Tatsqif

Meraih Kemuliaan dengan Al-Qur’an

Sudah menjadi sunnatullah (kehendak Allah) subhanahu wata’ala; menjadikan terbaik di antara sesuatu yang baik, terbagus di antara yang bagus, dan terindah di antara yang indah, serta termulia di antara yang dimuliakan.

Allah ta’ala telah memilih Jibril alaihissalam sebagai malaikat teragung di antara para malaikat,  Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai nabi termulia di antara para nabi, Kota Makkah dan Madinah sebagai kota tersuci di antara kota-kota, Ramadan sebagai bulan terbaik yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan, Malam Lailatul Qadar sebagai malam teragung dengan turunnya banyak malaikat, dan dilipatgandakannya amal kebaikan melebihi amalan seribu bulan.

Jika dicermati dengan seksama, maka kemulian dan keagungan dari makhluk-makhluk Allah diatas terkait erat dengan Al-Qur’an. Malaikat Jibril alaihissalam adalah malaikat penyampai wahyu (termasuk Al-Qur’an), Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diturunkan kepadanya Al-Qur’an , kota Makkah dan Madinah adalah tempat diturunkannya Al-Qur’an, bulan Ramadan dan malam Lailatul Qadar adalah waktu diturunkan Al-Qur’an dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia.

Sungguh benar sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

«خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»

“Sebaik-baik (manusia di antara) kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” [HR. Bukhari][1].

Dengan Al-Qur’an manusia menjadi terbaik, dengan Al-Qur’an manusia menjadi mulia, dengan Al-Qur’an manusia menjadi hamba yang dicintai Allah subhanahu wata’ala.

Membaca Al-Qur’an tidaklah melelahkan lisan, memedihkan mata, dan memusingkan kepala. Justru dengan membaca Al-Qur’an hati gundah gelisah terobati, hati cemas menjadi tentram, hati sedih menjadi terhibur, bahkan Allah ta’ala akan mengaruniakan pahala yang berlipat ganda, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا»

Baca Juga   Bunda Para Kesatria Tampan Ahli Bait

“Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu (pahala) kebaikan, dan satu (pahala) kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat” [HR. Tirmizi][2].

Dan beliau bersabda pula: “Bukankah salah seorang di antara kalian yang pergi ke masjid dan belajar atau membaca dua ayat Kitab Allah (Al-Qur’an ) lebih baik baginya dari dua ekor unta, tiga (ayat) lebih baik baginya dari tiga (ekor unta), dan empat (ayat) lebih baik baginya dari empat (ekor unta)?” [HR. Muslim][3].

Lalu ada kemuliaan khusus bagi para penghafal Al-Qur’an dengan mendapatkan kedudukan di hari akhirat bersama para malaikat[4], sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

«الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ»

“Orang yang pandai (hafalannya kuat) dalam Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan taat” [HR. Bukhari dan Muslim][5].

Ingatlah ketika di hari kiamat, penuh dengan ketakutan, kegelapan, siksaan, dan tangisan serta rintihan. Namun jangan khawatir bagi para pembaca Al-Qur’an, ia akan datang menjadi penolong dan pemberi syafaat bagimu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ»

“Bacalah Al-Qur’an , sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat, sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya” [HR. Muslim][6].

Bacalah Al-Qur’an di setiap harimu, karena itulah letak keberkahan dan kemulian hidupmu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang surat Al-Baqarah:

«اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ»

“Bacalah surat Al-Baqarah, sesungguhnya membacanya akan mendatangkan keberkahan, dan meninggalkan (bacaan) nya akan mendatangkan kerugian, dan (perlu diketahui bahwa) para penyihir tidak bisa (membaca) nya” [HR. Muslim][7].

Di sisi lain, banyak kaum yang ditinggikan derajat dan martabatnya karena mereka mengagungkan dan memuliakan Al-Qur’an, dan sebaliknya, banyak pula manusia yang hina hidupnya karena mereka melupakan dan meninggalakan Al-Qur’an .

Baca Juga  SANKI YEDIM - Khairuddin Kajaji Efendi

 Di dalam Sahih Muslim diceritakan; bahwa suatu hari Umar bin Khattab bertemu salah seorang gubernurnya di Kota Makkah, lantas bertanya: Siapa yang kamu tunjuk sebagai pegawai yang mengurus kota ini? Dia menjawab: Ibnu Abza. Umar balik bertanya: Siapa Ibnu Abza? Dia menjawab: Dia adalah di antara bekas budak kami. Umar terheran dan bertanya: Kenapa kamu pilih dia? Dia menjawab: Dia seorang qari Al-Qur’an dan pintar dalam ilmu waris. Lalu Umar berkata: Sungguh Nabi kalian shallallahu alaihi wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya dengan Al-Qur’an ini Allah mengangkat (derajat) suatu kaum, dan meredahkan (derajat) kaum yang lain”[8].

Semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan kita kemudahan dan taufik dalam membaca, menghafal, mentadaburi, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta mengajarkannya. Dan melimpahkan kepada kita kemuliaan, keberkahan, pertolongan, dan pahala berlipat ganda, serta martabat yang tinggi di sisi-Nya, Allahumma Amin.

[1] . (Shahih Bukhari: 5027).

[2] . (Jami’ Tirmizi: 2910).

[3] . (Shahih Muslim: 803).

[4] . Seperti apa yang disebutkan oleh Al-Qadhi ‘Iyadh dalam kitabnya: (Ikmal Al-Mu’lim: 3/166).

[5] . (Shahih Bukhari: 4937, Shahih Muslim: 798).

[6] . (Shahih Muslim: 804).

[7] . (Shahih Muslim: 804).

[8] . (Shahih Muslim: 817).

Sadnanto. BA. MA

Kandidat Doktor Ulumul Hadis Universitas Islam Madinah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Klik
Kami siap melayani anda
Anda terhubung dengan admin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan, ada yang bisa kami bantu?