Akidah

Mengapa Kita Harus Mengenal Allah Ta’ala (Bag. 2)

Setelah mengetahui motivasi pertama untuk mengenal Allah ta’ala yaitu, meraih nikmat teragung diakhirat yaitu melihat wajah Allah ta’ala, motivasi berikutnya adalah:

Kedua: meraih kenikmatan terbesar didunia

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ  عَمِلَ  صَا لِحًـا  مِّنْ  ذَكَرٍ  اَوْ  اُنْثٰى  وَهُوَ  مُؤْمِنٌ  فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ  حَيٰوةً  طَيِّبَةً  ۚ وَلَـنَجْزِ يَـنَّهُمْ  اَجْرَهُمْ  بِاَ حْسَنِ  مَا  كَا نُوْا  يَعْمَلُوْنَ

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

Ayat diatas termaktub dalam surah an nahl ( lebah) dimana para ulama juga sering menyebutnya dengan surah an ni’am yang artinya kenikmatan-kenikmatan, karena dalam surah tersebut Allah ta’ala menyebutkan berbagai macam nikmatNya yang diberikan untuk manusia, agar menjadi sarana untuk beriman dan beramal saleh; karena hanya dengan dua syarat inilah  mereka akan meraih kebahagiaan hidup didunia, namun jika kedua syarat tersebut tidak terpenuhi maka kebahagiaan tidak akan pernah ada meskipun mereka memiliki dunia dan isinya.

Jadi nikmat terbesar yang hakiki menurut Al quran adalah iman dan amal saleh, adapun dunia dan isinya hanyalah sarana. Bila nikmat iman dan amal saleh ada, maka sejatinya kebahagiaan pasti ada.

Tapi sebagian besar manusia mengira bahwa ia akan bahagia bila meraih dunia dan isinya, padahal pada kenyataannya banyak yang telah meraih dunia namun tetap sengsara dan tidak bahagia, karena mereka tidak beriman dan beramal saleh.

Mengapa Iman menjadi nikmat terbesar?

Karena hati ( jiwa) manusia dan raganya tidaklah Allah ciptakan kecuali beriman dan beribadah kepadaNya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا  خَلَقْتُ  الْجِنَّ  وَا لْاِ نْسَ  اِلَّا  لِيَعْبُدُوْن

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Baca Juga  Bahaya Laten Syi’ah Rafidhah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَللّٰهُ  الَّذِيْ  خَلَقَ  سَبْعَ  سَمٰوٰتٍ  وَّمِنَ  الْاَ رْضِ  مِثْلَهُنَّ  ۗ يَتَنَزَّلُ  الْاَ مْرُ  بَيْنَهُنَّ  لِتَعْلَمُوْۤا  اَنَّ  اللّٰهَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ  ۙ وَّاَنَّ  اللّٰهَ  قَدْ  اَحَا طَ بِكُلِّ  شَيْءٍ  عِلْمًا

“Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. At-Talaq 65: Ayat 12)

Dua ayat diatas sangat gamblang menjelaskannya tujuan dari penciptaan manusia, jin dan juga alam semesta yaitu untuk beriman dan beribadah kepada Allah ta’ala.

Oleh karenanya beriman kepada Allah merupakan fitrah setiap makhlukNya, dia akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan bila tetap berada dalam keimanannnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاَ قِمْ  وَجْهَكَ  لِلدِّيْنِ  حَنِيْفًا  ۗ فِطْرَتَ  اللّٰهِ  الَّتِيْ  فَطَرَ  النَّا سَ  عَلَيْهَا  ۗ لَا  تَبْدِيْلَ  لِخَـلْقِ  اللّٰهِ  ۗ ذٰلِكَ  الدِّيْنُ  الْقَيِّمُ  ۙ وَلٰـكِنَّ  اَكْثَرَ  النَّا سِ  لَا  يَعْلَمُوْنَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)

Inilah rahasia kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang bersumber dari hati ( jiwa) yang beriman kepada Allah ta’ala dan raga ( tubuh) yang tunduk beribadah kepadaNya.

Malik bin dinar berkata: Orang orang yang merugi dari kalangan manusia adalah mereka yang mati tapi belum merasakan kenikmatan terlezat di dunia.

Di katakan kepadanya:  apa kenikmatan terlezat di dunia?

Beliau menjawab:  mengenal Allah Azza wa Jalla dan mencintaiNya.

Ibnu taimiyah juga berkata: sesungguhnya didunia ini ada surga, siapa yang tidak memasukinya, niscaya dia tidak akan masuk kedalam surga akhirat-

Ketika beliau ditanya apa yang dimaksud dengan surga dunia? Beliau menjawab: surga dunia adalah mengenal Allah ta’ala, mencintaiNya, dan bertawakal kepadaNya.

Ibnu Al qoyyim juga berkata: seandainya seluruh kelezatan  dunia ditimbang dengan sedikit lezatnya iman kepada Allah ta’ala, niscaya kelezatan karena iman kepada Allah akan lebih besar, seperti samudera lautan yang dikurangi setetes air yang membasahi jari yg dicelupkan kedalamnya, sungguh tiada perbandingan diantara keduanya.

Baca Juga  Masihkah Kita Membutuhkan “Bid’ah Hasanah?” (Bag. 1)

Dan ketahuilah sumber kesengsaraan adalah kekufuran, tidak beriman kepada Allah ta’ala. Hati yang kafir tidak akan pernah merasakan ketenangan dan kebahagiaan, meskipun tubuh dan raganya menikmati segala kelezatan dunia dan isinya, sesungguhnya hati tersebut labil, goyah bahkan terombang-ambing dalam keraguan, karena ia telah keluar dari fitrahnya, seperti kondisi ikan yang terus menerus mengegelepar karena keluar dari air sebagai tempat fitrahnya.

Jika saya anda dan kita semua Ingin merasakan kenikmatan terbesar didunia, maka kita harus bersungguh-sungguhnya mengenal Allah ta’ala, Mencari ilmu tentang Rububiyah, Uluhiyah, dan nama-nama serta sifat-sifatNya, dan selalu menjadikannya prioritas utama dalam aktivitas kita sehari-hari.

Wallahu’alam bissowab.

Bersambung

Bag. 1

Mengapa Kita Harus Mengenal Allah? (Bag.1)

Ridwan Nursalam, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Bidang Aqidah & Pemikiran Kontemporer, King Saud University, Riyadh, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Klik
Kami siap melayani anda
Anda terhubung dengan admin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan, ada yang bisa kami bantu?