Tarbawi

Istighfar dan Maksiat

Di antara keburukan dosa adalah mendatangkan kesialan dan membuat hati menjadi gelisah, membuat kita menjadi galau, jika kita galau dan tidak mengetahui apa sebabnya maka perbanyak istigfar, boleh jadi ada sesuatu dengan diri kita kepada Allah Subhanahu wata’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap anak adam berbuat dosa dan sebaik-sebaik orang yang berdosa adalah yang bertobat.” (Hadits Hasan riwayat Ahmad (III/198), At Tirmidzi (no. 2499) dan Ibnu Majah (no. 4251).

Salah seorang ulama mengatakan, “Jika kita tidak bisa menyaingi orang-orang saleh dalam kebaikan maka saingilah orang-orang buruk dengan istigfar kepada Allah Subhanahu wata’ala”. Akui dosa yang kita kerjakan kepada Allah Subhanahu wata’ala, kemudian biasakan lisan kita beristigfar kepada Allah Subhanahu wata’ala. Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang memperbanyak istigfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari segala kegundahan, dan Allah akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Dawud (No. 1518, Ibnu Majah (No. 3819) dan Ahmad (No. 2234)). Inilah buah dari istigfar.

Suatu ketika pernah datang tiga orang kepada Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah mengadukan masalahnya, orang pertama datang dengan mengadukan musim paceklik, kemudian Imam Hasan Al Basri Rahimahullah berkata kepadanya, “Istigfarlah engkau kepada Allah”. Lalu orang kedua datang mengadukan kemiskinannya, Hasan Al-Bashri Rahimahullah tetap berkata kepadanya, “Istigfarlah engkau kepada Allah”.  Lalu datang lagi orang ketiga mengadu kondisinya yang tidak kunjung dikaruniai anak, kemudian Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata kepadanya, “Istigfarlah engkau kepada Allah”. Lalu datang lagi orang keempat mengadukan tentang kebunnya yang kering, kemudian Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata kepadanya, “Istigfarlah engkau kepada Allah”. Semua keluhan dan masalah yang diadukan kepada Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah beliau hanya menjawabnya dengan, “Istigfarlah engkau kepada Allah”. Melihat hal tersebut, murid Imam Hasan Al-Bashri Rahimahullah heran dan berkata, “Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau menasihati mereka semua agar beristigfar, mengapa demikian?”, Hasan Al-Bashri Rahimahullah menjawab, “Aku tidak menjawab dari diriku pribadi, karena Allah Subhanahu wata’ala telah mengatakan dalam firman-Nya (yang artinya), “Maka Aku katakan kepada mereka, mohonlah ampunan kepada Rabb-mu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun, niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).

Baca Juga  Sistem Pendidikan Berbasis Al Qur’an Sebagai solusi (Bag. 1)

Istigfar bukan cuma diucapkan ketika selesai mengerjakan salat tetapi sering mengucapkan istigfar di mana saja kita berada, karena dengan memperbanyak istigfar akan dimudahkan segala urusan kita oleh Allah Subhanahu wata’ala dan juga diberkahi.

“Wahai orang-orang yang dirundung oleh musibah dan masalah, bersyukurlah Allah akan mengeluarkan anda dari musibah dan kesusahan tersebut.”

Wallahu A’lam Bish Showab.

Harman Tajang, Lc., M.H.I

Kandidat Doktor, Qassim Universtity, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Klik
Kami siap melayani anda
Anda terhubung dengan admin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan, ada yang bisa kami bantu?