadi.
5. Penjelasan Imam An-Nawawi tentang Keberadaan Surga dan Neraka
Imam An-Nawawi رحمه الله, seorang ulama besar mazhab Syafi’i, menjelaskan ketika mensyarah hadis tentang diperlihatkannya surga dan neraka kepada Rasulullah ﷺ:
وَفِيهِ أَنَّ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ مَخْلُوقَتَانِ مَوْجُودَتَانِ الْيَوْمَ، وَأَنَّ فِي الْجَنَّةِ ثِمَارًا، وَهَذَا كُلُّهُ مَذْهَبُ أَصْحَابِنَا وَسَائِرِ أَهْلِ السُّنَّةِ، خِلَافًا لِلْمُعْتَزِلَةِ.
“Di dalam hadis ini terdapat dalil bahwa surga dan neraka telah diciptakan dan keduanya sekarang benar-benar ada, serta bahwa di surga terdapat buah-buahan. Semua ini merupakan pendapat para ulama mazhab kami dan seluruh Ahlus Sunnah, berbeda dengan Mu’tazilah.”
(Syarh Shahih Muslim, Kitab Al-Kusuf, bab tentang apa yang diperlihatkan kepada Nabi ﷺ berupa surga dan neraka.) islamweb.net
Penjelasan Imam An-Nawawi ini menegaskan bahwa keberadaan surga dan neraka sekarang merupakan keyakinan Ahlus Sunnah, bukan sekadar perumpamaan atau gambaran tentang masa depan.
6. Apakah Ada Orang yang Sudah Menikmati Surga Sekarang?
Allah ﷻ berfirman tentang orang-orang yang mati syahid:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Jangan sekali-kali engkau mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka hidup di sisi Tuhan mereka dan mendapatkan rezeki. Mereka bergembira dengan karunia yang Allah berikan kepada mereka.”
(QS. Ali Imran: 169–170)
Dari Masruq رحمه الله, ia berkata bahwa mereka bertanya kepada Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه tentang ayat tersebut. Ibnu Mas’ud menjawab bahwa mereka juga pernah menanyakannya kepada Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:
أَرْوَاحُهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ، لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ، تَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ، ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ.
“Ruh-ruh mereka berada di dalam burung-burung hijau. Burung-burung itu memiliki pelita-pelita yang tergantung di bawah Arasy. Mereka bebas berkeliling di surga ke mana saja mereka kehendaki, kemudian kembali menuju pelita-pelita tersebut.”
Takhrij: HR. Muslim, no. 1887.
Hadis ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa ruh orang-orang yang mati syahid mendapatkan kenikmatan surga sebelum hari Kiamat.
Namun, keadaan tersebut merupakan kenikmatan alam barzakh, bukan berarti seluruh proses kebangkitan, hisab, dan masuk surga secara sempurna telah berlangsung.
7. Bagaimana Memahami Orang yang Dilihat Nabi ﷺ di Neraka ketika Isra dan Mi’raj?
Dalam masalah ini, perlu dibedakan dua hal.
Pertama, Orang yang Telah Meninggal dan Sedang Mendapatkan Azab Barzakh
Mereka dapat mengalami azab sebelum Kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam ayat tentang keluarga Fir’aun dan hadis tentang azab kubur.
Kedua, Pemandangan Azab yang Diperlihatkan Allah kepada Rasulullah ﷺ
Allah Mahakuasa memperlihatkan kepada Nabi-Nya berbagai perkara gaib, termasuk keadaan orang-orang yang sedang diazab atau gambaran balasan yang akan terjadi.
Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa semua orang yang diperlihatkan kepada Nabi ﷺ pasti telah melalui Yaumul Hisab.
Sebaliknya, tidak tepat pula memastikan bahwa setiap pemandangan azab yang beliau lihat hanyalah gambaran masa depan. Penetapannya harus mengikuti dalil dan konteks masing-masing riwayat.
Perlu diperhatikan pula bahwa tidak semua hadis tentang Nabi ﷺ melihat surga dan neraka terjadi ketika Isra dan Mi’raj. Sebagiannya terjadi ketika salat gerhana, sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis sahih.
Kesimpulan
Berdasarkan Al-Qur’an, hadis-hadis sahih, dan penjelasan para ulama Ahlus Sunnah, dapat disimpulkan bahwa:
- Surga dan neraka sudah diciptakan dan sekarang benar-benar ada.
- Hari Kiamat, kebangkitan manusia, dan hisab secara umum memang belum terjadi.
- Orang yang telah meninggal dapat memperoleh kenikmatan atau azab di alam barzakh sebelum hari Kiamat.
- Ruh para syuhada mendapatkan kenikmatan di surga sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.
- Rasulullah ﷺ benar-benar pernah diperlihatkan surga, neraka, serta orang-orang tertentu yang mendapatkan azab.
- Pemandangan yang diperlihatkan kepada Nabi ﷺ tidak berarti bahwa seluruh manusia telah dibangkitkan dan dihisab. Perkara gaib tersebut dipahami berdasarkan dalil yang sahih tanpa memastikan rincian yang tidak dijelaskan oleh wahyu.
Jadi, tidak ada pertentangan antara keyakinan bahwa surga dan neraka sudah ada sekarang dengan keyakinan bahwa hari Kiamat dan Yaumul Hisab belum terjadi. Sebab, kenikmatan dan azab alam barzakh berbeda dari balasan akhirat yang sempurna setelah kebangkitan dan hisab.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk penghuni surga, melindungi kita dari azab kubur dan azab neraka, serta mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ.
والله تعالى أعلم بالصواب.