Tatsqif

MULAI DARI DIRI SENDIRI

(Tadabur Surah Ar-Ra’d : 11)

Berbicara mengenai waktu yang berganti, banyak orang membicarakan tentang resolusi dan perubahan lebih baik yang akan dicapai di waktu mendatang, tentu ini suatu hal yang positif dan baik untuk disegerakan.

Di dalam Islam sudah sejak lama kita diajarkan, agar menjadi orang yang lebih baik dan berubah meninggalkan kebiasaan buruk dengan pensyariatan taubat. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita pelajaran dan hikmah berkaitan dengan perubahan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

…إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ…

Artinya : “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…”  (Q.S. Al-Raad: 11)

Ayat tersebut banyak memberikan pelajaran ketika kita mentadaburi (merenungkan) apa yang terkandung di dalamnya. Diantaranya;

  1. Perubahan itu dimulai dari diri kita sendiri.
  2. Dari sisi aqidah ayat di atas merupakan bantahan untuk kelompok aqidah menyimpang jabariyah yang memiliki keyakinan bahwa setiap manusia terpaksa oleh takdir dan tidak memiliki hak sedikitpun menentukan apa yang akan dilakukan.
  3. Jika engkau menginginkan Allah ta’ala mencabut nafsu yang haram dari hatimu, maka mulailah dari dirimu.
  4. Jika engkau ingin mengubah dirimu dari sedih dan duka, maka ubahlah dirimu dengan menjauhi dosa-dosa.
  5. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan; musibah atau bencana tidak akan turun kecuali karena dosa, dan tidak diangkat kecuali dengan bertaubat kepada Allah.
  6. Ketika engkau mendapati kekacauan dan gangguan dalam hidupmu, maka ingatlah mungkin ada nikmat yang tidak engkau syukuri atau kesalahan yang engkau lakukan.
  7. Perubahan yang dikehendaki Allah juga tergantung pada diri kita sendiri, jika kita tidak berubah maka kita tidak akan pernah berubah.
  8. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, seorang hamba ketika mengubah kemaksiatan dengan ketaatan, niscaya Allah akan mengubah hukuman untuknya menjadi kesejahteraan dan kekuatan serta kehinaan menjadi kemuliaan.
  9. Allah tidak mengubah keadaan seseorang kecuali karena amal dan perbuatan mereka yang berubah, Allah Ta’ala berfirman, “Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Al-Anfal : 53)
  10. Banyak orang yang pandai berbicara tentang perubahan dalam masyarakat, namun mereka tidak pandai mengubah diri mereka sendiri, padahal mereka adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.
  11. Jerami di laut tergerak oleh ombak, Ranting-ranting pohon terguncang oleh angin, Adapun seseorang, dia mungkin tergelitik oleh angin kehidupan atau terancam oleh deburan ombak, Namun dia tidak bergerak kecuali panggilan kesadaran dari dalam dirinya, dia tergerak oleh niat, ambisi, kemauan dan tekadnya.
  12. Ubah dan gantilah semua hal yang menimbulkan sikap pessimis di sekitarmu, temukan mereka yang membuka jendela harapan, dan menyalakan pelita cahaya di jalanmu.
  13. Mulailah bergerak karena setiap gerakan yang kita niatkan karena Allah akan mendapat berkahNya.
Baca Juga  Wahai Sejarah, Kami Telah Kembali!

Berubah tidak hanya meninggalkan kebiasaan buruk yang lama, namun perlu  menyempurnakan perubahan itu dengan rasa menyesal dan tekad untuk tidak kembali ke masa lalu.

Hamdy Arifan Halim, S.H.

Mahasiwa S1, Universitas Al Qashim, Arab Saudi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Klik
Kami siap melayani anda
Anda terhubung dengan admin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan, ada yang bisa kami bantu?