Pertanyaan Akidah Anak

10

Anak adalah anugerah dari Allah yang yang diumpamakan seperti tumbuhan yang jika mendapatkan media tumbuh yang baik dan sirkulasi udara yang cukup serta asupan nutrisi yang memadai maka akan menjadikan tumbuhan ini menjulang tinggi dengan kukuh.

Di antara kemahalembutan Allah adalah membekali seorang anak kecil kemampuan yang luar biasa untuk belajar. Kekuatan dan potensi besar ini sangat bergantung pada rasa aman dan percaya diri dari dalam diri anak itu sendiri serta adanya pembimbing atau pendamping yang memahami proses perkembangan anak ini. Jika kedua hal ini ada dalam proses tumbuh kembang anak maka akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Di zaman dahulu, kedua orang tua adalah sumber pengetahuan dan wawasan anak kecil sebelum bergabung dengan salah satu lembaga pendidikan yang ada,.Adapun di zaman ini dengan percepatan teknologi informasi dan komunikasi yang tak terbendung maka generasi yang sejak kecil tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan mereka yang disebabkan penolakan orang tua karena pertanyaan itu sensitif atau sama sekali orang tua tidak memiliki jawaban yang memuaskan anak tersebut, maka ia akan mendapatkan jawaban dari berbagai pihak yang pada gilirannya akan merusak pemahaman anak ini.

Berangkat dari fenomena ini maka ada baiknya kita mengetengahkan beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh anak-anak kita yang berkaitan dengan akidah islamiah yang para orang tua luput dari jawaban yang benar atau bahkan tidak bisa menjawab sama sekali yang kemudian kekecewaan ini dipendam oleh si anak dan bisa jadi bumerang buat dirinya dan kedua orang tuanya di masa yang akan datang.

Kami hadirkan beberapa pertanyaan ini beserta jawabannya dari buku  yang berjudul “As’ilatul-athfal al-imaniyyah” yang ditulis oleh Abdullah bin Hamd Ar-Rakaf.

Pertanyaan pertama: Siapakah Allah?

Jawaban:

Yang seharusnya adalah jangan menunggu anak-anak bertanya tentang Allah, tapi kita harus berinisiatif untuk menjelaskan tentang Allah dalam berbagai macam kesempatan. Jawaban yang benar tentang Allah akan menumbuhkan sikap percaya sang anak yang kuat kepada Allah yang menguasai alam semesta ini,. Oleh karena itu, kita sepatutnya menjauhkan anak-anak dari membangun pikiran tentang Zat Allah tapi lebih menggiring mereka kepada tadabur dan memaknai keagungan Allah lewat ciptaan-Nya yang di langit maupun di bumi.

Setelah mengajak mereka mengenal ciptaan Allah, maka kita memahamkan bahwa Zat yang menciptakan ini semua adalah Zat yang berhak untuk disembah, ditaati perintah-Nya dan dijauhi larangan-Nya.

Pertanyaan kedua: Apakah Allah seperti manusia?

Jawaban:

Allah tidak sama dengan makhluk-Nya, Dialah yang menciptakan seluruh makhluk di muka bumi ini, semua tunduk kepada Allah dan tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah,. Segala sesuatu terjadi atas kehendak dan izin Allah. Allah tidak akan dilihat dalam kehidupan kita di dunia, oleh karenanya tidak ada yang mampu menjelaskan secara detail tentang Zat Allah yang Mahaagung, sebagaimana di siang hari yang terik kita tidak bisa melihat matahari tanpa mengedipkan mata kita karena sinar dan panas yang begitu kuat, apalagi melihat Allah yang dari-Nyalah seluruh cahaya di langit dan di bumi ini.

Keterbatasan panca indera makhluk Allah, baik pendengaran dan penglihatan, begitu pula perbedaan bentuk sesama makhluk akan sangat jelas menunjukkan keterbatasan itu, apalagi bila dibandingkan dengan Allah Ta’ala.

Pertanyaan ketiga: Siapa yang menciptakan Allah?

Jawaban :

Seandainya ada yang menciptakan Allah, maka siapakah yg menciptakan pencipta? Seandainya Dia adalah makhluk maka kita tidak akan menyembah-Nya, mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Pertanyaan keempat: Apakah Allah laki-laki atau perempuan?

Jawaban :

Sepatutnya kita menghindari anak-anak untuk jauh berpikir secara detail tentang Zat Allah, dan sebaiknya kita menggiring pemahaman mereka untuk memahamkan bahwa pembagian laki-laki dan perempuan adalah sifat makhluk hidup yang merupakan anugerah Allah kepada hamba-Nya.

Masih ada beberapa pertanyaan penting dari keluguan anak-anak kita seputar akidah yg akan dilanjut pada tulisan berikutnya, insya Allah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.