Konsultasi

Mana yang Lebih Utama Saat Azan Kedua Jumat: Menjawab Azan atau Salat Tahiyatul Masjid?

Nomor Fatwa: 208

Mana yang Lebih Utama Saat Azan Kedua Jumat: Menjawab Azan atau Salat Tahiyatul Masjid?

☷ Daftar Isi Artikel
PENGATURAN BACA
Progres membaca 0%

Pertanyaan

Assalamualaikum Ustadz @⁨Ust Berian Muntaqo Fatkhuri⁩, saat masuk masjid azan Jumat berkumandang (imam duduk), mana yang lebih afdal, menjawab azan atau salat Tahiyatul Masjid?

Jazakallahu khoir.

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Apabila seseorang memasuki masjid pada hari Jumat ketika azan kedua sedang dikumandangkan, sementara imam telah duduk di mimbar, maka terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai mana yang lebih utama: menjawab azan terlebih dahulu atau langsung melaksanakan salat Tahiyatul Masjid.

Pendapat yang lebih kuat adalah segera melaksanakan salat Tahiyatul Masjid dua rakaat secara ringkas, kemudian duduk untuk mendengarkan khutbah. Hal ini karena mendengarkan khutbah Jumat merupakan kewajiban, sedangkan menjawab azan menurut jumhur ulama hukumnya sunah.

1. Dalil Disyariatkannya Menjawab Azan

Dari Abu Sa’id Al-Khudri رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ.

“Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muazin.”

Takhrij: Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 611) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 383).

Hadis ini menunjukkan anjuran menjawab azan dengan mengikuti bacaan muazin.

2. Dalil Salat Tahiyatul Masjid

Dari Abu Qatadah Al-Anshari رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ، فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ.

“Apabila salah seorang di antara kalian memasuki masjid, janganlah ia duduk sampai melaksanakan salat dua rakaat.”

Takhrij: Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 444) dan Imam Muslim (no. 714).

Perintah ini berlaku secara umum bagi orang yang memasuki masjid, termasuk pada hari Jumat.

3. Dalil Khusus Ketika Khutbah Jumat Berlangsung

Dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ، فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا.

“Apabila salah seorang di antara kalian datang pada hari Jumat ketika imam sedang berkhutbah, hendaklah ia melaksanakan salat dua rakaat dan meringankan keduanya.”

Takhrij: Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 875).

Dalam riwayat lain, Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما menceritakan bahwa seorang laki-laki datang ketika Nabi ﷺ sedang berkhutbah. Beliau bertanya:

أَصَلَّيْتَ يَا فُلَانُ؟

“Apakah engkau sudah salat, wahai Fulan?”

Orang itu menjawab, “Belum.”

Beliau ﷺ bersabda:

قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ.

“Berdirilah dan kerjakanlah salat dua rakaat.”

Takhrij: Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 930) dan Imam Muslim (no. 875).

Hadis ini menunjukkan bahwa Tahiyatul Masjid tetap disyariatkan, bahkan ketika imam sedang menyampaikan khutbah.

4. Perkataan Para Ulama

Pertama: Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

Beliau menjelaskan:

وَأَمَّا فِي الْأَذَانِ الثَّانِي يَوْمَ الْجُمُعَةِ، إِذَا دَخَلَ الْإِنْسَانُ وَالْمُؤَذِّنُ يُؤَذِّنُ، فَإِنَّهُ لَا يُتَابِعُ الْمُؤَذِّنَ، بَلْ يُصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ مِنْ أَجْلِ أَنْ يَتَفَرَّغَ لِاسْتِمَاعِ الْخُطْبَةِ، فَإِنَّ اسْتِمَاعَ الْخُطْبَةِ وَاجِبٌ، وَإِجَابَةَ الْمُؤَذِّنِ سُنَّةٌ.

“Adapun pada azan kedua hari Jumat, apabila seseorang masuk ketika muazin sedang mengumandangkan azan, maka ia tidak mengikuti muazin, tetapi melaksanakan Tahiyatul Masjid agar dapat berkonsentrasi mendengarkan khutbah. Sebab, mendengarkan khutbah hukumnya wajib, sedangkan menjawab azan hukumnya sunah.”

Sumber: Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb, rekaman no. 325. old.binothaimeen.net

Kedua: Syekh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله

Beliau ditanya secara khusus mengenai orang yang memasuki masjid ketika azan terakhir Jumat sedang dikumandangkan. Beliau menjawab:

هَذَا هُوَ الْأَفْضَلُ، قَدْ أَصَابُوا فِي نَصِيحَتِكَ، فَالْأَفْضَلُ أَنْ تَجْمَعَ بَيْنَ الْحُسْنَيَيْنِ، وَبَيْنَ الْعِبَادَتَيْنِ، تُجِيبُ الْمُؤَذِّنَ، ثُمَّ تُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ.

“Itulah yang lebih utama. Mereka benar dalam memberikan nasihat kepadamu. Yang lebih utama adalah menggabungkan dua kebaikan dan dua ibadah: menjawab muazin, kemudian melaksanakan salat dua rakaat.”

Sumber: Fatwa Al-Masyru’ Liman Dakhala Al-Masjid wal-Mu’adzdzin Yu’adzdzinu lil-Jumu’ah. موقع الشيخ ابن باز

5. Kesimpulan

Dalam masalah ini terdapat dua pendapat yang sama-sama memiliki dasar:

  • Langsung melaksanakan Tahiyatul Masjid, sebagaimana pendapat Syekh Ibnu Utsaimin, agar dapat mendengarkan khutbah sejak awal.
  • Menjawab azan terlebih dahulu, kemudian melaksanakan Tahiyatul Masjid, sebagaimana pendapat Syekh Ibnu Baz, agar mendapatkan keutamaan kedua amalan.

Pendapat yang lebih kuat menurut pertimbangan kami adalah pendapat pertama, yaitu langsung melaksanakan Tahiyatul Masjid dua rakaat secara ringkas ketika azan kedua Jumat berkumandang, karena mendengarkan khutbah lebih ditekankan daripada menjawab azan.

Namun, orang yang menjawab azan terlebih dahulu kemudian melaksanakan Tahiyatul Masjid juga telah mengamalkan pendapat ulama yang memiliki landasan. Karena itu, tidak selayaknya saling menyalahkan dalam masalah ini.

والله تعالى أعلم بالصواب.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA. & Narasumber di https://chat.whatsapp.com/DdLUj6dLOnD9UlRoOiENpF?s=cl&p=a&mlu=4&ilr=4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button