Tarbawi

Hakikat Dosa “Pembawa Luka dan Kepedihan” (Part. 3)

  1. Kesialan Bagi Semua Makhluk

Dosa tidak hanya merugikan diri sendiri, namun ia juga berimbas kepada lingkungan sekitarnya; manusia, jin, hewan, tanaman bahkan bebatuan akan terimbas. Jadi sejatinya dosa yang ia lakukan itu menyebakan kerugian yang merembet ke mana-mana walaupun tidak kasatmata.

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menentang pemahaman yang menyimpang ini ketika mendengar seseorang berkata, “Orang yang zalim hanyalah merugikan dirinya sendiri”, lalu Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, “Kamu salah, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh seekor burung mati di sarangnya dikarenakan kezaliman seseorang”.

Tidak hanya Abu Hurairah saja dari para sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang menegaskan hal ini. Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, “Hampir saja seekor kadal mati dalam keadaan kurus ceking di lubangnya karena kezaliman manusia”.

Oleh karena perbuatan dosa yang berkelanjutan dan kerugiannya yang menular, maka semua makhluk mengadu kepada Allah ta’ala agar diberikan pertolongan untuk menang dari orang zalim itu dan supaya pelakunya mendapatkan laknat dari Allah ta’ala serta dijauhkan dari nikmat dan rahmat-Nya.

Al Mujahid menyebutkan dalam tafsir firman Allah ta’ala (ويلعنهم اللاعنون) “Mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk” (Al Baqarah 159), “Karena hewan melata dan serangga-serangga terhalang dari turunnya hujan diakibatkan oleh dosa-dosa mereka”.

Wahai saudaraku yang sedang tertimpa kelalaian, simaklah; “Wahai dia yang menjual surga dengan harga yang murah, jika engkau tidak punya pengalaman dalam harga barang dagangan, maka bertanyalah kepada para orang saleh karena mereka sangat berpengalaman di bidang itu. Sungguh aneh, bahwa barang dagangan itu adalah pemberian dari Allah kepadamu berupa jiwa dan hartamu, lalu Allah pula yang membelinya dan menjanjikan imbalan surga abadi atasnya. Lalu utusan yang ditugaskan untuk membuat kesepakatan akad adalah Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam, namun bagaimana mungkin engkau jual jiwa dan hartamu itu kepada selain Allah dengan harga murah dan sedikit dari kenikmatan dunia yang tidak sebanding dengan sehelai sayap nyamuk di sisi Allah?!”

  1. Matinya Hati
Baca Juga  NIKMAT AGUNG ITU BERNAMA HIDAYAH ISLAM

Zain Al Qurra rahimahullah berkata, “Dosa yang bertumpuk, mematikan hati”.

Karena itulah ketika dikatakan kepada Sa’id bin Al Musayyib rahimahullah bahwa Abdul Malik bin Marwan berkata, “Aku menjadi tidak bahagia dengan kebaikan yang aku lakukan, tidak sedih atas dosa yang aku perbuat”, Sa’id rahimahullah berkata, “Sekarang hatinya sudah mati”. Tentu ini bukan satu-satunya tanda kematian dari hati, masih ada tanda-tanda lain berupa:

  • Senang terhadap perbuatan dosanya dan bahkan melakukannya secara terang-terangan
  • Berseri-seri ketika bertemu dengan pendosa-pendosa lain
  • Berwajah masam saat melihat orang-orang saleh
  • Berlarut-larut dalam perbuatan dosanya dan tidak bersegera untuk bertaubat
  • Tidak merasa sedih atas ketaatan-ketaatan yang terlewatkan
  • Tidak mengingkari kemungkaran dengan tangan, lisan dan hatinya

Ingat, dosa yang kecil bisa membunuhmu, Ibnul Jauzi berkata, “Jangan remehkan dosa kecil, karena kumpulan rumput yang lemah jika ditenun bersama akan menjadi tali yang kuat yang bahkan bisa mencekik leher unta yang besar”.

  1. Menganggap Enteng Hak Allah atas Hamba-Nya

Dosa membuat seorang hamba berani melewati batasan yang telah Allah tetapkan, lalu hatinya pun lama-kelamaan akan terbiasa dengan perbuatan dosa dan pelanggaran terhadap larangan Allah, terlebih jika tidak pernah lagi ada kata taubat atau sejenisnya dalam kehidupannya. Oleh karena itu, Anas bin Malik berkata ketika melihat keadaan para Tabi’in, “Kalian melakukan hal-hal yang kalian anggap hanya seperti sehelai rambut, padahal saat berada di sisi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu, kami menganggap itu adalah perbuatan yang membinasakan”. Ya, demikianlah keadaan para Sahabat Nabi, mereka menjadikan iman sebagai tolak ukur dalam menilai segala sesuatu hingga mereka menempatkan Allah taala sesuai dengan keagungan dan kemulian-Nya.

Baca Juga  Pengalaman dan Semangat Dakwah

Janganlah lihat kecilnya dosa tapi lihatlah keagungan Allah yang engkau langgar larangan-laranganNya. Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah seperti gunung-gunung yang akan jatuh menimpanya, namun seorang pembangkang akan melihatnya seolah-olah hanya seekor lalat yang hinggap di hidungnya yang bisa ia usir hanya dengan tiupan”.

Saudaraku, di tanganmulah keselamatan atau kesengsaraan, semakin besar ukuran sebuah dosa di hatimu maka semakin kecil ukurannya di sisi Allah, sebaliknya semakin engkau remehkan dosa itu di dalam hatimu, semakin besar ia di sisi Allah. Maka agungkanlah Allah di hatimu, maka akan kau dapati dosa itu menjadi besar di hatimu jika tidak engkau lakukan maka berhati-hatilah akan ditulisnya namamu dalam golongan orang-orang munafik.

  1. Berjuang Taat Hari Ini, Lebih Baik daripada pesakitan Kelak Di Akhirat.

Tidakkah engkau pernah mendengar sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang berbunyi, “Jika kalian menyukai perhiasan surga dan kain suteranya maka janganlah kalian pakai di dunia” (Shahih dalam kitab Shahih Al Jami’ Al Shagir on. 1438).

Maka saudaraku, siapa yang memakai pakaian dari kain sutera di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akhirat kelak, dan siapa yang meminum anggur khamar di dunia dia tidak akan meminumnya di akhirat, juga siapa yang membiarkan pandangannya melihat kepada wanita-wanita yang asalnya diciptakan dari tanah, maka kelak ia tidak akan melihat bidadari-bidadari yang jelita di surga, dan siapa yang mendengarkan musik di dunia, ia tidak akan mendengar alunan musik di surga kelak.

Salamah bin Dinar rahimahullah berkata, “Apa yang engkau ingin dapatkan di Akhirat kelak, maka tinggalkan ia selama di dunia ini”.

Baca Juga  Kelembutan Hati

Yusta Rizaldi, S.Pd.

Mahasiswa S2, Jurusan Tarbiyah, Qassim University

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Klik
Kami siap melayani anda
Anda terhubung dengan admin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan, ada yang bisa kami bantu?