Akhlak

Islam, Agama Dakwah

Islam adalah agama yang diturunkan Allah subhaanahu wata’ala melalui Para Nabi dan Rasul. Muatan yang terkandung di dalamnya adalah ajakan kepada pengikutnya untuk senantiasa melakukan kebaikan dan menjauhi perbuatan yang keji. Hal ini tergambar jelas di firman Allah ta’ala.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Artinya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Dalam ayat ini, Allah ta’ala menjelaskan bahwa muatan dalam agama islam adalah beriman kepada Allah, mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran. Selain itu juga dijelaskan bahwa mengajak orang kepada kebaikan dan mencegahnya berbuat mungkar adalah cara agar kita bisa menjadi manusia terbaik.

Aktivitas  mengajak orang kepada kebaikan dan mencegahnya berbuat mungkar biasa kita sebut dengan istilah dakwah. Dakwah adalah tugas pokok Para Nabi dan Rasul. Sebagaimana dijelaskan dalam kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam ketika berdakwah kepada umatnya.

إِنَّآ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦٓ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.” 

Dakwah adalah ibadah yang mulia. Orang yang berdakwah dan meniatkannya untuk Allah ta’ala akan mendapat pahala yang telah dijanjikan, yaitu pahala yang terus mengalir ketika pesan-pesan dakwahnya diamalkan oleh orang lain. Hal ini dikabarkan melalui hadist Nabi Muhammad shallahu’alaihi wassalam.

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ أَوْ قَالَ عَامِلِهِ

Artinya : “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya.”

Baca Juga  Malu: Sifat Para Nabi dan Rasul

Selain mendapat pahala yang telah dijanjikan, orang berdakwah juga akan mendapat gelar ‘Pewaris Para Nabi’. Betapa bangganya seseorang yang mendapat gelar ini, gelar yang dinisbatkan kepada manusia terbaik di seluruh muka bumi ini. Kita bisa bayangkan betapa senangnya seseorang yang mendapat warisan berupa harta yang melimpah, tapi kesenangan itu tidak sebanding dengan seseorang yang menerima warisan dari manusia terbaik, yaitu Para Nabi dan Rasul. Lantas apakah yang diwariskan Para Nabi dan Rasul? Disebutkan dalam sebuah hadist yang mulia.

إِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya : “Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya, makaia telah mengambil bagian yang banyak”

Hadist di atas menjelaskan kepada kita bahwa Para Nabi mewariskan ilmu. Dan ilmu diwariskan kepada umatnya di seluruh dunia melalui jalan dakwah.

Dakwah bukan dikhususkan untuk para Nabi dan Rasul saja. Tetapi seluruh umat islam menanggung tugas yang mulia ini. Rasulullah shallahu’alai wassalam mengajak pengikutnya untuk berdakwah meskipun dia hanya mengetahui satu ayat saja.

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

Artinya : “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”

Ketika ada seseorang mengetahui secara benar makna kandungan suatu ayat lalu berusaha untuk menyampaikannya kepada orang lain maka orang tersebut sedang menempuh jalan dakwah. Karena hakikatnya dakwah adalah usaha kita agar cahaya iman masuk ke dalam hati seseorang.

Fajar Hamid Rakhman Hakeem, S.Sos

Mahasiswa S1, Jurusan Syariah, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button
Klik
Kami siap melayani anda
Anda terhubung dengan admin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan, ada yang bisa kami bantu?