Muslim Tapi Khianat

9

Bagi seorang muslim, apa pun akhlak yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya maka sedapat mungkin ia akan berusaha berhias dengannya,  sebagaimana apa pun akhlak yang dibenci oleh Allah dan rasul-Nya, maka ia akan berusaha untuk menjauhinya. Di antara akhlak yang dibenci tersebut adalah khianat.

Tidak dipungkiri bahwa khianat merupakan akhlak yang sangat tercela, ia ditolak dan dibenci oleh setiap insan yang berakal terlebih seorang muslim. Dalam lingkup masyarakat mana pun, para pengkhianat selalu dikucilkan dan dihindari; sebab mereka sudah tidak lagi mempercayai orang yang telah mengkhianatinya. Allah Ta’ala berfirman: “Sesunguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS: Al-Anfaal: 58).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengategorikan akhlak khianat ini dalam kategori kemunafikan, yaitu orang yang berpenampilan islam secara lahiriyah namun batinnya menyembunyikan kekufuran. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا اؤتمن خان

Artinya: “Ciri kemunafikan itu ada tiga: dusta dalam berkata, ingkar kala berjanji, dan khianat saat diamanahi.” (Muttafaqun A’laihi).

Dan dalam redaksi yang lain:

وإذا خاصم فجر وإذا عاهد غدر

Artinya: “Curang kala bertengkar, dan melanggar kala bersumpah.”

Mungkin orang akan berkata: “Aku mengkhianatinya karena ia telah mengkhianatiku,” atau kalimat-kalimat semisalnya yang seakan-akan melegalkan akhlak khianat ini dan menjadikannya sebagai suatu solusi, padahal itu bukanlah langkah solutif, bahkan ia justru akan memperkeruh masalah dan menjadikannya semakin besar. Oleh karena itu rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أد الأمانة إلى من ائتمنك ولا تخن من خانك

Artinya: “Tunaikan amanah itu kepada orang yang telah memberinya kepadamu, dan janganlah engkau mengkhianati orang yang telah mengkhianatimu. (HR Abu Daud)

Karena khianat adalah dosa yang pasti akan disegerakan balasannya oleh Allah di dunia ini sebelum nanti di akhirat, sehingga menjauhinya adalah suatu keharusan dan suatu kemuliaan, sekaligus sebagai amalan agar selamat di dunia dan di akhirat. Rasulullah bersabda:

ما من ذنب أجدر أن يعجل الله تعالى لصاحبه العقوبة في الدنيا مع ما يدخره له في الآخرة من قطيعة الرحم، والخيانة، والكذب

Artinya: “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya oleh Allah di dunia ini, dan juga apa yang disiapkan bagi pelakunya di akhirat nanti dibanding dosa memutuskan silaturrahim, khianat dan berdusta.” (HR Bukhari)

Semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.