Ukhuwah

189

Fitrah seorang muslim ketika ada saudaranya terzolimi maka dia akan bangkit untuk menolongnya dan tidak akan diam melihat saudaranya tertindas dan terzolimi dan itu muncul dari hati yang tergerak untuk membantu saudaranya yang terzholimi baik itu bantuan berupa doa maupun harta Allah berfirman; 

}إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةࣱ فَأَصۡلِحُوا۟ بَیۡنَ أَخَوَیۡكُمۡۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ{ 

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. (QS Al Hujurat : 10) 

Dalam ayat menunjukkan bahwa antara Muslim yang satu dengan muslim yang lainya bersaudara, kemudia dalam ayat ini kata mu’min berasal dari kata iman berarti tidak ada iman bagi orang yang tidak mencintai saudaranya dan dipertanyakan keimanan mereka ketika ada saudaranya terzolimi kemudia dia tinggal diam dan tidak menyuarakan hak asasinya,apatah lagi sampai saudaranya di bunuh tanpa haq.Allah subahana wataala berfirman. 

}مَن قَتَلَ نَفۡسَۢا بِغَیۡرِ نَفۡسٍ أَوۡ فَسَادࣲ فِی ٱلۡأَرۡضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِیعࣰا وَمَنۡ أَحۡیَاهَا فَكَأَنَّمَاۤ أَحۡیَا ٱلنَّاسَ جَمِیعࣰاۚ { 

 “bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. (QS Al-Ma’idah : 32) 

Ibnu Katsir berkata, “Siapa yang memelihara kehidupan seseorang, yaitu tidak membunuh suatu jiwa yang Allah haramkan, maka ia telah memelihara kehidupan seluruh manusia. Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah siapa saja yang menahan diri dari membunuh satu jiwa.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 380). 

Al ‘Aufi dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata mengenai firman Allah bahwa ia telah membunuh manusia seluruhnya, maksudnya adalah, 

من قتل نفسًا واحدة حرمها الله، فهو مثل من قتل الناس جميعًا 

Barangsiapa yang membunuh satu jiwa yang Allah haramkan, maka semisal dengan orang yang membunuh seluruh manusia. 

  Dalam ayat menjelaskan pentingnya memelihara kehidupan satu manusia sama dengan memelihara semua manusia yang ada di bumi ini akan tetapi menghancurkan satu kehidupan manusia maka semuanya akan hancur, dan betapa Islam menjaga yang namanya kehidupan, termasuk yang berkaitan dengan darah, karena dihari kiamat nanti yang paling pertama di putuskan Antara manusia adalah darah, sebagaimana yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Rasulullah صلى الله عليه وسلم 

Bersabda:”yang pertama kali dihisab diakhirat adalah shalat sedang kan yang diputuskan pertama kali diantara manusia adalah darah“. 

 

Kemudia firman Allah SWT: 

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا 

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. ” (QS. An Nisa’: 93). 

Barangsiapa yang membunuh suatu jiwa, maka ia akan mendapatkan lima balasan sebagaimana disebutkan dalam ayat ini, 

1- Mendapatkan siksa jahannam 

2- Kekal di dalamnya 

3- Allah murkai 

4- Allah melaknat 

5- Mendapatkan azab yang pedih 

Ini jika yang dilakukan adalah membunuh jiwa dengan sengaja, yaitu mengambil darah yang haram untuk diambil, dan dia juga sudah mengambil hak prerogatif Allah dialah yang berhak mematikan. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.