Fatawa Haji & Umrah

70. Kapan jamaah haji boleh melempar jumrah pada hari-hari Tasyriq ( tanggal 11, 12, 13) dan kapan batas akhir untuk melempar pada hari-hari tersebut? Apa hukum melempar jumrah pada hari-hari tersebut sebelum zawal (matahari tergelincir)? dan adakah dispensasi bagi jamaah yang mengambil nafar awal untuk melempar jumrah sebelum zawal?

70. Soal: Kapan jamaah haji boleh melempar jumrah pada hari-hari Tasyriq ( tanggal 11, 12, 13) dan kapan batas akhir untuk melempar pada hari-hari tersebut? Apa hukum melempar jumrah pada hari-hari tersebut sebelum zawal (matahari tergelincir)? dan adakah dispensasi bagi jamaah yang mengambil nafar awal untuk melempar jumrah sebelum zawal?

Jawab:
Pertama : Melontar jumrah pada hari-hari Tasyriq disyariatkan dimulai sejak tergelincirnya matahari (masuklnya waktu sholat Dzhuhur). Adapun melempar jumrah pada hari-hari tasyriq sebelum tergelincirnya matahari maka dianggap tidak sah, dan ia wajib mengulanginya setelah tergelincir matahari, baik pada hari itu ataupun hari berikutnya. Adapun batas akhirnya adalah sebelum terbenamnya matahari pada setiap hari – hari tasyriq, kecuali jika ada uzur (disebabkan sesaknya tempat jumrah) maka ia boleh melempar jumrah pada waktu malam.

Kedua : Tidak ada dispenisasi (keringanan) bagi yang mengambil nafar awal untuk melontar jumrah sebelum tergelincirnya matahari. Maka jika ia berniat untuk nafar awal maka ia tetap melontar setelah tergelincirnya matahari, kemudian setelah itu ia bersegera untuk meninggalkan Mina. Dan kalaupun ia terlambat keluar dari Mina setelah terbenamnya matahari karena disebabkan padatnya orang yang akan meninggalkan Mina, maka hal itu tidak mengapa dan tidak ada fidyah untuknya.

Ketiga : Jika telah lewat hari-hari tasyriq dan ia belum melontar jumrah atau ia melontar jumrah pada hari-hari tasyriq sebelum waktu yang disyariatkan, maka menurut jumhur ulama ia diwajibkan untuk menyembelih dam di Mekkah dan dagingnya dibagikan kepada faqir miskin yang berada di Mekkah

Baca Juga  25. Jika seorang wanita berihram dari Medinah dan berniat melaksanakan haji tamattu', namun setiba di Mekah mendapatkan haid sebelum melaksanakan umrah, dan haid berlanjut hingga hari arafah, apa yang harus dilakukan?

Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Klik
Kami siap melayani anda
Anda terhubung dengan admin
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Afwan, ada yang bisa kami bantu?