Kemenangan yang Hakiki di Dalam Islam

51

Hadirin Salat Jumat yang dirahmati Allah ‘Azza wa Jalla!

            Sebuah berita gembira datang dari Allah -Subhanahu wa Ta’ala- bagi orang-orang yang beriman, bahwa pertolongan dan kemenangan niscaya akan terwujud bagi orang-orang yang beriman. Tentunya ini merupakan janji dari Allah ‘Azza wa Jalla. Janji ini tergores di dalam Al-Quran, Allah berfirman:

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ (171) إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ (172) وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ

Artinya: “Dan sungguh janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba kami yang menjadi rasul, (yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya bala tentara Kamilah yang pasti menang.” (QS Ash-Shaffaat 171-173).

Dalam ayat yang lain, Allah menjelaskan bahwa pertolongan dan kemenangan tersebut dapat diraih oleh kaum muslimin di dunia dan akhirat, Allah berfirman:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

Artinya: “Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari kiamat).” (QS Ghafir 51).

Jika kita menelaah ayat ini, maka ada dua buah kesimpulan yang dapat dipetik:

  • Bahwa Allah ‘Azza wa Jalla akan memberikan pertolongan kepada para rasul dan pengikut mereka.
  • Pertolongan itu diberikan di dunia dan di akhirat.

Tentunya, sebagai seorang mukmin kita meyakini bahwa kemenangan dan pertolongan yang Allah janjikan pasti akan terwujud, sebab Allah tidak pernah mengkhianati janji-Nya, Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menyelisihi janji.” (QS Ali Imron 9).

Kaum muslimin, jamaah Salat Jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala!

Kemenangan dan pertolongan Allah atas umat ini adalah suatu keniscayaan, namun apa yang dimaksud dengan kemenangan dan pertolongan ini?

Sesungguhnya ada beberapa jenis kemenangan dan pertolongan yang disebutkan dan digambarkan di dalam Al-Quran, di antaranya adalah:

Pertama: Kemenangan lahir (yang tampak), berupa kemenangan atas musuh-musuh Allah di medan pertempuran atau medan lainnya.

Makna inilah yang terbetik di dalam benak mayoritas kaum muslimin terkait dengan kalimat “kemenangan”, dan kemenangan dengan makna ini ada faktanya dalam sejarah kaum muslimin. Di antara yang paling masyhur adalah kemenangan kaum muslimin di perang Badar yang terjadi pada tahun ke 2 H, dan pertolongan Allah bagi kaum muslimin dalam perang Khandak, dan yang paling fenomenal adalah penaklukan Kota Mekah (Fathu Makkah), yang diisyaratkan di dalam firman Allah:

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

Artinya: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.” (QS An-Nashr 1-2).

Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullah mengatakan, “Di dalam ayat yang mulia ini ada berita gembira dan perintah bagi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika benar-benar terealisasi berita gembira tersebut… berita gembira tersebut adalah datangnya pertolongan Allah bagi Rasul-Nya, dan terjadinya penaklukan Kota Mekah.” (Tafsir As-Sa’diy: 936).

Tentunya kemenangan jenis ini adalah kemenangan yang dinantikan oleh kaum muslimin, apalagi di tengah munculnya banyak ujian bagi kaum muslimin dan terjadinya huru hara di sebagian negeri-negeri kaum muslimin seperti di Palestina, Irak dan Suriah. Dan bukanlah hal yang salah apabila kaum muslimin sangat mengharapkan kemenangan jenis ini, karena kemenangan jenis ini juga termasuk ke dalam makna kemenangan dan pertolongan yang Allah janjikan.

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala!

Kedua: Ampunan Allah dan janji-Nya untuk memasukkan hamba-Nya ke dalam surga.

Ini adalah makna kemenangan yang kedua di dalam Islam. Kemenangan dengan makna ini lebih mulia dan agung dibandingkan dengan makna yang pertama, karena lebih besar manfaatnya, lebih nikmat rasanya dan lebih abadi waktunya. Kemenangan jenis ini diisyaratkan di dalam firman Allah:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا

Artinya: “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang  nyata. Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus.” (QS Al-Fath 1-2).

Surat Al-Fath sejatinya membahas terkait perjanjian Hudaibiyah yang merupakan salah satu kemenangan kaum muslimin atas kaum musyrikin, namun Allah menyebutkan “makna” kemenangan yang lain, yaitu berupa ampunan Allah atas Nabi Muhammad dan pengikutnya. Kemudian Allah berfirman menyebutkan jenis kemenangan yang lain:

لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَكَانَ ذَلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka, dan yang demikian itu menurut Allah adalah kemenangan yang besar.” (QS Al-Fath 5).

Di dalam ayat ini, Allah memaparkan tentang jenis dan makna bagi kemenangan yang lain, yaitu anugerah berupa surga-Nya bagi orang-orang yang beriman, dan Allah menutup ayat tersebut dengan firman-Nya: “Dan yang demikian itu menurut Allah adalah kemenangan yang besar.”

Jamaah Salat Jumat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala!

Mayoritas kaum muslimin memahami bahwa kemenangan hakiki adalah yang ada dalam perspektif makna yang pertama. Kendati ia merupakan salah satu makna kemenangan yang dijanjikan oleh Allah, namun itu bukan satu-satunya tafsiran dari kalimat kemenangan dan pertolongan, di sana ada makna lain yang dikandung oleh kalimat tersebut, yaitu kemenangan maknawi berupa ampunan Allah bagi orang-orang yang beriman dan anugerah surga yang merupakan salah satu puncak kenikmatan dari Allah. Makna kemenangan yang kedua ini senantiasa hadir di tengah-tengan kaum muslimin di semua keadaan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.