Amalan-amalan Penghapus Dosa

32

Kaum muslimin, jemaah salat jumat yang dirahmati oleh Allah.

                Manusia adalah makhluk yang rentan terjatuh ke dalam dosa dan maksiat, sebab mereka bukan makhluk yang maksum, Allah berfirman mengutip ucapan Nabi Yusuf ‘alaihis-salam:

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ

Artinya: “Dan aku tidak menyatakan diriku bebas dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu selalu mendorong kepada kejahatan.” (QS Yusuf: 53).

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- juga bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: “Semua manusia rentan terjatuh ke dalam dosa, dan sebaik-baik orang yang terjatuh ke dalam dosa adalah yang bertaobat.” (HR Tirmidzi).

Jemaah salat jumat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

            Hal penting yang perlu dijelaskan, bahwa maksiat dapat merusak kejernihan hati dan kesuciannya, sebab maksiat mewariskan noda hitam di hati sehingga dapat meredupkan cahayanya, padahal hati merupakan sumber kebahagiaan dan kemuliaan seorang hamba di dunia dan akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع واستغفر وتاب صقل قلبه وإن عاد زيد فيها حتى تعلو قلبه وهو الران الذي ذكر الله ((كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)).

Artinya: “Sesungguhnya seorang hamba jika terjatuh ke dalam maksiat, akan dititikkan dalam hatinya noda hitam, jika ia tinggalkan dan memohon ampun serta bertobat, maka hatinya bersih kembali, dan jika ia mengulang kembali perbuatan maksiat itu hingga hatinya dipenuhi dengan noda hitam, maka itulah yang dimaksud dengan “raan” dalam firman Allah: Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya segala dosa yang selalu mereka lakukan telah menjadi raan (penutup) bagi hati mereka”.

Yang dimaksud dengan “raan” menurut Hasan Al-Bashri noda dosa yang bertumpuk sampai membutakan hati, sehingga menjadikan hati tersebut mati.

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

            Itulah dampak negatif dari maksiat yang dilakukan oleh seorang hamba, khususnya jika ia tidak bertobat darinya. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berupaya menjauhi maksiat dan dosa, dan apabila terjatuh ke dalam perbuatan tersebut, maka berupaya untuk menghapus dan menghilangkan noda-noda dosa tersebut.

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala.

            Sesungguhnya syariat yang Allah turunkan kepada hambanya mengandung hikmah dan manfaat yang sangat besar, di antaranya adalah dapat menggugurkan dan menghapuskan dosa-dosa.

Di antara amalan-amalan yang dapat menghapuskan dosa-dosa adalah:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من توضأ فأحسن الوضوء خرجت خطاياه من جسده حتى تخرج من تحت أظفاره

Artinya: “Siapa yang berwudu dengan wudu yang sempurna, keluar (noda-noda) dosanya dari tubuhnya, bahkan keluar dari kukunya.” (HR  Muslim).

Di dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Siapa yang berwudu seperti saya berwudu, kemudian salat dua rakaat dengan konsentrasi dan khusyuk, maka diampuni dari dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari & Muslim).

Kandungan hadis di atas dapat disimpulkan bahwa proses penghapusan dosa terjadi ketika sedang berwudu, dan ketika selesai berwudu kemudian melaksanakan salat dua rakaat dengan penuh kekhusyukan. Oleh karena itu, sangat perlu bagi seorang muslim untuk belajar tatacara berwudu Ala Nabi, agar sempurna tatacara berwudu yang dia lakukan, sehingga mendapatkan keutamaan yang disebutkan dalam hadis.

  • Salat lima waktu.

Di antara keutamaan salat 5 waktu adalah menghapuskan dosa-dosa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أرأيتم لو أن نهرا بباب أحدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات هل يبقى من درنه شيء، قالوا: لا يبقى من درنه شيء؟، قال فذلك مثل الصلوات الخمس يمحو الله بهن الخطايا

Artinya: “Apa pendapat kalian, jika ada sebuah sungai di depan rumah salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi 5 kali dalam sehari, apakah tersisa kotoran di tubuhnya?” Para sahabat mengatakan, “Tidak tersisa kotoran di tubuhnya”. Beliau bersabda, “Demikian juga shalat 5 waktu, Allah menghapuskan dosa-dosa hamba dengan melaksanakannya.” (HR Muslim).

Di dalam hadis ini Rasulullah mengumpamakan shalat 5 waktu dengan sebuah sungai yang jernih, kemudian seseorang mandi dari sungai tersebut 5 kali sehari, maka tentu akan bersih tubuhnya dari kotoran-kotoran, itulah fungsi salat 5 waktu, yaitu menghapuskan dosa-dosa orang yang melakukannya.

Kaum muslimin, jemaah salat jumat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala.

Di antara ibadah yang dapat menghapuskan dosa adalah melaksanakan salat jumat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 من توضأ فأحسن الوضوء ثم أتى الجمعة فاستمع وأنصت غفر له ما بينه وبين الجمعة وزيادة ثلاثة أيام

Artinya:”Siapa yang berwudu dengan sempurna, kemudian datang ke masjid untuk salat jumat, kemudian mendengarkan khutbah dan diam, maka diampuni dosanya antara dua Jumat ditambah 3 hari (jadi 10 hari).” (HR Muslim).

Ini adalah keutamaan yang luar biasa bagi orang yang menginginkan kesucian hatinya dari noda-noda dosa. Sebaliknya, orang yang melalaikan salat Jumat dan meninggalkannya tanpa alasan yang kuat, terancam dengan sabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

Artinya:”Siapa yang meninggalkan salat Jumat 3 kali karena meremehkannya, maka Allah mengunci mati hatinya”. (HR Abu Dawud).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.